Back to Kompasiana
Artikel

Umum

Astree Hawa

Change world with love

Caleg DPR RI dari Golkar Meninggal Setelah Kampanye

OPINI | 27 March 2009 | 15:34 Dibaca: 529   Komentar: 3   0

Di pagi yang cerah, masyarakat Kab Kuningan dikejutkan kabar meninggalnya H Yusuf Sukardi, SE, MM., putra mendiang H Mashud Wisnusaputra (almarhum) juga tokoh pembangunan Jawa Barat. Betapa tidak terkejut sebab Kamis, kemarin (26/3) ia masih melakukan kampanye sebagai calon legislatif (Caleg) DPR RI dari Partai Golkar daerah pemilihan (Dapil) X Jawa Barat, Kab Kuningan, Kota Banjar dan Ciamis, Jum’at (27/3).

H Yusuf Sukardi, merupakan tokoh muda Kab Kuningan yang malang melintang di tingkat nasional. Diharapkan banyak elemen mampu membawa nama harum Kab Kuningan seperti almarhum orang tuanya. Tahun 2008, saat pemilihan kepala daerah (Pilkada), ia digadang-gadang jadi Bupati Kuningan. Namun niatan itu diurungkan karena tidak mendapat restu H Mashud Wisnusaputra.

Meninggalnya H Yusuf Sukardi hampir beriringan, sebab H Mashud Wisnusaputra Oktober lalu telah terlebih dahulu menghadap Allah YME. Ia selama ini, memberikan kontribusi positif terhadap kehidupan sosial masyarakat di Kab Kuningan. Hal itu dilakukannya merupakan kelanjutan tradisi almarhum Bapaknya yang sudah melaksanakan sejak Tahun 70-an.

Kepedulian H Yusuf Sukardi terhadap masyarakat kurang mampu, dibuktikan dengan malakukan rehab rumah. Bagi pelajar mulai SD, SMP dan SMA memberikan bantuan beasiswa. Namun beasiswa bagi SD dan SMP dihentikan karena sudah ada bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah. Beasiswa itu pun dialihkan ke mahasiswa dan SMA.

Selain itu, ia pun tercatat sebagai dewan penyantun sekolah tinggi agama islam (STAI) Al Ihya Cigugur-Kuningan dan Universitas Kuningan (Uniku). Ia sebagai tokoh yang memiliki sifat keteladanan. Kendati termasuk orang pendiam, namun kreatifitasnya cukup mumpuni. Begitu pun di bidang kesusastraan dia tergolong produktif dengan membuat cerita bersambung di salah satu koran regional.

Sikapnya lemah lembut ke setiap orang. Tidak jarang ketika pula ke kampung halamannya di Kel Sengkahan Kec/Kab Kuningan harus melayani masyarakat sekitar. Juga dari daerah lain yang berkunjung ke kediamannya. Meski kesibukannya sebagai putra mahkota kerajaan bisnis H Mashud Wisnusaputra. Mulai dari properti sampai pengadaan alutsita dia kendalikan.

Keberhasilan yang dia raih, masih menyisakan dua cita-citanya sebagai manusia belum dikabulkan. Diantaranya, membangun sekolah bertaraf internasional di Kab Kuningan untuk masyarakat kurang mampu. Juga menjadi anggota DPR RI, seperti pemilu tahun sebelumnya selalu meraup suara terbanyak namun kandas karena masih menggunakan sistim proporsional.

H Yusuf Sukardi, selepas kampanye di Kab Ciamis mengeluhkan terkena diare dan demam. Langsung dilarikan ke rumah sakit EL Syifa di jalan RE Martadinata Kab Kuningan. Pukul 1.00 dini hari masih sempat berbincang-bincang dengan suster di rumah sakit tersebut. Selain kontrol juga hendak diganti spreinya. Tidak ada keluhan apa-apa. Hanya suhu badannya meninggi.

Pukul 3.20 wib, H Yusuf Sukardi menghembuskan nafas terakhirnya. Ia meninggalkan seorang istri Nani dan tiga putra dan pukul 14.00 akan dikuburkan di tempat pemakaman umum (TPU) Kelurahan Sengkahan, tidak dibawa ke Jakarta atau Bogor. Pada kesempatan itu hadir pula Bupati Kuningan, H Aang Hamid Suganda. H Agus Gurlaya Kartasasmita tokoh nasional juga Caleg. Hj Maryamah anggota DPR RI bersama suami Nugraha Besoes sekretaris jendral (Sekjen) PSSI.***

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 5 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 6 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 6 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 10 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Tips COD (Cash on Delivery) an untuk Penjual …

Zanno | 11 jam lalu

DICKY, Si Chef Keren dan Belagu IV: Kenapa …

Daniel Hok Lay | 11 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 12 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 12 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: