Back to Kompasiana
Artikel

Umum

10 Alasan Mengapa Harus Golput

OPINI | 17 April 2009 | 01:57 Dibaca: 401   Komentar: 4   0

Golput dituding tidak bertanggung jawab. Golput di katakana tidak memikirkan nasib bangsanya. Mengapa? Bukankah Golput juga hak politik untuk tidak berpolitik. Hak memilih untuk tidak memilih. Nah ini ada 10 alasan mengapa kita harus Golput..

Di Negara Maju, seperti Amerika dan Eropa, angka Golput (baca pemilih terdidik yang tidak menggunakan hak pilihnya) cukup besar, sehingga partisipasi warga dalam pemilu hanya sekitar 65 - 75% saja. Itupun sudah dikatakan fenomenal. Parstisipasi yang fantastis..

Mengapa di Indonesia Golput seperti barang tabu. Di anjurkan untuk tidak dilakukan, dll. Dari hasil pengamatan kami, ada 10 alasan mengapa masyarakat harus Golput (antara lain loch), yaitu :.

  1. Terbatasnya lapangan pekerjaan, sehingga kompetisi antar warga demikian ketat
  2. Jumlah pengangguran yang relatif tinggi, sehingga atraksi dan kriminasi sosial menjadi gangguan yang harus di waspadai.
  3. Biaya hidup yang semakin tinggi, khususnya di kota - kota besa. Banyak masyarakat yang ter-eliminasi, sehingga pendapatan riel menjadi sangat berkurang.
  4. Harga - harga, terutama sembako yang cenderung naik. Akibatnya banyak masyarakat yang mengganti makanan kebutuhan pokoknya dari beras ke ketela, dari nasi ke singkong rebus
  5. PHK yang mulai menggejala akibat krisis ekonomi Global
  6. Kredit macet di perbankan yang masih cukup tinggi dan menjadi beban ekonomi Negara
  7. Utang Negara yang belum terlunasi
  8. Utang Motor yang terus di kejar oleh Debt Collector
  9. Utang Pribadi yang sudah tidak di percaya oleh tetangga
  10. Kartu Kredit yang sudah habis limitnya, tapi kebutuhan belum juga tercukupi.

Nah dari 10 alasan tersebut, akhirnya masyarakat gerah, kecewa dan wow….lagi - lagi mengharapkan bantuan pemerintah secara langsung, instant dan sim salabim..

Gak heran khan klo BLT di serbu warga, meskipun Megawati mengecam. Jangan gundah bila warga meminta di masukan dalam kelas miskin untuk mendapatkan fasilitas kesehatan gratis dan bantuan zakat….hehehehe..

Akhirnya mereka memang GOLPUT. Golongan Penunggu Uang Tunai. Golongan Penadah Uang Tunai. Golongan Penerima Uang Tunai…hehehehe.

Banyak Khan yang sengaja menjadi miskin hanya untuk mendapatkan BLT, Kesmas gratis, dll…..

Menyedeihkan, atau menggembirakan atau justru kecerdikan…..silakan menafsirkan masing-masing.

Salam ukhuwah elha 17.04.2009

Pengamat sosial pinggiran

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Revolusi dari Desa di Perbatasan …

Pepih Nugraha | | 23 October 2014 | 12:52

Sakitnya Tuh di Sini, Pak Jokowi… …

Firda Puri Agustine | | 23 October 2014 | 09:45

[BALIKPAPAN] Daftar Online Nangkring bersama …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 11:00

Pertolongan Kecelakaan yang Tepat …

M. Fachreza Ardiant... | | 23 October 2014 | 10:23

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Acara Soimah Menelan Korban …

Dean Ridone | 6 jam lalu

Dua Cewek Kakak-Adik Pengidap HIV/AIDS di …

Syaiful W. Harahap | 7 jam lalu

Singkirkan Imin, Jokowi Pinjam Tangan KPK? …

Mohamadfi Khusaeni | 8 jam lalu

Pembunuhan Bule oleh Istrinya di Bali …

Ifani | 8 jam lalu

Ketua Tim Transisi Mendapat Rapor Merah dari …

Jefri Hidayat | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Pak Presiden, Kok Sederhana Banget, Sih! …

Fitri Restiana | 7 jam lalu

Menunggu Hasil Seleksi Dirut PDAM Kota …

Panji Kusuma | 7 jam lalu

Penghubung Komisi Yudisial Jawa Tengah …

Muhammad Farhan | 8 jam lalu

‘Jokowi Efect’ Nggak Ngefek, …

Handarbeni Hambegja... | 8 jam lalu

Kisah Lebai Malang Nan Bimbang …

Hendi Setiawan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: