Artikel

Umum

Jusuf Kalla

TERVERIFIKASI

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Nama :Drs H Muhammad Jusuf Kalla Lahir :Watampone, 15 Mei 1942 Agama :Islam Jabatan Kenegaraan: Wakil Presiden RI (2004-2009) Menko KESRA Kabinet Gotong Royong (2001-2004) MENPERINDAG Kabinet Persatuan Nasional (1999-2000) Pendidikan : Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanudin Makasar, 1967 The European Institute of Business Administration Fountainebleu, Prancis (1977) Organisasi 2010 - Sekarang : Chairman Centrist Asia Pacific Democrats International (CAPDI) 2009 - Sekarang : Ketua Umum PMI 2000 - sekarang : Anggota Dewan Penasehat ISEI Pusat 1985 - 1998 : Ketua Umum...

3 Alasan sederhana Kemenangan Golkar 2009


OPINI | 15 March 2009 | 23:41 Dibaca: 3842   Komentar: 77   Nihil

Pemilu legislatif yang dilaksankan 5 tahun sekali adalah ujian bagi semua Partai. Ujian bagi Partai apakah ia bekerja dengan baik atau tidak, disukai atau tidak disukai oleh rakyat, punya tokoh-tokoh yang baik dan mampu menjual atau malah sebaliknya. Itu tataran idealnya!

Namun yang mesti diingat, Pemilu di Indonesia adalah Pemilu yang paling rumit di dunia. Karena rakyat harus memilih anggota DPR nasional, Tingkat I, tingkat II, dan memilih anggota DPD. Jadi empat kategori sekaligus yang harus dipilih. Sekarang ada 38 Partai dan ribuan Caleg. semua Caleg berkampanye dengan hal yang sama, pasang baliho di mana-mana, pohon dipaku (seandainya pohon bisa bicara, maka dia akan menangis). Hampir semua Caleg pasang foto dengan memakai jas Hitam dan berpeci jadi semakin susah dibedakan.

Ada yang bilang dengan sistem multi partai seperti saat ini maka suara Golkar akan turun dibanding pada Pemilu 2004. Tapi menurut saya tidak, ada tiga alasan sederhana yang bisa menjelaskan hal tersebut :

( Pertama) dari segi warna partai, di antara semua warna partai yang ikut pemilu ada begitu banyak partai yang memakai latar warna biru, merah, putih, dan hijau. Tapi hanya satu partai yang memakai warna kuning pada lambang partainya yaitu Gokar (meski PKS sudah mulai ikut-ikutan pakai kuning) jadi dari jauh saja masyarakat melihat ada warna kuning mereka sudah tahu kalau itu Golkar.

(Kedua) Nomor urut partai, waktu mengambil undian nomor urut Partai di KPU, saya berdoa semoga tidak dapat nomor 1, saya berharap bisa mendapat nomor yang agak tengah, karena penempatan nomor 1 pada kertas suara ada di ujung kiri atas, kalau dibandingkan dengan ukuran kertas suara dan bilik suara, maka tentu akan menyusahkan masyarakat untuk meraih di bagian kiri atas. untung posisi Golkar pada kertas suara ada di bagian tengah dan agak ke kanan sedikit jadi masyarakat gampang memilihnya.

(Ketiga) Pemilih Tradisional Golkar, kalau melihat sejarah, pada Pemilu 99 saat itu Golkar sedang diburu dan dicaci, banyak kantor Golkar yang dibakar, tapi pada hasil pemilu dia masih bisa memperoleh suara di atas 20 %. Begitu juga tahun 2004, Golkar menjadi pemenang Pemilu bukan karena suara Golkar naik, bahkan turun sedikit, tapi karena PDIP yang turun drastis jadilah Golkar yang menang. Jadi bisa diambil kesimpulan orang yang akan jelas-jelas memilih Golkar pada Pemilu 2009 tidak jauh dari kisaran 20 %. jadi hanya perlu menambahkan 10 % lagi pada pemilu 2009 untuk memenuhi target 30 % suara.

Itu tadi alasan sederhanya, kalau mau alasan yang rumit sedikit adalah selama ini Golkar telah bekerja dengan baik, baik itu di pemerintahan maupun legislatif, yang patut dibanggakan adalah tidak ada satu-pun anggota legislatif Golkar yang menjabat pada periode 2004-2009 yang masuk KPK. Tentu ini akan menambah kepercayaan masyarakat terhadap partai Golkar, dan pada penjaringan Caleg yang kita laksanakan lalu, adalah betul-betul dia yang mampu dan merupakan tokoh nasional maupun daerah yang kita jadikan caleg, banyaknya Tokoh dalam partai Golkar merupakan modal terbesar bagi partai.

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: