
Tujuan Negara ini didirikan tak lain dan tak bukan adalah untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia, juga memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
kita semua ingin mewujudkan tujuann itu, dan Indonesia menjadi negara yang besar dan sangat maju. Perekonomiannya mmapu menyejahterakan seluruh rakyatnya. Kehidupan politiknya berlangsung demokratis fair, dan mencerdaskan. Teknologinya maju. kita semua tentunya memimpikan Indonesia di masa yang akan datang benar benar menjadi bangsa yang bermartabat.
Indonesia yang sanggup berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia ini. Tidak adalagi kisah tentang Indonesia si pengutang, dan sangat bergantung kepada konsultan asing. Kita harus berani kembali mengumandangkan semangat berdiri di atas kaki sendiri seperti yang sering digelorakan oleh Bung Karno.
Nah oleh karena itu, untuk mewujudkan semua itu haruslah dengan kekuatan ekonomi. sebab Bnagsa inin hanya bisa dihargai ap-abila ekonominya kuat. Karena dengan ekonomi yang kuat memungkinkan kita untuk memiliki apa saja, persenjataan mutakhir, pesawat tempur yang canggih, dan mesin mesin tempur yang gagah, sehingga siapapun negara akan berpikir dua kali kalau mau recoki kita.
Tidak perlu terllau sangsi, percayalah kita bisa mewujudkan mimpi-mmpi tersebut. Sejarah masa lalu telah membuktikan, betapa nusantara pernah mencapai masa keemasannya, bagaimana kerajaan sriwijaya dan majapahit mampu menguasai sebagian Asia, dan bagaimana pasukan Hasanuddin dari kerajaan berhasil mempersembahkan perang laut yang paling mendebarkan dalam sejarah VOC.
Yang kita butuhkan untuk mewujudkan semua itu kita hanya memerlukan kesatuan tekad, menegaskan komitmen dan kerja keras yang tiada henti. Hanya dengan bekerja keras Indonesia bisa mengejar ketertinggalannya dari bangsa-bangsa lain, terutama pada bidang teknologi, pendidikan dan ekonomi. Hanya dengan bekerja keras, kita akan mendapat rahmat Tuhan yang maha kuasa atau kalau diucapkan dalam bahasa bugis “Resopa Temmangingi malomo nalettei pamase dewata: ini adalah pepatah bugis yang pernah ditukilkan oleh pak SBY baru baru ini.
Kerja keras dan bersikpa mandiri itulah sikap yang orang Indonesia harus miliki. Untuk itu negara harus membentuk karakter pekerja keras pada setiap rakyatnya dan mampu berdikari. Untuk itu salah satu caranya adalah dengan penciptaan iklim usaha yang sehat. Karena dengan dunia usaha yang kuat, kita bisa mensejahterakan bangsa ini. Tak ada negara yang bisa mencapai puncak peradabannya tanpa didukung oleh pengusaha pengusaha yang maju. Lihatlah negara-negara eropa barat, USA, Jepang semuanya bisa maju berkat agresivitas ndan progresivitas para pengusahanya. Negara-negara komunias yang dulunya sangat menafikkan peran pengusaha semuanya perlahan terhapus dari peta dunia.
Untuk itulah saya selalu mendorong para generasi muda untuk mau menjadi pengusaha. karena selama ini saya melihat kebanyakan generasi muda lulusan perguruan tinggi, semau pada berambisi menjadi PNS dan sekedar bekerja di sektor formal. Hal ini juga dipicu oleh pandangan masyarakat yang masih berpikir paradigma lama, bahwa seolah olah dengan menjadi PNS atau bekerja disekotpr formal maka semuanya menjadi aman. dan menjadi PNS lebih terhormat daripada pengusaha warung makan meskipun penghasilan berpuluh kali lipat perbedaannya. Mito sini memang berkembang karena ada anggapan bahwa dengan menjadi PNS, pada kahirnya akan jadi pejabat atau public figure. Padahal hanya segelintir PNS yang bisa menjadi pejabat, demikian juga dengan karyawan swasta hanya segelintir dari mereka yang bisa menjadi eksekutif di perusahaan.
Mestinya kita bercermin pada budaya orang-orang Thionghoa, mereka sangat mendorong dan memfasilkitasi anak-anak mereka untuk menjadi pengusaha. akibatnya dunia usaha kita sangat didominasi oleh orang-orang thiong-hoa. dan sebagaian dari kita menganggap bahwa memang orang Thiong-Hoa dilahirkan jadi pengusaha. padahal penguisaha bukan dilahirkan, tapi dibentuk terutama oleh lingkungan. saya kasi contoh yang bisa membandingkan bagaimana pembentukan karakter orang Thinghoa dan orang Pribumi dalam pembentukan karakter pengusaha misalnya : kalau orang Thiong Hoa punya lima anak, maka bisa dikata hampir semuanya menjadi pengusaha, kalau orang indonesia, kalau punya lima anak, paling banter ankanya cuman satu yang menjadi pengusaha atau tidak ada sama sekali. Mereka hanya melanjutkan pekerjaan bapaknya, kalau bapaknya tentara, anaknya juga jadi tentara, bapaknya dokter anaknya juga jadi dokter dan lain lain.
saya mengungkapkan ini tanpa bermaksud mendiskreditkan siapa, siapa, saya hanya perlu mengingatkan, bahwa untuk mencapai suatu kemajuan ekonomi maka ia harus didukung oleh pengusaha pengusaha yang kuat. Jangan takut ambil resiko, seperti semboyan angkatan udara Inggris “hanya yang berani mengambil resiko yang menang”.
Sekarang zaman sudah berubah, tentara. polisi dan birokrat tidak lagi diizinkan berpolitik (kalau dipaksa berpolitik lain lagi ceritanya). memang dulu banyakpengusaha dengan latar belakang purnawirawan pangkat jenderal, atau pejabat tinggi karena pengaruh mereka dibutuhkan untuk mengatasi premanisme, pungutan liar dan memudahkan perizinan dan sebagainya. Namun sekarang mulai terbalik justru kebanyakan pengusaha sekarang yang menjadi pejabat negara. Gejala seperti ini memang sesuatu yang lazim dalam sebuah negara yang demokratis.
Angin segara seperti ini yang harus ditangkap oleh para pengusaha dan calon pengusaha untuk membangun jiwa entrepreneurship yang hebat. mereka harus memanfaatkan rahmat Tuhan, antara lain berupa kekayaan alam yang melimpah untuk maju. mereka harus bisa menjaga semangat kreativitas untuk maju di level kompetitif. Dan pemerintah di masa yang akan datang haruslah mendukung untuk memajukan iklim usaha yang sehat. Akhir kata untuk menjadi bangsa yang benar benar MERDEKA, maka kita harus menjadi BANGSA YANG MANDIRI dan BERMARTABAT…
Bulan Februari adalah bulan cinta dan kasih sayang. Begitu kurang lebih yang dirayakan banyak orang,
