Back to Kompasiana
Artikel

Umum

Gufron

bekerja di Lembaga Kemanusiaan ESQ.

Hanoi (11) - medan perang Dien Bien Phu

OPINI | 19 February 2009 | 02:55 Dibaca: 732   Komentar: 0   0

Dien Bien Phu menjadi terkenal karena kisah2 heroik pasukan2 Vietnam yang dengan strategi gerilya yang bagus mampu mengalahkan tentara Perancis dan mengakhiri penjajahan Perancis di Indochina, meliputi Vietnam dan Laos. Pertahanan Perancis yang kuat, didukung dengan logistik yang melimpah, amunisi yang maju (waktu itu), akhirnya takluk dan kalah dengan pasukan gerilya pimpinan Jendral Vo Nguyen Giap anak buahnya Ho Chi Minh. Terletak sekitar 500 km dari kota Hanoi, disuatu lembah yang indah dengan sungai Nam Youm River dan dikepung dikelilingi oleh pegunungan dan bukit2 yang tinggi2. Lokasi Dien Bien Phu dipilih oleh Jendral Perancis bernama Henri Navarre untuk menghambat gerakan gerilya dari ‘Viet Minh’ pimpinan Jendral Giap, yang bermarkas di Laos bagian utara.
Image
Tour guide membawa kami ke bunker2 dan bekas tempat tinggal tentara2 perancis (base camps) yang bertugas mempertahankan Indochina. Ada Elliane Hill dan De Castries bunkers. Kira2 30 km dari situ ada bangunan sederhana Pusat Gerakan Gerilya dimana pasukan Jendral Vo Nguyen Giap yang langsung memimpin dan mengatur strategi. Perang itu sendiri berlangsung selama 2 bulan, penuh strategi2 yang luar biasa yang tak pernah terpikirkan oleh manusia sebelumnya. Gerilya Viet Minh membuat terowongan menembus pegunungan menuju airstrip yang ada di pusat pertahanan tentara Perancis. Logistik makanan gerilya diangkut dengan sepeda melewati pegunungan. Akhirnya tentara Perancis menyerah kalah pada 6 Mei 1954.
Image
Para turis, baik lokal maupun turis2 asing, masih dapat melihat ‘peninggalan’ peperangan seperti trenches/terowongan2, bunkers,basecamps dilembah dan dipegunungan. Jalan2 tikus melalui lembah2, yang dulu dilewati para gerilya Viet Minh, melewati hutan sekitar pegunungan, benar2 rute yang menimbulkan kesan exotik dan menarik. Dari situ para turis mengetahui mengapa Perancis kalah perang melawan gerilya2 Viet Minh. Ceriteranya sendiri sudah menarik. Oleh pemerintah Vietnam peninggalan2 perang itu dipelihara untuk dipakai sebagai atraksi turis yang datang ke Vietnam. Banyak buku2 yang menjelaskan perang Dien Bien Phu, buku2 itu laris. Para pembaca penasaran ingin melihat sendiri. Mereka yang datang untuk melihat bekas2 perang umumnya sudah membaca ‘sejarah’ peperangan gerilya di Vietnam.

Jendral Navarre, komandan tentara Perancis, menyadari bahwa waktu sudah sangat kritis dan dia sangat memerlukan kemenangan melawan tentara Vietminh. Para perwira2nya meyakinkan ke Jendral Navarre bahwa maneuver dari Jendral Vo Nguyen Giap harus diperangi secara total dalam peperangan yang besar2an, barulah Perancis bisa menang. Untuk itu Jendral Navarre membangun komplek Dien Bien Phu yang akan memotong jalur logistic tentara jendral Nguyen Giap, yang selalu mondar mandir leluasa bergerak dari Vietnam ke Laos. Itula teritori tentara Vietminh, itulah sumber logistic Vietminh dan itu harus dioutuskan. Jendral Giap harus dipaksa menghadapi tentara Perancis secara massive frontal. Jendral Giap menerima tantangan itu, maka dia mengerahkan tentaranya untuk menggali trench/parit2 yamg mengepung Dien Bien Phu. Dari lingkaran parit/trench yang berada diluar Dien Bien Phu, lalu dibuatlah terowongan2 yang mengarah ke pusat komando tentara Perancis. Berbulan-bulan lamanya, dengan tekun para gerilya Vietminh menyelesaikan proyek parit yang mengepung dan menggali terowongan untk menusuk jantung pertahanan dan logistic dan gudang amunisi tentara Perancis. Setelah semuanya siap, kira setahun lebih, maka Jendral Giap mengalihkan dan memindahkan semua tentara Vietminh yang ada di Vietnam Selatan, dan juga yang ada di Laos sampai mencapai 70.000 tentara. Jumlah tentara Perancis hanya 15.000 – 20.000 saja. Pertempuran berlangsung dengan sengit dan mendebarkan. Singkat kata, tentara Perancis kalah. Jendral Navarre menyerah kepada Jendral Giap, yang merupakan anak buahnya Paman Ho. Penjajah Perancis diusir dari Vietnam. Bekas2 medan pertempuran dipelihara dan sekarang dijadikan obyek turis yang sangat laku sekali. Banyak turis asing dan turis lokal yang melihat bekas medan pertempuran yang memperlihatkan ke-heroik-an tentara Vietminh.

http://picasaweb.google.com/g.sumariyono/DienBienPhu#

(bersambung)


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Bajaj” Kini Tak Hanya Bajaj, …

Hazmi Srondol | | 19 September 2014 | 20:47

Ekonomi Kemaritiman Jokowi-JK, Peluang bagi …

Munir A.s | | 19 September 2014 | 20:48

Bedah Buku “38 Wanita Indonesia Bisa“ di …

Gaganawati | | 19 September 2014 | 20:22

Kiat Manjakan Istri agar Bangga pada …

Mas Ukik | | 19 September 2014 | 20:36

Rekomendasikan Nominasi “Kompasiana …

Kompasiana | | 10 September 2014 | 07:02


TRENDING ARTICLES

Tidak Rasional Mengakui Jokowi-Jk Menang …

Muhibbuddin Abdulmu... | 9 jam lalu

Malaysian Airlines Berang dan Ancam Tuntut …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Awal Manis Piala AFF 2014: Timnas Gasak …

Achmad Suwefi | 14 jam lalu

Jangan Bikin Stress Suami, Apalagi Suami …

Ifani | 14 jam lalu

Ahok, Sang Problem Solving …

Win Winarto | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Noise Penyebab Miskom Dalam Organisasi …

Pical Gadi | 8 jam lalu

Rindu untuk Negeri Intimung …

Riza Roiyantri | 8 jam lalu

Hanya di Indonesia: 100 x USD 1 Tidak Sama …

Mas Wahyu | 8 jam lalu

Akankah, Fatin Go Kompasianival? …

Umar Zidans | 8 jam lalu

Menteri yang Diharapkan Bisa Profesional …

Yulies Anistyowatie | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: