Back to Kompasiana
Artikel

Umum

Wijaya Kusumah

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta selengkapnya

Seni Menghidupkan Hati

OPINI | 28 January 2009 | 02:20 Dibaca: 1231   Komentar: 4   1

BERBUAT dosa namun terasa biasa, bermaksiat namun malah terasa nikmat, atau diseru dalam kebaikan namun tak sedikitpun tergerak. Anda mengalaminya? Bisa jadi hati anda telah mati. Saat hati telah mati, maka seberapapun usaha kita untuk melongok, melihat kedalamnya- ia tak berisi. Untuk setiap kesalahan kecil yang kita perbuat, untuk setiap titik kemaksiatan yang dilakukan - baik sadar maupun tidak, dan untuk dosa besar sekalipun, maka ia tak lagi bisa memberontak, bahkan untuk sedikit saja tergerak. Astaghfirullah!


Bagi seorang muslim matinya hati adalah petaka. Ia tak peduli dengan keridhoan atau kemurkaan Allah. Baginya, yang penting adalah memenuhi keinginan hawa nafsunya saja. Buku karangan Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At-Tuwaijiri Hafizhahullah ini menjelaskan berbagai sebab tanda hati yang mati serta bagaimana setan ‘membunuh’ hati manusia. Kenali hati anda dan temukan solusinya!

Ada Bagian-bagian penting dari isi buku ini yang perlu anda ketahui :

  • Bagian pertama membahas tentang penciptaan hati
  • Bagian kedua membahas tentang kedudukan hati
  • Bagian ketiga membahas tentang kebaikan hati
  • Bgaian keempat membahas tentang Hidupnya hati
  • Bagian Kelima membahas tentang Pintu-pintu hati
  • Bagian keenam membahas tentang macam-macam hati
  • Bagian Ketujuh membahas tentang Makanan Hati
  • Bagian Kedelapan membahas tentang Amalan-amalan hati
  • Bagian Kesembilan membahas tentang hati yang selamat
  • Bagian kesepuluh membahas tentang Ketenagan hati
  • Bagian kesebelas membahas tentang ketentraman hati
  • Bagian keduabelas membahas tentang Senangnya Hati
  • Bagian ketigabelas membahas tentang Kekhusyukan hati
  • Bagian keempatbelas membahas tentang rasa malu hati, yang terdiri dari:

    1. Rasa malu berbuat zhalim
    2. Rasa malu berbuat lalai
    3. Rasa malu pengagungan terhadap Tuhannya
    4. Rasa malu kedermaan
    5. Rasa malu kesopanan
    6. Rasa malu karena kehinaan dan kerendahan diri
    7. Rasa malu cinta, yaitu rasa malu orang yang mencintai terhadap orang yang dicintainya
    8. Rasa malu penghambaan terhadap Tuhan
    9. Rasa malu kemuliaan dan keagungan, yatu rasa malu jiwa yang besar
    10. Rasa malu seseorang terhadap dirinya sendiri, yaitu rasa malu karena kekurangan dan aib dirinya.

Kalau anda belum membaca buku ini, maka BACALAH!. Barangkali hati anda saat ini perlu dihidupkan kembali. Wallahu alam bishawab.

SENI MENGHIDUPKAN HATI

(Tips Merawat hati agar Tidak Gersang dan Mudah Mati)

Maka mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci? (QS.Muhammad ayat 24)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sultan Brunei Sambut Idul Fitri Adakan Open …

Tjiptadinata Effend... | | 30 July 2014 | 07:16

Simpang-Siur Makna “Politikus” …

Nararya | | 30 July 2014 | 00:56

Di Timor-NTT, Perlu Tiga Hingga Empat Malam …

Blasius Mengkaka | | 30 July 2014 | 07:18

Jalan-jalan di Belakangpadang …

Cucum Suminar | | 30 July 2014 | 12:46

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56


TRENDING ARTICLES

Materi Debat Prabowo yang Patut Diperhatikan …

Bonne Kaloban | 7 jam lalu

Cabut Kewarganegaraan Aktivis ISIS! …

Sutomo Paguci | 10 jam lalu

Presiden 007 Jokowi Bond dan Menlu Prabowo …

Mercy | 10 jam lalu

Dua Kelompok Besar Pendukung Walikota Risma! …

Jimmy Haryanto | 10 jam lalu

Pemerintahan Ancer-ancer Jokowi-JK Bikin …

Hamid H. Supratman | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: