Berlian tersembunyi di kedalaman tanah, Kampung Dukuh tersembunyi di balik miskinnya wilayah selatan Kabupaten Garut. Kampung Dukuh memang serasa berlian yang amat sulit ditemukan. Pekan lalu, saya berkesempatan mengunjungi Kampung Dukuh, sebuah kampung adat di Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Kampung Dukuh amat sulit dijangkau karena jalannya belum pernah diaspal. Tatanan batu yang tak beraturan juga membuat perjalanan amat sulit. Pengguna kendaraan berpenggerak dua roda harus meninggalkan mobilnya di lintas selatan Jabar dan meneruskan perjalanan menggunakan ojek. Ojek yang merupakan ‘penguasa’ jalanan buruk itupun tak seluruhnya sukses. Satu dari empat ojek yang kami gunakan bahkan mogok ditengah jalan karena patah gir depan! Untungnya, satu ojek yang kemudian berpenumpang tiga orang bisa sampai juga di perbatasan kampung.
Mau masuk kampung, kami harus berjalan kaki sekitar satu kilometer dari tempat ojek berhenti karena memang jalannya tidak memungkinkan dilalui sepeda motor. Sesampainya di Kampung Dukuh, suasana amat tenang. Yang membuat saya kagum, rumah-rumah di Kampung Dukuh Dalam masih bertahan tidak menggunakan penerangan listrik.
Kata Kuncen Kampung Dukuh, larangan penggunaan listrik sebetulnya merupakan cara menghindarkan warga dari godaan keduniawian. “Kalau ada listrik, pasti akan ada yang membeli peralatan elektronik dan itu sangat rawan menggoda warga lainnya untuk memiliki. Kalau sudah begitu, tak dapat dicegah dan makin banyak barang yang ingin dibeli,” tutur Pak Kuncen.
Kesederhanaan dan kearifan Kampung Dukuh makin lengkap ketika mereka juga memperlakukan hutan di atas kampung dengan amat bijak. Hutan seluas 10 hektar di atas kampung merupakan hutan larangan yang tak boleh disentuh sama sekali. Dampaknya, hutan tetap hutan dan sepanjang musim warga kampung tidak pernah kekurangan air bersih. Indah ya.
Jadi ingin kembali lagi ke kampung itu, apalagi pasti dijamu dengan makan siang dengan menu khas kampung dukuh: nasi putih, sambal, lalap, dadar telur, dan teh tawar. Nikmat!
Bulan Februari adalah bulan cinta dan kasih sayang. Begitu kurang lebih yang dirayakan banyak orang,
