Kompasiana
Jumat, 10 Pebruari 2012

Umum

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Bocahndeso

Seseorang pria yang bukan termasuk golongannya rakyat 'Jelita', hanya seorang rakyat 'Jelata' saja, yang suka iseng, yang suka mengisi waktu nganggurnya untuk menghibur dirinya dengan membaca dan menuliskan uneg-unegnya yang dipostingkan di blog komunitas : Kompasiana, Politikana, serta di milis-milis yahoogroups.com : Forum Pembaca Kompas, Mediacare, Media Umat, Ekonomi Nasional, PPI-India, Indonesia Rising, Nongkrong Bareng Bareng, Wartawan Indonesia, Zamanku, Eramuslim, Sabili, Mencintai Islam, Syiar Islam, dengan nickname rifkyprdn@yahoo.com

Resume Hot Issue di Hari Kemarin

OPINI | 19 June 2009 | 08:00 742 1 Nihil

Hari kemarin mungkin hari yang cukup panas, kebetulan juga tidak turun hujan, jadi suhu udara pantas jika dirasakan cukup panas. Demikian pula ‘suhu’ di ruang maya blog Kompasiana, menurut pengamatan saya itu terlihat dari pergeseran yang cukup cepat di peringkat kolom ‘Tulisan Terpopuler hari ini’, tak ada yang mampu bertahan sepanjang hari. Pagi sampai menjelang siang ada di peringkat pertama, siangnya sudah tergeser ke ketiga, sorenya sudah hilang dari kolom itu.

Kali ini akan coba saya resumekan isu-isu hari kemarin (tanggal 18 Juni 2009) yang menurut saya cukup panas beritanya, atau bisa dibilang cukup menarik perhatian sidang pembaca Kompasiana, khusus yang ada di postingan dari penulis di public blog.

I Love United States with all its faults. I consider it my second country” yang dipostingkan. ini intinya membahas mengenai perkataan yang pernah diucapkan SBY sebagai Menko Polkam pada saat berkunjung ke Amerika Serikat di tahun 2003 dihubungkan dengan  style dan setting kampanyenya yang ala Amerika Serikat. Postingan ini cukup menarik sehingga sampai dengan tulisan ini dibuat telah mencatat lebih dari 3.000 kali kunjungan pembaca.

Bau-bau Orba, Nih !di. Mendapatkan lebih dari 2.200 kali kunjungan pembaca. Postingan ini membahas perihal adanya kritikan terhadap pemimpin, koreksi terhadap kekurangan telah dianggap sebagai penghinaan, lalu apa makna demokrasi yang selama ini di gembar-gemborkan ?.

Tulisan berjudul “Kisah Tiga Jenderal”,  yang membahas pertarungan Prabowo-SBY-Wiranto dipanggung kompetisi Pilpres tahun ini. Judulnya menarik sehingga mendapat kunjungan pembaca sekitar 1.850 kali.

Berita seputaran kisah Manohara si jelita rupanya tetaplah selalu menarik para pembaca, postingan yang diberi judul “Bukan Hanya Mano, Memang Laki Laki Malaysia Suka Istri Perempuan Indonesia” masih mendapatkan perhatian lebih dari 1.750 pembaca.

SBY..Tidak Ada di TIME 100” merupakan postingan yang membahas bahwa ternyata SBY tidak ada dalam daftar nama tokoh 100 orang yang terpilih melalui vooting suara pembaca di majalah Time.  Kenyataan itu didapatkan penulisnya setelah yang bersangkutan mengunjungi page  ‘The 2009 TIME 100 Finalists’.  Tulisan yang dipostingkan ini dikunjungi oleh lebih dari 1.640 pembaca.

Wahai Kubu SBY, Tinggalkankah Aksi-Aksi Melodramatik !” mendapatkan lebih dari 1.400 pembaca ini membahas perihal Kampanye SBY – Boediono yang kurang menarik dan berbobot karena kurang menampilkan orientasi program, yang terlihat hanya sibuk mengcounter statemen-statemen lawan politiknya. Tulisan ini dapat dibaca di

Selanjutnya yang mendapatkan sekitar 1.250 pembaca adalah “JK Memang Paling Gaul, Tapi SBY Lebih Ngetop” tulisannya rullysyah yang ada di . ini membahas mengutarakan tentang JK yang lebih ditunggu bicaranya dibanding SBY maupun Mega, namun di searching internet masih kalah ngetop dibanding SBY.

Megawati, Mana Skripsimu ?” yang ditulis oleh yassa ini mendapatkan sekitar 1.220 kunjungan pembaca. Postingan ini memaparkan berita di Kompas dot com tentang Megawati dihubungkan dengan mahasiswanya yang bernama Megawati, namun ini ternyata bukan Megawati yang Capres. Tulisan ini ada di

Tulisan yang membahas mengenai latar belakang munculnya Gerakan Pilpres Satu Putaran Saja. Dimana gerakan itu ada dimungkinkan ada hubungannya dengan hasil survey yang melibatkan 12 ribu responden dengan hasilnya : Mega-Pro naik hingga mencapai di 22,76 %, SBY-Boediono terus turun hingga 48,38 %, dan JK-Win naik menanjak mencapai 28,86 %. Hasil ini menunjukkan tingkat popularitas SBY-Boediono yang terus merosot, untuk itu diperlukan tindakan ekstrem untuk mengerem kemerosotan itu dengan Gerakan Pilpres Satu Putaran Saja. Bahasan menarik ini berjudul “Gosip Satu Putaran Ala Denny” sampai saat tulisan ini dibuat telah mendapatkan kunjungan lebih dari 1.150 pembaca.

Majelis Dzikir Nurussalam SBY juga Membelot ?” adalah judul postingan yang memuat perihal berita Majelis Dzikir Nurussalam SBY  yang mengalihkan dukungan dari SBY Berbudi ke JK Wiranto. Tulisan yang dibaca oleh lebih dari 1.000 pembaca.

Sebenarnya masih banyak postingan lainya yang menarik, seperti “Bocoran Dari Cikeas ?” juga “Sang Incumbent Semakin Menuju Kekalahan….”  lalu “Butet dan Denny JA, the Real Superstars” selanjutnya “Nasib Naas KAMMI yang Anti-Neolib !” kemudian “SBY vs JK, Kepura-puraan vs Hati Nurani’ serta yang lainnya. Walau pokok bahasannya menarik namun tidak sampai 1.000 pembaca yang membaca postingan ini.

Diluar itu,di hari kemarin lusa juga ada postingan menarik berjudul “Operasi Inteligen Memenangkan SBY di Pilpres Putaran Pertama di . Tulisan yang mendapatkan 2.000 pembaca ini membahas perihal target yang ingin dicapai dari lembaga survey dalam membangun pencitraan agar Pilpres bisa berlangsung satu putaran saja itu adalah target ‘pemakluman’ yang diindikasikan dengan tudingan Mega. Bisa jadi militer akan melakukan operasi intelegen untuk memenangkan SBY di putaran pertama Pilpres, karena toh..tidak akan dipermasalahkan pada akhirnya, karena justifikasi kemenangan dari lembaga survey sebagai ‘pemakluman’ itu telah ada sebelumnya.

Semakin hari semakin banyak artikel di Kompasian yang menarik untuk dibaca, walau sulit untuk dapat membaca semuanya. Hal ini sangat mungkin bukan dikarenakan para pembaca Kompasiana tak tertarik, namun bisa jadi dikarenakan pergerakan artikel di headline yang sangat cepat dan dinamis, sehingga  kalau pembacanya tidak sering memeriksa Kompasiana maka akan bisa ketinggalan artikel-artikel yang menarik pokok bahasannya.

Mengutip dan menyadur penggalan kalimat dari postingan di My Post yang berjudul “Kewalahan Membaca Kompasiana”, maka persoalan seperti ini adalah happy problem, masalah besar tetapi menyenangkan. Masalah, karena pembacanya nggak bisa baca semua. Menyenangkan, karena semakin banyak penghuni rumah sehat ini sehingga Kompasiana makin luas, makin dalam, makin beragam. Seperti kita melihat kupu-kupu yang indah warna-warninya, dan semua orang ingin menikmati keindahannya itu.

Oleh karena itu, selamat membaca dan menikmati keindahan dari Nusantara ber-Bhineka Tunggal Ika yang tercermin dalam skala mini di Kompasiana.


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User



SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar RSS
KOMPAS.com
© 2008 – 2012