Back to Kompasiana
Artikel

Umum

Hazairin Tanjung

Nothing Special....

Kriteria Calon Presiden RI Tahun 2009-2014 bag. 2

OPINI | 13 March 2009 | 21:40 Dibaca: 818   Komentar: 1   0

B.    Menuju  Era  Pemimpin Baru

Sebentar lagi bangsa Indonesia akan melangsungkan Pemilihan Umum untuk kembali memilih seorang Presiden periode tahun 2009-2014 (Presiden RI ke-7). Berkaca dari setiap pergantian Presiden yang penuh dinamika baik/buruk dan kondisi bangsa yang miris (khususnya dibidang ekonomi, korupsi), adalah sepatutnya dipilih seorang Presiden yang mampu mengatasi permasalahan bangsa ini, minimal bisa mengurangi beban persoalan bangsa yang menumpuk. Karena, siapapun Presiden terpilih nanti, haruslah seorang Presiden yang berani/tegas dan siap mental rohani/jasmani, serta relatif orang yang tidak bermasalah baik secara pribadi atau sebagai pejabat.

Mencermati permasalahan utama bangsa Indonesia (poin II.A), dibutuhkan kriteria Capres yang dapat mengatasi masalah tersebut. Untuk mengatasi permasalahan dominan bangsa ini ada 5 (lima) kriteria utama yang harus dimiliki Capres mendatang, yaitu:

  1. Mempunyai Visi dan Misi yang sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia dan konsiten melaksanakannya.
  2. Mempunyai Karakter Kepemimpinan dan Jiwa Nasionalisme yang tinggi.
  3. Berani dan Tegas.
  4. Mempunyai pengalaman dibidang pemerintahan wilayah dan dinilai berhasil.
  5. Relatif tidak bermasalah, baik secara pribadi ataupun sebagai pejabat/tokoh masyarakat.

Memang banyak kriteria lain yang tentu bisa mandukung 5 (lima) kriteria di atas, namun dalam mengatasi masalah utama bangsa ini, kriteria tersebut dapat dijadikan dasar yang lebih konkrit menangani permasalahan yang ada. Tanpa kelima kriteria tersebut melekat pada setiap Capres, tipis kemungkinan Capres yang tepilih mampu mengatasi persoalan bangsa ini.

C.    Capres yang Mempunyai Peluang

Dari pandangan umum selama ini, baik melalui media cetak ataupun elektronik dari hasil survey/polling yang dilakukan oleh beberapa badan survey, ada 5 (lima) nama yang sering mencuat dan berpeluang menjadi Presiden RI ke-7, yaitu:

  1. Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY)
  2. Megawati Soekarnoputri
  3. Prabowo S.
  4. Wiranto
  5. Sri Sultan Hamengkubuwono IX

Terlepas dari hasil survey/polling tersebut belum dapat dijadikan sebagai indikator yang bisa diterima oleh banyak pihak, nama-nama Capres yang disebut tadi sering muncul di Media. Memang ada nama-nama lain yang muncul, seperti Jusuf Kalla, Akbar Tanjung, Amien Rais, Din Syamsudin, Yusril Ihza Mahendra, Sutrisno Bachir, dan lain-lain. Namun banyak pendapat yang muncul, mereka yang disebut tadi lebih sesuai menjadi Wakil Calon Presiden.

Bila kita menilai ke-lima Capres yang mengemuka saat ini dikaitkan dengan ke-lima kriteria Capres mendatang, masing-masing Capres memiliki kelebihan dan kekurangan, sebagaimana tergambar dalam Tabel dibawah ini:

No.

Kriteria Capres

SBY

Megawati

Prabowo

Wiranto

Sri Sultan HB X

1

Mempunyai Visi dan Misi yang sesuai dengan kondisi bangsa Indonesia dan konsisten melaksanakannya

(+)

(+)

(+)

(+)

(+)

2

Mempunyai karakter Kepemimpinan dan Jiwa Nasionalisme yang tinggi

(+)

(+)

(+)

(+)

(+)

3

Berani dan Tegas

(-)

(-)

(+)

(+)

(+)

4

Mempunyai pengalaman dibidang pemerintahan wilayah dan dinilai berhasil

(+)

(+)

(-)

(+)

(+)

5

Relatif tidak bermasalah, baik secara pribadi ataupun sebagai pejabat/tokoh masyarakat

(+)

(+)

(-)

(-)

(+)

