Back to Kompasiana
Artikel

Umum

Elha

Lahir di Dzakarta, n hidup di tengah kaum dhua'afa. Ingin menjadi Inpirite for Dhua'fa Communities. Bercita2 selengkapnya

Tujuh Belasan yang Unik

OPINI | 18 August 2009 | 02:54 Dibaca: 1242   Komentar: 4   0

Mantan Pengedar Narkoba itu turut aktif dalam kepanitiaan. Mempersiapkan lomba dan karnaval. Tidak ada yang protes. Tidak juga rasa keberatan. Semua …Ejoy aja.

—oooOooo—

.

Tujuh belasan adalah sarana pesta rakyat. Sikap tegap dan penuh penghayatan dalam menapaktilasi hari Kemerdekaan (Dirgahayu) RI ke 64 begitu hikmat. Penuh haru. Hutang moral dan amanah yang amat besar dari para Founding Father. Dari para Pahlawan kita.

.

Sedangkan hiburan rakyat adalah salah satu bentuk pembangunan sosial, yang dirajut untuk mengakrabkan diri dalam lingkungan, sesama warga dan tentu saja kebahagiaan anak-anak, generasi Indonesia kelak.

.

Aneka lomba disajikan dalam berbagai bentuk, agar anak terbiasa berkompetisi dalam mencapai harapannya. Suasana riang, penuh gelak tawa dan saling menghargai mengiringi acara tsb.

.

Sesuatu yang unik terlihat di wilayah kami. Seorang mantan pengedar narkoba, yang sudah menjalani masa hukuman di Lapas Salemba, terlihat aktif membantu panitia tujuh belasan. Hiasan lomba dan karnaval dibuat olehnya. Dia juga duduk dalam kepanitiaan bersama. Rapat bersama. Makan bersama.

.

Tidak ada protes dari warga. Tidak ada rasa keberatan. Semua menerima dengan tangan terbuka. Bahkan banyolan dan joke-joke segar mengalir cukup deras, seolah mengilangkan sekat pembatas antara mereka yang berstatus sebagai Pegawai Pertamina, Petinggi Telkom, Petinggi Pengadilan HAKI, Pegawai Bank, Petinggi BAKN dan para pedagang Tempe. Semua menjadi satu. Termasuk dengan mantan pengedear narkoba.

.

Anak-anak juga tertawa riang mengikuti berbagai lomba. Ada yangterjatuh saat berlari. Ada yang ’marah-marah’ karena tidak bisa memasukan bole ke dalam kaus kaki….hehehehe…ada juga yang ikut lomba hanya karena ingin mendapatkan snack….wuih..pokoke uanyik banget deh.

.

Ada lagi seorang bocah yang mengikuti lomba karena faktor nenek. Sehingga setiap kali berlari matanya tertuju pada sang nenek…akibatnya…hehehehe..selalu nabrak lawannya…

hehehe..apalagi lomba remaja yang memukul bola di atas kepalanya. namun sbeelumnya mereka diputar2. kemudian mata mereka ditutup rapat dan…mereka jalan ngelantur…

.

Oh, seandainya kehidupan Indonesia seperti ini. Tidak ada sekat sosial yang membatasi. Tidak ada perbedaan antara Ustadz, pendeta, mantan pengedar narkoba yang sudah insyaf, warga kelas atas dan pedagang tempe. Indonesia pastu jaya.

.

Jayalah Indonesia

Salam ukhuwah elha

By elha – pengamat social pinggiran

18.08.2009

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Galah Asin/Gobak Sodor, Permainan Anak-anak …

Bowo Bagus | | 15 September 2014 | 14:47

Punya Masalah Layanan BPJS hingga Keuangan? …

Ilyani Sudardjat | | 15 September 2014 | 11:44

Prostitusi dan Dominasi Turis Arab di …

Sahroha Lumbanraja | | 15 September 2014 | 13:02

Siapa Peduli Kesalahan Prasasti ASEAN di …

Syaripudin Zuhri | | 15 September 2014 | 11:54

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Buat Keju Sendiri Yuk …

Fidiawati | 7 jam lalu

Jokowi dan UU Pilkada Potret Kenegarawanan …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Ahok Emang Cerdas Kwadrat …

Ifani | 9 jam lalu

Memahami Cinta, Pernikahan dan Kebahagiaan …

Cahyadi Takariawan | 10 jam lalu

Koalisi Pembodohan …

Zulfikar Akbar | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Mengapa Saya Memilih “Bike to …

Happy Indriyono | 8 jam lalu

Festival Film Bandung, SCTV, dan Deddy …

Panjaitan Johanes | 8 jam lalu

Masyarakat Ekonomi Asean 2015 …

R_syah | 8 jam lalu

Blusukan = Berunding dan Berdamai …

Blasius Mengkaka | 8 jam lalu

Ultah Ke-30, Pangeran Harry Merasa Masih …

Darren Wennars | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: