Hari ini Rakyat Aceh bersukaria dalam memperingati 4 tahun terwujudnya perdamian yang semenjak abad 17 sering dilanda peperangan. Memang dalam mewujudkan damia di Aceh tidak memakan waktu yang sedikit. berbagai upaya dicoba pada pemerintahan sebelumnya namun hal itu tidak kunjung jua mewujudkan damai di Bumi Serambi Mekah.
Di antara upaya damia tersebut bisa kita catat mulai dari : 1. Pemberlakuan Jeda kemanusiaan selama dua periode; 2. morotarium atau penghentian kekerasan; 3. Perjanjian penghentian tindak permusuhan; 4. Operasi terpadu TNI 5. pertemuan tokyo untuk kesepakatan damai. namun demikian tanpa bermaksud tidak menghargai segala upaya yang telah dilakukan oleh p[ihak sebelumnya, segala usaha tersebut menemui jalan buntu. Sampai kemudian perundingan Helsinky yang terbukti berhasil mewujudkan damai di Aceh selama 4 tahun belakangan ini.
Sebenarnya awal dari pengerjaan perdamian ASceh ini adalah berasal dari memorandum resmi yang saya kirimkan ke presiden, yakni memorandum nomor 02/wp/1/2005 tertanggal 9 januari 2009 atau dua minggu setelah tsunami. dalam memorandum yang hanya terdiri dari 2 halaman folio tersebut, saya menggambarkan Aceh paska Tsunami, termasuk kondisi GAM, yang tercerai berai akibat Tsunami. sehingga mudah untuk diajak ke meja peruindingan. Dalam memorandum tersebut saya juga melaporkan bahwa saya sudah berbicara dengan tokoh GAM yang beinisial MM atau Muzakkir Manaf, dan beliau MM menyambut baik ihtiuar damai tersebut dan meminta agar segera melibatkan pemimpin GAM yang ada di Swedia.
Setelah itu saya bergerilya untuk menemui para pemimpin GAM yang berada di luar negeri. termasuk meminta mantan Presiden Findlandia Marti Ahtisari untuk menjadi mediator. Pada saat meminta saudara saya Ahtisary untuk menjadi mediator sebenarnya ada kejadian lucu, sebab sewaktu saya mengutarakan maksud saya untuk memintanya menjadi mediator antara pemerintah GAM dan RI beliau meminta mandat tertulis. untuk itu beliau saya kirimi SMS yang berisikan mandat untuk memintanya menjadi mediator. Saat itu dia protes kenapa dalam bentuk sms, saya cuman bilang ke dia, “bapak kan minta dalam bentuk mandat tertulis, sms itukan bentuknya kan tulisan juga”…sembari saya melanjutkan bahwa itu baru soft copynya besok hard copy-nya saya fax berhubung sekarang sudah malam.
Nah dalam melakukan perundingan dengan GAM saya melibatkan banyak pihak internasional, dengan maksud agar penekanan terhadap GAM untuk melakukan perundingan damai bisa menjadi lebih kuat. Untuk itu saya meminta keterlibatan Swedia sebagai teman bermukim pimpinan GAM dan juga Libya sebagai tempat latihan perang GAM. Dan juga singapura saya merasa perlu untuk diikutkan karena Malik Machmud tercatat sebagai warga Singapura. Selain itu tentunya perlu juga keterlibatan Amerika dan Inggris mengingat besarnya pengaruh mereka dalam kancah internasional.
setelah itu saya kembali membuat bagan 2 halaman folio yang berisikan tentang proses dan jadwal perundingan dengan GAM. lembaran pertama berisikan tentang tawaran pemerintah kepada GAM menyangkut amnesti, solusi politik, dan kompensasi ekonomi, nilai tukar dan penyerahan senjata. Hasil umum yang diharapkan tawar menawar dalam negosiasi damai yang saya maksud dalam memorandum saya itu adalah, semua anggota GAM terintegrasi kembali ke dalam masyarakat, sehingga mereka dapat melakukan partisipasi politik dalam bentuk : ikut terlibat dan berpartisipasi dalam p[artai politik, mendirikan partai poliutik, ikut PILKADA, dan bisa menjadi anggota TNI/POLRI bila memenuhi persyaratan.
Nah dalam lembaran kedua saya memaparkan bahwa bulan agustus 2005 apabila skenario yang saya buat diikuti maka pada bulan agusutus 2005 kesepakatan damai akan terwujud. Dan Alhamdulillah semua itu bisa terwujud.
nah dengan memo dan kerangka skenario itulah tim bekerja. waktu itu saya selalu mewanti wanti tim, bahwa mereka harus memegang skenario dan bagan skenario yang telah saya buat, dan dijadikan sebagai kitab kuning mereka. Dan Alhamdulillah bermodalkan 1 memor dan 2 skenario yang masing-masing setebal 2 halam folio, perdamian Aceh bisa terwujud sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Semoga Damai Aceh tetap terjaga sampai selama lamanya.
Bulan Februari adalah bulan cinta dan kasih sayang. Begitu kurang lebih yang dirayakan banyak orang,