Nilai

4

4

3

4

5

Tabel 1 – Penilaian Kriteria Calon Presiden RI

Catatan : (+) Mempunyai kelebihan terhadap kriteria Capres (-) Mempunyai kekurangan terhadap kriteria Capres

Berdasarkan Tabel diatas, menggambarkan hal-hal sebagai berikut:

1. Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY)

  • Memiliki 4 (empat) kriteria Capres dengan nilai plus (+)
  • Kekurangannya adalah dalam keberanian dan ketegasan (terkesan ragu-ragu). Misalnya: saat pengumuman para Menteri Kabinet diawal pemerintahannya yang menyita waktu lama (± 5 jam). Menjadi rahasia umum, bahwa SBY ragu-ragu, terpengaruh kepada partai-partai, padahal rakyat mayoritas mendukungnya. Kesan awal pemerintahannya yang tidak berani dan tegas terbawa dalam beberapa kebijakan dimasa pemerintahannya, seperti penetapan harga BBM disaat adanya kenaikan harga minyak dunia. Namun perlu digarisbawahi, intelektual/pribadi SBY mempunyai daya tarik tersendiri.

2. Megawati Soekarnoputri

  • Memiliki 4 (empat) kriteria Capres dengan nilai plus (+)
  • Kekurangannya adalah dalam keberanian dan ketegasan. Misalnya, saat konflik Aceh yang pada masa pemerintahannya tidak dapat meredakan konflik yang semakin meruncing antara militer dan GAM. Padahal sebelum Megawati menjadi Presiden RI ke-5, beliau menjanjikan tidak ada lagi pertumpahan darah di Aceh, bilamana Megawati terpilih menjadi Presiden. Disamping itu, terkesan Megawati “menutup pintu” saat tidak lagi terpilih menjadi Presiden. Sedangkan masalah bangsa adalah hal yang perlu dipikirkan bersama untuk mengatasinya, baik dengan cara berkomunikasi atau memberikan pemikiran-pemikiran yang positif kepada penggantinya (SBY). Namun ada hal yang perlu digarisbawahi, bahwa faktor seseorang perempuan secara biologis, akan berbeda dalam pola pikir ataupun tindakan-tindakan bilamana dibandingkan dengan seorang laki-laki. Bagi kaum perempuan Megawati merupakan figur penggerak emansipasi (gender) dalam mendapatkan tempat sebagai seorang pemimpin dalam pemerintahan atau hal lain yang selama ini dimonopoli oleh kaum laki-laki.

3. Prabowo

  • Memiliki 3 (tiga) kriteria Capres dengan nilai plus.
  • Kekurangannya adalah belum berpengalaman (teruji) dalam bidang pemerintahan (eksekutif), karena Prabowo lebih dominan berkarir dibidang militer. Idealnya, menjadi seorang Presiden harus mempunyai pengalaman terlebih dahulu dibidang pemerintahan, minimal pernah menjadi seorang Menteri atau Gubernur, walaupun itu bukan merupakan suatu jaminan yang mutlak. Disamping itu, Prabowo dimata pandangan umum mempunyai masalah yang belum terselesaikan sampai saat ini dalam hal penculikan beberapa aktivis pemuda pada era pemerintahan Soeharto. Namun perlu digarisbawahi, bahwa Prabowo masih berusia relatif muda, apalagi Prabowo adalah salah satu putera Begawan Ekonom Prof. Soemitro (Alm) yang mempunyai reputasi dan cukup berjasa buat bangsa Indonesia. Mungkin idealnya, Prabowo dipersiapkan untuk menjadi Presiden masa depan dengan menimba pengalaman terlebih dahulu dibidang pemerintahan (bisa sebagai Wacapres atau salah satu Menteri dalam kabinet). (Bersambung)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | | 19 April 2014 | 08:26

Apakah Pedofili Patut Dihukum? …

Suzy Yusna Dewi | | 19 April 2014 | 09:33

Jangan Prasangka Pada Panti Jompo Jika Belum …

Mohamad Sholeh | | 19 April 2014 | 00:35

Perlukah Aturan dalam Rumah Tangga? …

Cahyadi Takariawan | | 19 April 2014 | 09:02

Memahami Skema Bantuan Beasiswa dan Riset …

Ben Baharuddin Nur | | 18 April 2014 | 23:26


TRENDING ARTICLES

Sstt, Pencapresan Prabowo Terancam! …

Sutomo Paguci | 4 jam lalu

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | 5 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazer™ | 11 jam lalu

Suryadharma Ali dan Kisruh PPP …

Gitan D | 12 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: