Back to Kompasiana
Artikel

Umum

Ghifi

I am glad that I have wonderful friends around me who always make me smile selengkapnya

Ekonomi Kerakyatan? Sebuah Ide Mulia atau Gimmick Semata?

OPINI | 19 May 2009 | 14:00 Dibaca: 479   Komentar: 2   0

Assalammu’alaikum wr. wb.

Sekarang ini istilah ekonomi kerakyatan tiba-tiba menjadi berita-berita di surat kabar dan televisi terutama ketika calon pemimpin baru akan dipilih oleh rakyat.  Rakyat disuguhi dengan konsep-konsep yang barangkali rakyat sendiri tidak begitu paham dan mengerti.  Calon pemimpin sepertinya menjual konsep yang akan membuat rakyat termagnet untuk memberikan suaranya pada pemilu mendatang.

Harus mulai dari mana?732_image_sewing_verticalB

Kecuali incumbent, pemimpin baru harus mulai dari mana, karena konsep pengentasan kemiskinan, atau sustainable development bukanlah hal yang mudah.  Banyak hal yang musti dipikirkan apakah pendekatan pertumbuhan ekonomi, atau Good Governance (tata kelola yang baik), penghapusan sebagian hutang, substitusi impor dengan produksi dalam negeri dan membangun industri ekspor, micro loan (pinjaman mikro), kepemilikan lahan, pemberdayaan wanita (terutama keluarga miskin), skema perdagangan yang tidak memihak (fair trade), bantuan untuk pengembangan (development aid).

Tidak ada salah dan benar untuk membuat program pengentasan kemiskinan atau ekonomi kerakyatan, namun tentunya ada imbas dalam setiap pengambilan keputusan di dalam sebuah pemerintahan, mengingat waktu yang diberikan hanya 5 tahun, dan menurut pengalaman pemerintah yang efektif hanya bisa berjalan sekitar 4 tahun, karena tahun ke-5 disibukkan dengan pesta demokrasi.

Tentunya pemerintah dalam mengambil keputusan akan memilih solusi yang paling efektif dalam mengentaskan kemiskinan.  Pemerintah incumbent sudah punya modal yaitu melalui good governance, karena bisa jadi good governance merupakan modal dasar yang memungkinkan ekonomi trickle down (ekonomi berbasiskan pertumbuhan) bisa berjalan (model ekonomi yang dijadikan pijakan oleh partai Republikan di Amerika Serikat, dan mungkin di Indonesia oleh salah satu partai besar pemenang pemilu 2009).

Membahas mengenai program pengentasan kemiskinan memang sangat menarik, karena banyak cara bisa ditempuh, seperti salama ini melalui pembiayaan mikro, namun apakah skema yang selama ini berlaku di Indonesia apakah sudah berhasil mengentaskan kemiskinan di Indonesia? Masih menjadi pertanyaan besar.  Atau program lain seperti skema grameen bank yang berlaku di Bangladesh yang notabene memberdayakan perempuan miskin?  Apakah berhasil mengentaskan kemiskinan atau malah menimbulkan ketergantungan terhadap pinjaman ini? Bisa saja skema pinjaman mikro malah menggantikan dana-dana sosial (public safety net) yang seharusnya digunakan untuk pendidikan, kesehatan sekarang diarahkan menjadi pinjaman mikro.

Seperti sudah penulis tandaskan di depan, tidak ada pilihan yang benar dan salah, yang ada adalah imbas terhadap pilihan yang diambil karena bisa jadi pemimpin mengambil jalan pintas untuk mengentaskan kemiskinan guna mengakali angka-angka statistik semata.Microcredit_Timoho-fertilizing-method-workshop

Kita lihat ke depan apakah pemimpin baru atau pemimpin incumbent yang terpilih kembali akan merubah konsep berpikir dalam menyelamatkan ekonomi melalui pengentasan kemiskinan?  Bagaimana menurut Anda?

Wallahua’lam bi showaab

Insya Allah Bersambung

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | | 25 October 2014 | 12:30

Bertualang dalam Lukisan Affandi …

Yasmin Shabrina | | 25 October 2014 | 07:50

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 11 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 12 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: