Back to Kompasiana
Artikel

Umum

Rudiesape

sekarang lagi kontrak jadi TKI di Kuala Lumpur, Malaysia sebelunya cari makan diJakarta istri ikut ke Kuala selengkapnya

Astro Awani : Ambalat dan Hubungan Malaysia - Indonesia

OPINI | 16 June 2009 | 23:00 Dibaca: 925   Komentar: 11   0

Pukul 9.00 malam, Selasa, 16 Juni 2009, waktu Malaysia, saluran Awani TV Astro pada acara Sudut Pandang, yang disiarkan secara langsung selama 30 menit, dibicarakan mengenai Ambalat, dengan tamu Prof, Madya Ruhanas Harun dari University Malaya dan Bantarto Bandoro dari Uninersitas Indonesia, melalui telpon, membahas mengenai Ambalat dan Hubungan Malaysia - Indonesia. Dalam acara tersebut kedua tamu Astro, tampak berhati hati dalam menjawab pertanyaan pembawa acara Nasrul Bahrin Harun yang juga tampak berhati hati dengan penuh konsentrasi memegang kertas bahan pertanyaan, yang akan diajukan, tidak seperti biasanya.

Baik Prof. Ruhanas Harun maupun Bantarto Bandoro, menyatakan diantara kedua pemerintah Indonesia dan Malaysia, sebenarnya tidak dapat dikatakan tidak ada maslah, tetapi antar pemerintah kedua negara dapat meredam dan berusaha untuk menyelesaikan masalah ambalat, namun yang dirasakan berat adalah memberikan pengertian kepada masyarakat kedua negara, terutama masyarakat Indonesia yang sudah terlanjur mencintai ambalat sedemikian rupa yang bersumber dari media, terutama dari media Indonesia , yang sememangnya sudah tidak dapat lagi diatur pemerintah, tidak seperti di malaysia, yang harus menunggu terlebih dahulu tanda boleh diberitakan, tegas Ruhanas Harun.

Prof. Madya Ruhanas Harun , sendiri tampaknya masih belum mengerti betul kenapa jadi ribut ribut ambalat, apalagi masyarakat Malaysia katanya, dia mencontohkan baik di Kuala Lumpur maupun di Sabah yang wilayahnya dekat dengan ambalat, jika dia tanya apakah tahu mengenai ambalat, mereka yang ditanya malah balik bertanya, apa itu ambalat dan dimana ambalat. Itu pertanda bahwa di Malaysia , secara umum katanya, kebanyakan orang , tidak tahu dan tidak ribut ribut soal ambalat. Sedangkan Bantarto, menyatakan kedua negara secara sadar mengerti kalau di blok ambalat kaya akan sumber daya alam, tidak hanyaminyak, sehingga persoalaan ambalat perlu diselesaika melalu dialog bukan dengan cara perang.

Demikan sekedar informasi mengenai ambalat di astro awani, kepada Bapak Bantarto Bandoro dan Prof, Madya Ruhanas Harun serta Astro, saya mohon maaf, apabila ada salah salah tangkap atau salah dengar, maklum siaran itu berjalan denga sangat cepat dan diselingi dengan iklan iklan. sekali lagi maaf apabila ada yang tidak berkenan, terimkasih.

Kuala Lumpur. 17 Juni 2009, pukul ,00.30 WS

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Satpol PP DKI Menggusur Lapak PKL Saat …

Maria Margaretha | | 31 July 2014 | 17:04

Menghakimi Media …

Fandi Sido | | 31 July 2014 | 11:41

Ke Candi; Ngapain Aja? …

Ikrom Zain | | 31 July 2014 | 16:00

Punya Pengalaman Kredit Mobil? Bagikan di …

Kompasiana | | 12 June 2014 | 14:56

Teman Saya Pernah Dideportasi di Bandara …

Enny Soepardjono | | 31 July 2014 | 09:25


TRENDING ARTICLES

Jangan Tulis Dulu Soal Wikileaks dan …

Bang Pilot | 7 jam lalu

Tipe Karyawan yang Perlu Diwaspadai di …

Henri Gontar | 11 jam lalu

Evaluasi LP Nusa Kambangan dan …

Sutomo Paguci | 11 jam lalu

Revolusi Mental Pegawai Sipil Pemerintah …

Herry B Sancoko | 15 jam lalu

Misteri Matinya Ketua DPRD Karawang …

Heddy Yusuf | 16 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: