Kompasiana
Rabu, 08 Pebruari 2012

Umum

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Arul

aRuL seorang blogger yang ngeblog di www.asruldinazis.wordpress.com

Rakyat Semakin Melek Politik

OPINI | 30 April 2009 | 06:30 487 2 Nihil

Pertarungan di kancah politik antar tokoh politik negeri ini akhir-akhir ini semakin seru, dan sebentar lagi akan menunjukkan hasil yang tentunya bermuara pada kesepakatan koalisi antar partai. Apakah sampai pada pembahasan pasangan capres-cawapres ataukah hanya sebatas kebijakan-kebijakan koalisi untuk memperbaiki bangsa.

Pembahasan dan analisis politik para pakar juga semakin tajam diungkapkan di media visual maupun di media cetak, saling melemparkan pandangan dan perkiraan tentang koalisi, maupun konflik yang terjadi antar partai maupun internal partai itu sendiri. Siapa calon wapres yang pantas buat SBY? Siapkah JK maju menjadi capres dengan kondisi koalisi sekarang ini? Apakah Megawati tetap maju menjadi capres? Siapakah calon wapres JK dan Megawati kalau begitu? Yah semua pertanyaan yang ujung-ujungnya belum ada jawabnya senantiasa dijawab dengan analisis para pengamat politik negeri ini. Disajikan dengan data survey sehingga analisisnya akan semakin kuat dan berbobot.

Bahwa di kompasianapun tulisan tentang politik terkait pileg dan pilpres 2009 menjadi pembahasan yang ramai dan hangat sehingga tulisan politik ini menjadi dominan di rubrik kompasiana. Yah karena disukai dan memang lagi menjadi pembicaraan setiap orang, terutama bangsa ini.

Dan akhirnya semuapun ikut larut, rakyat Indonesia terjun sebagai pemerhati politik yang sebelumnya awam tentang politik, tiba-tiba sudah mengetahui pimpinan partai sampai kepada calon legislatif masing-masing daerah. Yang sebelumnya hanya bermain catur, namun sekarang mengibaratkan para pemimpin-pemimpin kita sedang mempermainkan buah catur, untuk melakukan skak. Rakyat juga mengerti siapa yang sedang bermain, siapa yang bijak, siapa yang terlihat tidak cocok sebagai pemimpin bangsa ini.

Pun rakyat kecil ikut berdebat, ikut menganalisis semua kemungkinan-kemungkinan arah politik bangsa ini kedepan. Sampai juga ada yang bertaruh siapa yang akan menjadi pemimpin bangsa ini kelak. Mereka bukan anggota partai tertentu, mereka juga bukan simpatisan partai tertentu. Mereka hanya sekelompok rakyat yang semakin melek politik.

Kalau dulu hanya ibu-ibunya aja suka nongkrong dan ngerumpi ria bareng, sekarang bapak-bapak ikut pula ngerumpi yang lebih berbobot tentang negeri ini, yah tentang percaturan politik di tingkat atas. Membahas dari yang umum sampai ke detail permasalahan internal partai pun ikut diperdebatkan dengan secangkir kopi panas.

Karena itu , selayaknya kita berterima kasih kepada para pemimpin kita, sudah memberikan permainan konflik politik mereka, sehingga rakyat menjadi melek politik. Semakin baik permainan politik yang diberikan akan semakin dinilai oleh masyarakat semakin baik. Namun kalau permainan politiknya buruk, siap-siap dicap politikus buruk dan bakalan tergerus dari pemilihan.

Untuk pemilihan presiden RI 2009, rakyat akan semakin paham siapa yang pantas dan layak untuk dicontreng untuk menjadi pemimpin mereka 5 tahun mendatang, walaupun dengan bugdet kampanye yang besar, rakyatpun tahu siapa pemimpin yang bisa membawa kesuksesan bagi rakyat Indonesia.

Kalau anda, sudah sering menganalisis peta perpolitikan negara ini bukan?


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


    CINTA PERTAMA

    Bulan Februari adalah bulan cinta. Begitu kurang lebih yang dirayakan para kawula muda setiap bulan


SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar RSS
KOMPAS.com
© 2008 – 2012