
Nama :Drs H Muhammad Jusuf Kalla Lahir :Watampone, 15 Mei 1942 Agama :Islam Jabatan Kenegaraan: Wakil Presiden RI (2004-2009) Menko KESRA Kabinet Gotong Royong (2001-2004) MENPERINDAG Kabinet Persatuan Nasional (1999-2000) Pendidikan : Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanudin Makasar, 1967 The European Institute of Business Administration Fountainebleu, Prancis (1977) Organisasi 2010 - Sekarang : Chairman Centrist Asia Pacific Democrats International (CAPDI) 2009 - Sekarang : Ketua Umum PMI 2000 - sekarang : Anggota Dewan Penasehat ISEI Pusat 1985 - 1998 : Ketua Umum...
Dibaca: 4178
Komentar: 37
Nihil
Terkadang kita dalam upaya mensejahterakan para buruh selalu berdebat pada masalah berapa Jumlah UMR (Upah Minimum Regional) yang harus diterima oleh para buruh . Padahal masalah sebenarnya adalah menurunkan beban biaya hidup daripada buruh itu sendiri. Sebab percuma saja kita kasi mereka UMR yang tinggi, kalau tidak dibarengi dengan upaya untuk menurunkan biaya hidup mereka.
Saya pernah menanyai salah seorang buruh di pabrik Tekstil Bandung, waktu itu saya tanya gaji dia berapa dan apa-apa saja biaya hidup yang sangat membebani dia. Dari jawaban yang dia berikan, dapatlah saya mengerti kalau sesungguhnya alokasi pengeluaran buruh yang mengambil porsi terbesar adalah biaya Transportasi yang mencapai 30 % dari pendapatan mereka, kemudian biaya kontrakan, dan biaya makan .
Untuk itu saya mencanangkan proyek pembangunan Rusunawa yang dikhususkan bagi para pekerja, dan dibangun di sekitar kawasan industri dan saya juga mensyaratkan bagi Industri untuk melakukan hal serupa. Yang kesemuanya bertujuan untuk meningkatkan taraf dan kualitas hidup dari buruh itu sendiri, agar mereka bisa lebih produktif.
Saya bertekad dalam beberapa waktu ke depan, tidak ada lagi buruh yang tinggal di gubuk-gubuk kontarakan yang kumuh yang susah air dan listrik. semua harus tinggal di Flat dengan kualitas standar. Semua Flat dibangun di sekitar kawasan Industri sehingga buruh tidak perlu lagi mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk transportasi, kalau perlu perusahaan menyiapkan mereka sepeda khusus atau Bis antar jemput.
Tadi pagi ketika meresmikan pemancangan tiang RUSUNAWA bagi pekerja industri, di KABIL BATAM Provinsi KEPRI, saya berpesan kepada MENPERA (Menteri Perumahan Rakyat) saudara Yusuf Asya’ri agar tidak membuat saya harus marah lagi kepada dia, mengingat pengalaman selama ini ketika tiang pancang sudah diresmikan, maka selesai jugalah itu proyek, tanpa ada tindak lanjut. Saya tidak tahu apa masalahnya, kalau masalah dana saya rasa kita tidak ada masalah dengan dana, mungkin JAMSOSTEK yang terlalu banyak “duduki” uang, apalah gunanya itu uang kalau hanya diduduki mending dipakai untuk mensejahterakan rakyat.
Sebagai mantan pengusaha yang memiliki banyak perusahaan di bidang indsutri saya sadar betul arti penting daripada kelayakan hidup para buruh dalam hal ini tempat tinggal yang berkualitas. Maka itu saya minta kepada MENPERA agar betul-betul memperhatikan hal tersebut, jangan hanya memperhatikan pembangunan Apartemen mewah, dan rumah-rumah mewah padahal urusan dia sebenarnya mengurusi rumah rakyat.
Melalui media ini saya ingin menyampaikan jaminan kepada para buruh, “kalau saya tidak bisa menangani perumahan bagi anda, maka tidak usah pilih partai saya, tapi kapan masalah itu bisa saya tangani maka anda harus tau diri juga”"
Urusan perumahan bagi para buruh ini sebenarnya masalah sepele, apalagi sudah ada dua Yusuf yang menangani masalah ini, yaitu saya sendiri dan saudara Menteri perumahan Rakyat. Kalau mau flashback sedikit, dulu waktu zaman Fir’aun masa kekeringan selama 7 tahun bisa ditangani oleh satu orang Yusuf saja. Masa persoalan perumahan yang sudah ditangani oleh dua orang “yusuf” tidak bisa beres ?