
Gemar catur namun tak pernah juara. Disalurkan dengan mengoleksi papan/bidak catur dan menulis artikel catur. Hari-hari diisi membaca, menulis, dan bersosialisasi. Selain sharing menulis virtual di halaman "Nulis bareng Pepih" di Facebook, mempraktikkan Citizen Journalism tentang peristiwa remeh-temeh. Juga membuat projek Hybrid Journalism, dimana jurnalisme warga menjadi berita mainstream lewat keterlibatan jurnalis/editor. Bermimpi melahirkan para jurnslis/penulis kreatif anak negeri yang andal di masa mendatang sebagai sebuah obsesi.
Dibaca: 843
Komentar: 23
Nihil
SEBAGAI orang yang memantengi Kompasiana sejak resmi diluncurkan 22 Oktober 2008 lalu, agak tercengang juga melihat perkembangan blog keroyokan ini dari sisi hits maupun jumlah halaman yang dibaca. Saat pertama kali diluncurkan dalam bentuk Beta, ranking Kompasiana masih di angka enam jutaan dengan ratusan saja pengunjung setiap harinya. Akan tetapi, tiga bulan kemudian sampai Januari sekarang ini, situs Alexa mencatat, Kompasiana sampai berita ini diturunkan menempati ranking 90.711 dunia.
Dalam literatur media online, sebuah situs baru bisa dianggap situs (web) jika sudah mampu mencapai di bawah ranking 100.000 dunia dan sudah layak dipasangi iklan. Mengingat Kompasiana berbentuk sebuah blog, pencapaian ranking di angka 90 ribuan itu cukup menggembirakan.
Meski masih bertengger di rangking 90 ribuan, cepat atau lambat ranking itu akan naik lagi sampai kemungkinan berada di ranking ribuan atau bahkan ratusan. Siapa tahu! Ini berkat penulis maupun pembaca Kompasiana yang semakin hari semakin bertambah. Dengan semakin bertambahnya pembaca dan penulis Kompasiana, apa yang disebut komunitas terbentuk sudah di ranah maya ini. Sebut sajalah komunitas Kompasiana.
Dari data Google Analitycs di atas bisa dilihat, terhitung sejak 28 Desember 2008 hingga 27 Januari 2009 (satu bulan terakhir), jumlah pengunjung sebanyak 125.542 dengan jumlah halaman yang dibaca 228.980. yang berarti rata-rata pengunjung perhalaman mencapai 1,82. Dari jumlah pengunjung sebanyak itu, 92.160 di antaranya unique visitors alias pengunjung tetap yang memang selalu membuka dan membaca Kompasiana. Cukup menggembirakan! Pencapaian kunjungan tertinggi terjadi pada Selasa (27/1) dengan jumlah pengunjung mencapai 7.000. JIka diibaratkan Kompasiana sebuah ruang kuliah, maka ruang kuliah ini pernah dihadiri 7.000 pengunjung sekaligus.
Jumlah pengunjung Kompasiana terbesar tentu saja dari tanah air sendiri, yakni 95.006 dari seluruh pengunjung yang 125.542. Berarti, sisanya sebesar 30.536 tersebar di negara-negara lainnya. Jumlah pengunjung dari negara luar sebanyak 130 negara dengan pengunjung terbesar Amerika Serikat sebanyak 9.272, disusul Jepang 3,405, Malaysia 2.646, Australia 1.950 dan seterusnya. Artinya, dengan bermain di Kompasiana, lumayanlah untuk menambah teman dari berbagai wilayah tanpa tapal batas, selain juga mendapat ilmu yang bermanfaat dari para penulisnya yang berdedikasi tinggi.