Belakangan ini sebagai Ketua Umum Golkar, saya banyak mengunjungi Partai Politik. Setelah menghadiri diskusi mingguan PKS, saya menerima kunjungan dari PPP. Dan mungkin dalam waktu dekat ini, Insya Allah saya akan juga bertemu dengan PDIP. Banyak yang menganggap bahwa langkah saya menemui Partai-Partai Politik adalah dalam rangka penggalangan koalisi untuk memuluskan langkah saya menuju kursi Nomor 1 di negeri ini.
Saya ingin mengatakan bahwa pertemuan-pertemuan tersebut hanyalah bentuk komunikasi dan silaturahmi antar PARPOL menjelang Pemilu legislatif 2009. Bagaimanapun, kita boleh saja berbeda pendapat, berbeda pandangan, tapi kita tidak boleh memotong Silaturahmi politik di antara kita semua. Saya tidak ingin Negara ini seperti Thailand, yang mana krisis politiknya tidak selesai sampai sekarang, saling menjatuhkan antara satu Partai dengan Partai lain. Begitu juga dengan di Pakistan, Filipina, saling bunuh membunuh antara partai, Naudzubillah min Zalik saya tidak ingin Indonesia seperti itu.
Karena itulah saya ingin membina suatu kehidupan partai dengan prinsip “Boleh berbeda pendapat, tapi tidak Boleh putus Silaturahmi”. Siapapun yang menang harus melaksanakan amanah, dan yang kalah harus menghormati yang menang.
Di seluruh dunia, mungkin hanya di Indonesia saja yang antara satu Presiden denga presiden lainnya, tidak saling bicara satu sama lain. Dan saya tidak ingin hal itu terjadi lagi, bagaimanapun saling hormat menghormati dan menjaga silaturahmi adalah bagian dari karakter bangsa ini, dan itu yang harus kita bangun. Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang punya karakter.
Bulan Februari adalah bulan cinta dan kasih sayang. Begitu kurang lebih yang dirayakan banyak orang,
