Saat ini begitu banyak pejabat yang sangat senang memaki produk luar dan dia bangga dengan itu karena gengsinya tinggi. Tapi saya mau ingatkan kepada para pejabat atau tamu yang akan bertemu saya di Istana, “Jangan datang ke Istana Wapres bila Anda memakai sepatu merek luar negeri”. saat ini saya sedang gencar merazia sepatu impor yang dipakai tamu yang berkunjung ke kantor.
seperti yang terjadi pada hari ini sebelum saya memulai rapat kordinasi Persiapan Musim Panen” saya memeriksa sepatu tiga menteri yaitu Anton Apriantono (Menteri pertanian), Maria Elka (menteri perdagangan), dan Fahmi Idris Menteri perindustrian, masing masing saya suruh buka sepatu dan memeriksa mereknya ternyata Anton memakai sepatu merek “Deep” buatan bandung, Maria Elka memakai sepatu yang nama pembuatnya dijadikan sebagai merek “Yongki kamalatu” buatan bandung. dan fahmi memakai sepatu dengan merek ”maria Minarti”.
saya sendiri sejak beberapa tahun belakangan ini selalu memakai sepatu buatan dalam negeri, dulu memang pernah saya memakai sepatu dengan merek ”Bally” tapi saya suruh istri saya untuk carikan sepatu yang buatan cibaduyut dan saya gunakan sampai sekarang. begitu juga dengan kemeja, saya tidak punya kemeja dengan merek terkenal seperti : Hugo Boss, Giorgio Armani, benetton dll. dari dulu saya selalu memakai kemeja buatan pabrik tekstil bandung. Mencintai produk dalam negeri tidak boleh hanya sampai pada semboyan belaka tetapi harus dijewantahkan dalam kehidupan sehari hari.
Laporan terakhir, akibat ulah saya yang sering melakukan Razia sepatu kepada Menteri, akhirnya dia mulai ikut-ikutan merazia Dirjen, kemudian Dirjen Merazia PNS, jadi ada efek turun temurun yang mengakibatkan naiknya Omzet perajin sepatu di Cibaduyut hingga 20 sampai 30 persen. Peningkatan yang sama juga dialami oleh produsen sepatu lainnya di Jawa Timur, Jawa Tengah dan jakarta. Ini baru PNS yang diwajibkan, saat ini saya sedang berpikir untuk mengeluarkan Inpres pemakian sepatu produk dalam negeri untuk siswa sekolah, semoga omzet produk dalam negeri bisa mencapai 60 persen.
Bulan Februari adalah bulan cinta dan kasih sayang. Begitu kurang lebih yang dirayakan banyak orang,
