Back to Kompasiana
Artikel

Umum

Beda - Agama ?!

OPINI | 21 April 2009 | 03:05    Dibaca: 392   Komentar: 8   0

agamis

Artikel ini bukan untuk diperdebatkan namun untuk direnungkan secara masing-masing substansinya. Tulisan ini bicara tentang semakin menipisnya kesadaran setiap orang Indonesia untuk mau menghormati , menghargai dan berperilaku ‘baik’ sebagaimana paradigma lingkungan para pendahulu mengajarkan.

Ajaran agama , apapun nama dan bentuknya pada hakekatnya adalah “wahyu” yang diturunkan dari langit .. yang kemudian ditulis-dicatat dalam Kitab-Kitab suci masing-masing bukunya . Kitab-Kitab tersebut menjadi rujukan serta panduan bagi masyarakat setempat agar dihayati , dimaknai serta diimplementasikan secara lahir dan bathin . Tujuannya tentu tak lain dan tak bukan adalah terwujudnya komunal masyarakat yang beradab dalam artian luas menghormati hak-hak hidup sesama makhluk-makhluk ciptaan-Nya .

Proses pengajaran nilai-nilai agamis tersebut bisa kita klasifikasi sebagai sebuah proses bergulirnya suatu kebudayaan . Proses budaya yang kokoh dan berhasil mengayomi kesejahteraan hidup masyarakat setempat tersebut , kemudian dipahami sebagai Kultur yang sangat dihormati dan di-taati . Simplifikasi saya adalah bahwa masing-masing kultur tentu memiliki etika tata-nilai sesuai kebutuhannya sendiri , tentang mana yang baik dan mana yang secara spesifik harus dihindari. Pada titik tersebut … kita sudah memasuki ranah budaya (lokal) secara spesifik pula .

Inti dari Ajaran Agama pada hakekatnya sama dan tak ada yang berbeda , sejauh manusia meyakini bahwa Tuhan , Allah Yang Maha Esa adalah Satu dan tiada ada dua-nya.

Menjadi pertanyaan yang harus kita jawab , ketika orang taat menghormati ajaran agamanya secara intens (perilaku budaya) . Namun disisi yang berbeda mereka tak mengabaikan Kultur-budaya lokalnya sendiri , dimana ajaran agama yang mereka yakini berproses dan metamorfosis dengan cara yang sama.

Yockie Suryo Prayogo’s Notes

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Asyiknya Jadi Selebriti di Tanzania …

Taufikuieks | | 30 May 2015 | 13:47

Menyiapkan Keluarga untuk Menyambut Ramadhan …

Cahyadi Takariawan | | 30 May 2015 | 13:09

Kirim Review Blogshop bersama JNE Anda dan …

Kompasiana | | 10 April 2015 | 15:13

Catatanku di Eropa: Pungutan Kuliah? No! …

Dyah Rahmasari | | 30 May 2015 | 04:59

Kompasiana-”Dayakan Indonesia” …

Kompasiana | | 11 May 2015 | 17:09


TRENDING ARTICLES

Gagasan Khilaf Khilafah …

Iqbal Kholidi | 9 jam lalu

Salah Membaca Gestur, Calon Doktor Itu …

Muhammad Armand | 10 jam lalu

Berkat Jokowi Rakyat Indonesia Semakin Kuat …

Stefanus Toni A.k.a... | 11 jam lalu

Jika Ibu Kota Dipindah ke Palangka Raya! …

Jimmy Haryanto | 13 jam lalu

Buku Kontroversial: Akulah Istri Teroris …

Muthiah Alhasany | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: