Back to Kompasiana
Artikel

Umum

Muhamad Yusuf

Nama : Muhamad Yusuf Tempat /tgl/lahir : Sampit, 19 Juni 1955

Rumah Sakit Jiwa untuk caleg

OPINI | 23 March 2009 | 04:08 Dibaca: 361   Komentar: 10   0

Pengelola Rumah Sakit Jiwa Solo telah melakukan upaya antisipasi adanya peningkatan jumlah pasien sakit jiwa beberapa bulan kedepan, dengan menyiapkan ruangan khusus pasien mantan caleg.(sumber Metro TV 15 Maret 2009). Dalam tayangan diperlihatkan kesibukan petugas menata ruangan yang nampaknya sedikit berbeda dengan ruangan yang lain. Mungkin pertimbangan pengelola, walaupun sama –sama sakit jiwa pasien dari mantan caleg harus diperlakukan khusus. Dari sisi tarip dijelaskan cukup bersahabat dengan kantong mantan caleg yang sudah terkuras oleh kampanye.

Antisipasi ini tentu tidak muncul begitu saja tanpa perhitungan dan analisa terhadap beberapa faktor , antara lain data historis pasien yang masuk Rumah Sakit Jiwa pasca pemilu 2004. Mungkin pihak rumah sakit jiwa Solo punya data pasien dilihat dari penyebab penyakit kejiwaan dalam berbagai tingkatan atau stadium. Salah satu penyebab yang dominan adalah gagal nyaleg.

Menurut para ahli, bahwa gangguan kejiwaan muncul karena adanya tekanan /beban kehidupan yang tidak mampu dihadapi atau tidak menemukan jalan keluar . Beban itu bisa karena kegagalan dalam bisnis misal jatuh miskin secara tiba-tiba , cita-cita kandas , cinta ditolak , kehilangan seorang yang dicintai , atau menyaksikan peristiwa yang luar biasa dan lain-lain. Masing –masing orang punya daya tahan yang berbeda menghadapi beban tersebut.

Saya teringat pada waktu peristiwa rusuh Sampit pada tahun 2001 yang lalu. Banyak ibu-ibu rumah tangga yang terpaksa dirawat di rumah sakit jiwa akibat mengalami gangguan kejiwaan. Gejalanya tidak bisa tidur, histeris , takut keluar rumah .Penyebabnya adalah pada saat rusuh tersebut ,ia secara tidak sengaja melihat sendiri tetangganya digorok secara sadis. Iwanya tergoncang dan tidak mampu menetralisirnya.

Dalam kasus caleg juga ada cerita teman di Bandung , tetangganya seorang guru nekad berhenti jadi guru ikut nyaleg pada Pemilu 2004 lalu. Untuk biaya nyaleg ia rela mengorbankan , sawahnya , pinjam uang di Bank dengan jaminan rumah hak milik satu-satunya. Setelah perhitungan suara akhir ia gagal untuk mendapat kursi di DPRD yang di angan angankannya selama ini. Jadilah ia mengalami depresi berat limbung , hilang rasa percaya diri, merasa tidak berguna , malu , ngoceh tidak karuan, masih untung isterinya juga bekerja.

Kenapa caleg yang gagal berpotensi mengalami gangguan kejiwaan. Menurut saya karena lemahnya daya tahan mental menghadapi tekanan . Daya tahan ini bisa jadi faktor bawaan masing-masing , dan pengalaman hidup . Kedua faktor motivasinya untuk menjadi caleg.

Motivasi caleg untuk nyaleg secara sederhana bisa dibagi dua .Pertama motivasi materi / bisnis ,mencari pekerjaan, karena daya tarik kehidupan selebiritis legislator ini cukup tinggi. Honor tunjangan , uang rapat , uang ini uang itu serta serta status terhormat. Caleg dari golongan ini biasanya berasal dari golongan ekonomi yang biasa-biasa saja , menjadi legislator dengan harapan bisa mengkatrol status ekonomi.

Motivasi yang lain adalah , untuk memperjuangkan suatu ideologi atau prinsip tertentu yang diyakini. Caleg dari golongan ini lebih tahan terhadap tekanan mental akibat kegagalan . Contoh bisa kita lihat tokoh pejuang seperti Soekarno dan Muhammad Hatta. Dalam memperjuangkan prinsip memerdekakan bangsa mereka terpaksa rela hidup ditanahan. Dalam menghadapi tekanan semacam itu malah mereka semakin kuat.Contoh lain Buya Hamka, malah di tahanan melahirkan tafsir Al Qur.an. Secara fisik mereka ditekan tetapi jiwa mereka tidak. Mungkin inilah ciri negarawan asli. Legislator juga seharusnya memiliki jiwa negarawan, karena mereka memiliki misi memperjuangkan nasip rakyat bukan hanya nasip mereka. Kalau legislator tidak memiliki jiwa negarawan kita lihat saja ,kalau ia berhasil duduk di Senayan tidak lama duduk di balik jeruji besi. Kalau gagal jadi legislator lalu menginap di Rumah Sakit Jiwa .

Nah sekarang ,saudara-saudara para caleg yang terhormat, mungkin perlu periksa kembali motivasi anda , dan daya tahan mental anda kalau gagal. Kalau ternyata motivasi anda berpotensi sakit jiwa ,ada dua pilihan ,mundur kalau masih sempat , atau perbaiki motivasi / misi anda . Rumuskan motivasi /misi yang lebih luas dengan dasar prinsip yang kuat dan betul keluar dari nurani, tidak sekedar slogan-slogan murah tanpa makna. Gagal jadi caleg bukan berarti berhenti memperjuangkan suatu prinsip walaupun medannya tidak di gedung Parlemen. Atau bergabung dengan PJM (Partai Jenggot Melambai nya Pak Nurtjahjadi.) maaf Pak Nur partainya saya promosikan.

Boleh setuju ,boleh tidak,boleh ngga dibaca , e’la dia i nanggap” ( bahasa Dayak “ jangan tidak ditanggapi ).

Wassalam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Nangkring Bareng Pertamina …

Maria Margaretha | | 29 August 2014 | 23:37

“Curhat Jokowi Kelelep BBM dan Kena …

Suhindro Wibisono | | 29 August 2014 | 16:40

Jose Mujica, Dihormati Meskipun Tidak Punya …

Putu Djuanta | | 29 August 2014 | 14:30

Kompasiana Nangkring bareng Sun Life: Kenapa …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 12:58

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

Jogja Terhina, France Tidak Perlu Minta Maaf …

Nasakti On | 5 jam lalu

Rising Star Indonesia, ‘Ternoda’ …

Samandayu | 5 jam lalu

Yogya, Kamar Kos, dan Segarnya Es Krim Rujak …

Wahyuni Susilowati | 9 jam lalu

Doa untuk Mas Vik …

Aiman Witjaksono | 12 jam lalu

Kejadian di SPBU yang Bikin Emosi… …

Ryan M. | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Gojlokan Dian Kelana, Membuatku Kecanduan …

Seneng Utami | 7 jam lalu

Tentang Aktivis Mahasiswa …

Ardiabara Ihsan | 8 jam lalu

Mendahului Perubahan …

Ardiabara Ihsan | 8 jam lalu

Emak, Izinkan Aku Ikut Demo …

Fitria Yusrifa | 9 jam lalu

Insiden Heroik 19 September 1945 …

Www.parikanedansuro... | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: