Back to Kompasiana
Artikel

Umum

Jusuf Kalla

Wakil Presiden RI (2004-2009), Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia selengkapnya

Fastabiqul khairat=Lebih Cepat Lebih Baik !

OPINI | 12 May 2009 | 16:10 Dibaca: 14573   Komentar: 92   0

Bagi Anda yang beragama Islam, khususnya lagi warga Muhammadiyah tentunya sangat akrab dengan kalimat “Fastabiqul khairat” yang merupakan Motto dari organisasi Muhammadiyah. Fastabiqul khairat secara Harfiah memiliki arti berlomba-lomba dalam kebaikan. Manusia diperintahkan untuk berlomba dalam berbuat kebajikan terhadap manusia dan alam sekitarnya. Dalam Islam, istilah fastabiqul khairat ini merujuk pada surat al-Maidah, ayat 2: “Dan tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan takwa dan janganlah kalian tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan”.  Juga dalam Surah  Al-Baqarah ayat 148: “Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan”.

 

Dan Sebagian dari anda tentu sudah mengetahui apa yang menjadi motto dari pasangan JK- WIN ”semuanya harus dilaksanakan secara lebih cepat dan lebih baik dengan hati Nurani”. Ini persis sama dengan motto Muhammadiyah yang selalu dikutip dari Al-qur’an fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan. . Yang namanya berlomba-lomba itu berarti siapa lebih cepat, dan khairat itu berarti lebih baik. Jadi memang ada kebetulan di sini. Lebih Cepat Lebih Baik itu bisa diartikan Fastabiqul Khairat.

 

Yang namanya kebaikan tidak boleh ditunda pelaksanaannya, karena menunggu adalah pekerjaan yang sangta membosankan. Tentu anda pernah merasakan bagaimana lamanya mengurus KTP, atau mengurus izin yang bisa memakan waktu berbulan bulan. Itu semua harus diperbaiki. Dalam hadis Nabi menyatakan bahwa : Hari ini, Harus Lebih baik daripada hari kemarin, dan Hari Esok harus lebih Baik daripada Hari ini. Jadi pernyataan saya mengenai bahwa JK-Win bisa lebih cepat lebih baik adalah bukan merupakan tindakan Takabur. Karena Berbuat lebih Cepat dan Lebih Baik Dengan Hati Nurani adalah merupakan Tuntunan Agama.

 

Lalu timbul pertanyaan, apa yang menjadi visi utama dari pasangan JK-Win,  Revitalisasi karakter bangsa. Itu sangat penting karena bangsa ini sudah lama merdeka dan sudah saatnya harus bisa mandiri. kemandirian yang dilandasi oleh  kesejahteraan bangsa untuk kemakmuran secara merata, dan jangan kemakmuran bangsa ini hanya dinikmati oleh sebagaian orang, ia harus dinikmati secara merata agar seluruh masyarakat itu harus ditingkatkan potensinya dan dengan potensi itu akan bisa menciptakan kemandirian bangsa.

 

Lalu apa yang akan menjadi nilai tawar kami ? maka saya mengatakan bahwa kami mempertaruhkan suatu kepemimpinan, termasuk figur, style dan tata caranya. Kami yakin bahwa leadership itu akan mampu mempercepat daripada pengembangan potensi-potensi bangsa yang sedang kami perjuangkan. Terus apa yang kita ingin capai? yaitu mencapai pertumbuhan yang merata sehingga menciptakan kemandirian bangsa.

 

Dan saya rasa sebagahagian anda sudah mengetahui, untuk mencapai hal tersebut, adalah bagaimana saya berusaha untuk memcacu produksi nasional, Bagaimana pak Fahmi Menteri Perindustrian yang harus saya Razia terus sepatunya dan akhirnya dia membagikan sepatu buatan dalam negeri kepada orang lain, ini hanya satu contoh kecil saja. Masih banyak lagi hal lain, seperti usaha saya untuk tetap mempertahankan Blok Natuna agar jangan lagi dikasi ke pihak Asing dalam hal ini EXXON, namun harus dikelola langsung oleh Pertamina, namun belakangan sayang sekali hal tersebut lepas dari tangan kita dan kembali ke pihak asing. Ini terjadi  karena wewenang sudah tidak lagi di bawah kontrol saya. Dan saya yakin apabila saya menjabat sebagai Presiden saya tentu akan mempunyai wewenang yang lebih luas lagi, untuk dapat saya gunakan dalam membela kepentingan bangsa ini.

 

Dan saya juga yakin bahwa bangsa ini terlalu mampu untuk bisa mengelola sumber dayanya sendiri, namun kita selalu kurang yakin dan selalu menganggap Asing lebih mampu daripada kita, padahal bagaimana kita tahu kita bisa atau tidak kalau kita tidak pernah mencobanya. Bangsa ini tidak boleh tergantung pada Asing, KITA HARUS MANDIRI SECARA LEBIH CEPAT DAN LEBIH BAIK YANG SENANTIASA DILANDASI OLEH KEMULIAAN HATI NURANI

 

 

 

 

 

 

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bukti Nyata Power Sosial Media; Jonan, Ahok, …

Prayitno Ramelan | | 23 November 2014 | 10:59

Curhat Kang Emil pada Ko Ahok di …

Posma Siahaan | | 23 November 2014 | 16:12

Menikmati Kompasianival 2014 Lewat Live …

Gaganawati | | 23 November 2014 | 06:26

Saliman, Buruh Biasa yang Cepat Tangkap …

Topik Irawan | | 23 November 2014 | 16:44

Maksimalkan Potensi Diri dan Gerak Lebih …

Kompasiana | | 21 November 2014 | 12:11


TRENDING ARTICLES

Menampar SBY dengan Kebijakan Jokowi …

Sowi Muhammad | 7 jam lalu

Dengan Interpelasi, Jokowi Tidak Bisa …

Ibnu Purna | 7 jam lalu

Rangkuman Liputan Acara Kompasianival Akbar …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Kenaikan Harga BBM, Pandangan di Kalangan …

Indartomatnur | 8 jam lalu

Pak Jokowi Rasa Surya Paloh …

Bedjo Slamet | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Tak Sering Disorot Kamera Media, Kerja Nyata …

Topik Irawan | 7 jam lalu

Siasat Perangi KKN Otonomi Daerah …

Vincent Fabian Thom... | 7 jam lalu

Pancasila : Akhir Pencarian Jati Diri Kaum …

Vincent Fabian Thom... | 7 jam lalu

Hebohnya yang Photo Bareng Pak Ahok di …

Fey Down | 8 jam lalu

Naga Tidur Mengintai …

. Ibsah | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: