Back to Kompasiana
Artikel

Umum

Soniawibisono

Sebagai dokter, lebih senang mempraktikkan ilmu kedokterannya lewat acara televisi dan konsultasi di media cetak. selengkapnya

Apa Akibat Keseringan Minum Air Dingin?

OPINI | 12 January 2009 | 23:00 Dibaca: 12698   Komentar: 18   0

KALAU kita keseringan minum air dingin, apakah ada pengaruhnya sama kesehatan? Apa betul air dingin bikin badan gemuk? – (Firly)

Salah bahwa air dingin bikin badan gemuk! Dan ada fakta yang bakal mengejutkan…. Bahwa air dingin, justru dapat SEDIKIT membantu menguruskan. Nah lo. Bagaimana ini bisa terjadi?

Semua makanan dan minuman yang masuk ke mulut kita, harus kita hitung dan tahu jumlah Kalorinya, apabila kita ingin mengetahui apakah makanan minuman itu akan membuat kita gemuk atau tidak. Semakin banyak Kalori yang dikandung oleh makanan minuman tersebut, semakin banyak kemungkinan Kalori tersebut ditumpuk sebagai kelebihan lemak apabila tidak digunakan.

Nah, walaupun air es dan air biasa jumlah Kalorinya sama, tetapi tubuh kita memerlukan energi untuk menghangatkan air es yang masuk dari mulut ke tubuh kita (bagaimana tahunya bahwa air es tersebut
dihangatkan di dalam tubuh? Jawabannya: karena anda tidak pernah menemukan air seni anda dingin seperti air es kan? J) . Air es dianggap suhunya 0 derajat Celsius. Harus dihangatkan sampai sekitar suhu tubuh kita yaitu 37 derajat Celsius.

Penghangatan ini memerlukan sekitar 67 Kalori untuk 2 liter/ 8 gelas air es yang kita minum setiap harinya (setiap hari kita dianjurkan minum air 2 liter untuk kesehatan tubuh).

Jadi, apabila anda minum air es 2 Liter per hari, ternyata anda membuang 67 Kalori per hari.

Tetapi yang perlu anda ingat, air es tidak baik diminum apabila anda sedang menderita radang tenggorokan, batuk, sakit maag atau tidak enak badan. Karena air es akan merangsang kerongkongan yang meradang dan lambung yang kosong, sehingga akan memperlama proses penyembuhan radang dan memicu terjadinya sakit maag.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Bajaj” Kini Tak Hanya Bajaj, …

Hazmi Srondol | | 19 September 2014 | 20:47

Ekonomi Kemaritiman Jokowi-JK, Peluang bagi …

Munir A.s | | 19 September 2014 | 20:48

Bedah Buku “38 Wanita Indonesia Bisa“ di …

Gaganawati | | 19 September 2014 | 20:22

Kiat Manjakan Istri agar Bangga pada …

Mas Ukik | | 19 September 2014 | 20:36

Rekomendasikan Nominasi “Kompasiana …

Kompasiana | | 10 September 2014 | 07:02


TRENDING ARTICLES

ISIS Tak Berani Menyentuh Perusahaan yang …

Andi Firmansyah | 11 jam lalu

Mencoba Rasa Makanan yang Berbeda, Coba Ini …

Ryu Kiseki | 12 jam lalu

Fatin, Akankah Go Internasional? …

Orang Mars | 12 jam lalu

Timnas U23 sebagai Ajang Taruhan… …

Muhidin Pakguru | 15 jam lalu

Wajar, Walau Menang Atas Malaysia, Peringkat …

Achmad Suwefi | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Buzz!!! Apa Sih Maumu? …

Lipul El Pupaka | 7 jam lalu

Bersikap Bijak Ketika Harga Elpiji Melonjak …

Sam Leinad | 8 jam lalu

Kicau Cendrawasih Tersisih …

Ando Ajo | 8 jam lalu

Melihat Perjuangan Rakyat Bali Mengusir …

Herdian Armandhani | 8 jam lalu

Belajar Open Mic Matematika …

Andi Setiyono | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: