Umum
Lihat Profil    Jadikan teman    Kirim Pesan
Seseorang pria yang bukan termasuk golongannya rakyat 'Jelita', hanya seorang rakyat 'Jelata' saja, yang suka iseng, yang suka mengisi waktu nganggurnya untuk menghibur dirinya dengan membaca dan menuliskan uneg-unegnya yang dipostingkan di blog komunitas : Kompasiana, Politikana, serta di milis-milis yahoogroups.com : Forum Pembaca Kompas, Mediacare, Ekonomi Nasional, PPI-India, Indonesia Rising, Nongkrong Bareng Bareng, Wartawan Indonesia, Zamanku, Eramuslim, Sabili, Syiar Islam, dengan nickname rifkyprdn@yahoo.com
Amandemen UUD 1945 dan Revisi UU Pemilu 2014
Bocahndeso
|  17 Juli 2009  |  00:00
1940
3
1 dari 1 Kompasianer menilai Menarik.

Denny JA, walau bukan seorang praktisi politik praktis namun merupakan tokoh paling fenomental di jagad politik Indonesia. Gebrakan ‘Gerakan Satu Putaran’ yang digagasnya, telah sukses menenggelamkan tema-tema kampanye kandidat lainnya, dan berhasil menjadi ikon utama yang paling dominan dalam mempengaruhi opini publik di Pilpres 2009 kemarin, serta isu sederhana namun dikemas secra apik itu telah terbukti mempunyai andil yang besar dalam menentukan bulat dan lonjongnya hasil Pilpres.

Menyadari betapa dahsyat dampak dari kejelian gagasannya itu dalam membuka mata yang menyadarkan para pemilih Indonesia itu menjadikannya layak digelari sebagai “maestro pembentuk opini publik”. Dan, menjadi wajar saja jika kemudian PWI Jaya (Persatuan Wartawan Indonesia) pada tanggal 14 Juli 2009 telah memberikan penghargaan kepadanya sebagai “Newsmaker of The Election 2009”.

Berkenaan dengan talentanya Denny JA yang jeli dalam melihat celah peluang serta piawai dalam mensosialisasikan programnya serta membentuk dukungan opini publik bagi programnya itu, pada suatu kesempatan di bulan Mei 2009 yang lalu pernah mengutarakan mengenai program Revisi UU Pemilu 2014 dan Amandemen terhadap UUD 1945 yang telah di Amandemen.

Program itu diutarakannya pada saat yang bersamaan dengan deklarasi LSD (Lembaga Studi Demokrasi) yang dipimpin oleh dirinya. Pada kesempatan itu diutarakan pula misi dari lembaga ini adalah sebagai bagian dari masyarakat dan civil society dengan membawa misi mendukung terbentuknya Pemerintahan yang Kuat dan program Konsolidasi Demokrasi.

Denny JA, pada waktu itu, juga mengatakan bahwa jika terpilih pasangan SBY-Boediono diharapkan akan melakukan inisiatif agar sistem yang ada lebih kondusif bagi terbentuknya pemerintahan yang lebih kuat lagi. Ada dua hal yang bisa dilakukan untuk mencapai hal itu, yaitu pertama adalah dengan melakukan Amandemen UUD 45 agar pemerintahan menjadi lebih kuat lagi, dan kedua dengan melakukan Revisi atas UU Pemilu 2014 agar politik di parlemen akan lebih mudah dikelola.

Melihat reputasi Denny JA selama ini, maka apa yang disampaikannya itu sangat bisa jadi akan menjadi kenyataan yang mewujud dalam periode 2009-2014 ini.

Perihal rencana Revisi atas UU Pemilu 2014 dengan tujuan agar politik di parlemen akan lebih mudah dikelola, tentunya berkaitan dengan jumlah parpol yang berhak ada di parlemen. Salah satu caranya tentu dengan menaikan syarat parliamentary threshold (batas minimal partai yang dapat ke parlemen) menjadi lebih besar dari pada yang berlaku pada saat ini. Bisa jadi akan menjadi sebesar 7%, maka dengan begitu partai politik yang ada di parlemen tahun 2014-2019 menjadi jauh lebih daripada yang ada pada saat ini.

Lalu mengenai Amandemen terhadap UUD 1945 dengan tujuan agar pemerintahan menjadi lebih kuat lagi, tentunya berkaitan dengan penguatan kelembagaan berkaitan dengan posisi dari lembaga eksekutif atas lembaga legislatif.

Rasanya apa yang Denny JA sampaikan bahwa Amandeman terhadap UUD 1945 hanya sebatas dengan memberikan kepada DPD (Dewan Perwakilan Daerah) berupa hak legislatif saja, belum terlalu signifikan untuk mencapai tujuan agar pemerintahan (eksekutif) menjadi lebih kuat lagi.

Lalu kira-kira apa lagi yang harus dilakukan dalam rencana Amandemen terhadap UUD 1945 agar tercapai tujuan pemerintahan (eksekutif) menjadi lebih kuat lagi ?.

Denny JA, sebagai maestro politik Indonesia yang jeli melihat iklim dan cuaca serta peluang politik itu tentu lebih tahu apa kira-kira bentuk amandemen yang cocok dan tepat agar tercapai tujuan pemerintahan (eksekutif) menjadi lebih kuat lagi berkait dengan konsolidasi demokrasi.

Berkaitan dengan itu, diantara para pembaca sekalian, adakah yang mempunyai usulan mengenai bagaimana bentuk dan di bagian mana UUD 1945 perlu diamandemen lagi agar pemerintahan (eksekutif) menjadi lebih kuat lagi ?.

Wallahualambishshawab.

PS : Salah satu link referensi sumber beritanya dapat dibaca dengan mengklik disini .


Sebarkan Tulisan:
Tanggapan Tulisan
Bukti Hutagalung
17 Juli 2009 01:05
0

Terciptanya UUD 1945 sama dengan terbentuknya Negara RI dan Pemerintah yang diatur oleh UUD 1945 itu sendiri. UUD 1945, seyogianya tidak perlu diamandemen, tetapi untuk menyelenggarakan negara dan pemerintahan yang sesuai dengan perkembangan zaman, ciptakanlah UU, PP yang berdasarkan UUD 1945. Mengamandemen UUD 1945, tidak beda dengan meniadakan (kalau tidak mau menyatakan membubarkan) Negara RI yang terbentuk pada tanggal 18 Augustus 1945.

Sekarang timbul pertanyaan : Negara kita sekarang negara apa? Berdasarkan apa? Kapan terbentuk?

Sekira 10 tahun yang lalu, kita harus melaksanakan reformasi, hal itu sebenarnya harus kembali ke UUD 1945, harus kembali ke perjuangan kemerdekaan yang hakiki, mengisi kemerdekaan kita dengan jiwa perjuangan yang bersatu, berkesatuan, bersama berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Kenyataannya bukan demikian, justeru semakin membelot dari citacita dan tujuan kemerdekaan itu. Kepentingan pribadi dan golongan, pengkotakkotakan dengan membesarkan partai, opposisi terhadap pemerintah yang sebenarnya bertentangan dengan jiwa perjuangan kemerdekaan itu.

29 Januari 2010 10:02
1

Opsi menaikkan ET kalo bisa sekalian dibarengi sistem distrik murni. Dapil masih terlalu luas, terlalu besar untuk keterwakilan. Jadi biar tiap partai saling berkonvensi, sehingga hanya ada satu caleg dari tiap partai, di satu distrik. Pemilih akan fokus. Caleg akan lebih fokus. partai akan terseleksi.
http://polhukam.kompasiana.com/2010/01/27/sistem-distrik-salah-satu-kunci-sukses-amerika-serikat/
thanks mas bocah.

29 Januari 2010 | 10:06
0

yup…betul 100%
saya juga baca artikel abang ttg pemilu sistem distrik
usul di artikel itu bagus banget lho bang
Salam

Tulis Tanggapan Anda
Guest User
Copyright 2008 - 2010