Kompasiana
Rabu, 08 Pebruari 2012

Umum

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Arul

aRuL seorang blogger yang ngeblog di www.asruldinazis.wordpress.com

Debat Pilpres : SBY Tersenyum Atas Pernyataan JK

OPINI | 16 June 2009 | 19:20 1446 6 Nihil

Anda menyaksikan debat Capres yang disiarkan oleh TVOne Malam lalu (15/06/09)? Debat Capres tersebut terselenggara oleh Majelis Rektor Indonesia yang dipandu oleh Alfito Deannova untuk menguji para Calon Presiden RI yaitu Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Jusuf Kalla (JK) dalam ide dan pemikiran ke depan untuk masalah pendidikan.

Saya tidak mengikuti secara keseluruhan debat tersebut namun saya cukup bisa mengambil beberapa kesimpulan dari prespektif saya pribadi. Antara lain bahwa sejak dari awal debat terlihat kurang menarik jawaban-jawaban para capres, jawabannya rata-rata normatif, belum rill, belum sampai taraf bisa menyakinkan masyarakat siapa yg terbaik untuk dipilih. Belum cukup ilmiah dan tegas kalau saya mengatakan demikian karena yang memberikan pertanyaan tidak tanggung-tanggung para Rektor PTN Se Indonesia yang tidak diragukan kualitasnya. Status ketiga Calon tersebut sama saja.

Namun ada hal yang menarik ketika ketiga pasang calon ini ditanyai tentang pemerataan dan keadilan dalam pendidikan. Ketika JK menyampaikan prolog sebelum jawaban inti dari pertanyaan salah satu Rektor, yang disinggung tentang Pacitan dan Makassar yg memiliki angka pendidikan rendah, notabene JK dan SBY berasal dari kedua daerah itu.

JK berkelakar, “walaupun tingkat pendidikannya rendah di Pacitan, namun dari situ orang-orang hebat dihasilkan misalnya Pak SBY”. Agak lupa persis pernyataannya, tapi demikian sedikit konteks kalimat yang diutarakan oleh JK.

Hal ini membuat SBY terlihat tersenyum dan bahkan ketawa mendengar pujian dan sanjungan dari lawan politik di pilpres kali ini. Dan peserta debat dan undangan serta penonton TV pun ikut tersenyum mendengar ungkapan JK tersebut.

Nampaknya perlu lebih banyak kampanye politik saling memuji dalam pilpres kali ini, mengusir urat ketegangan-ketegangan kampanye yang telah diciptakan oleh para Calon Presiden maupun Calon Wakil Presiden, yang setiap ada moment dan permasalahan dijadikan komoditas politik renyah untuk digelontorkan ke masyarakat. Dengan adanya sikap saling menghargai pribadi maupun peran selama ini untuk bangsa, saya rasa rakyat akan bersimpati.

Bagaimana menurut anda?


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


    CINTA PERTAMA

    Bulan Februari adalah bulan cinta. Begitu kurang lebih yang dirayakan para kawula muda setiap bulan


SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar RSS
KOMPAS.com
© 2008 – 2012