
Nama :Drs H Muhammad Jusuf Kalla Lahir :Watampone, 15 Mei 1942 Agama :Islam Jabatan Kenegaraan: Wakil Presiden RI (2004-2009) Menko KESRA Kabinet Gotong Royong (2001-2004) MENPERINDAG Kabinet Persatuan Nasional (1999-2000) Pendidikan : Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanudin Makasar, 1967 The European Institute of Business Administration Fountainebleu, Prancis (1977) Organisasi 2010 - Sekarang : Chairman Centrist Asia Pacific Democrats International (CAPDI) 2009 - Sekarang : Ketua Umum PMI 2000 - sekarang : Anggota Dewan Penasehat ISEI Pusat 1985 - 1998 : Ketua Umum...
Dibaca: 2784
Komentar: 55
Nihil
MK hari ini membacakan keputusan tentang sengketa Pilpres, yang saya dengan pak Wiranto dan bersama pasangan Capres lain yakni Mega dan Prabowo mengajukan gugatan ke MK. Mengingat pada pelaksanaan PILPRES baru-baru ini begitu banyak masalah yang terjadi terutama pada kasus DPT. Kisruh masalah DPT ini penting untuk diselesaikan agar jangan sampai terulang lagi, baik pada masa PILEG, PILKADA maupun PILPRES.
Apa-pun hasil dari MK semoga itu keputusan yang terbaik dan adil. Tidak ada intervensi dari pihak manapun. yang jelasnya kita sudah menempuh jalur hukum, sesuai dengan anjuran bapak presiden dan tidak melakukan pengerahan massa yang akan bikin tambah runyam.
Gugatan ini penting, agar semua pihak bisa menerima hasilnya dengan puas, agar yang menang bisa bergembira dan tenang, karena di belakang hari tidak adalagi hujatan dan lain lain. Agar pemimpin yang terpilih bisa legitimed, bagaimanapun hanya pemimpin yang terpilih secara jujur dan adil yang bisa dipercaya oleh rakyat.
Saya sendiri, masih punya waktu beberapa bulan lagi menjabat sebagai WAPRES sebelum kena PHK. masih ada beberapa agenda lagi yang mesti saya rampungkan, terutama masalah pembangunan infrastruktur listrik, bandara, air minum, 1000 tower dan lain lain. Kalau pun ada yang belum sempat dirampungkan maka saya berharap Presiden dan Wapres terpilih bisa melanjutkan.
Masalah pulang kampung, memang saya pernah saya katakan bahwa apabila tidak menjabata lagi sebagai Wapres maka saya akan pulang kampung. itu bukan berarti saya akan berhenti membangun bangsa ini. Saya tetap mengabdikan sisa umur saya untuk bangsa Indonesia dan juga dunia. Terutama pada masalah pembangunan umat dan perdamaian.
Bagaimanapun kita semua harus belajar berdemokrasi, biar di belakang hari tidak ada lagi hujatan bagi yang menang. Dan yang menangpun bisa bergembira dan terlegitimasi dengan baik. Jadi sekali lagi ini bukan persoalan kalah-menang tapi bagaimana kita belajar berdemokrasi.