
Seseorang pria yang bukan termasuk golongannya rakyat 'Jelita', hanya seorang rakyat 'Jelata' saja, yang suka iseng, yang suka mengisi waktu nganggurnya untuk menghibur dirinya dengan membaca dan menuliskan uneg-unegnya yang dipostingkan di blog komunitas : Kompasiana, Politikana, serta di milis-milis yahoogroups.com : Forum Pembaca Kompas, Mediacare, Media Umat, Ekonomi Nasional, PPI-India, Indonesia Rising, Nongkrong Bareng Bareng, Wartawan Indonesia, Zamanku, Eramuslim, Sabili, Mencintai Islam, Syiar Islam, dengan nickname rifkyprdn@yahoo.com
Dibaca: 843
Komentar: 8
Nihil
Benarkah uang recehan Rp. 500 dan Rp. 1.000 menghilang dari peredaran ?. Uang recehan menjadi langka ?. Bahkan mengakibatkan beberapa pintu tol terpaksa tutup tak beroperasi ?.
Pada postingan terdahulu (8 Agustus 2009) yang berjudul ‘Inflasi Tinggi ?, Sanering-kah Ini ?’ secara sekilas disinggung perihal kelangkaan uang pecahan Rp.1.000. Dimana fenomena ini dirasakan ketika pada dua bulan terakhir ini saat menerima uang kembalian pembayaran tol yang hampir tak pernah diberikan dalam bentuk uang pecahan Rp.1.000 semua. Selalu dicampur dengan uang pecahan Rp.500.
Misalnya, kembalian uang Rp. 4.000 diberikan dalam bentuk satu lembar uang pecahan Rp. 1.000 ditambah enam keping uang pecahan Rp. 500.
Hal itu tidak hanya dijumpai jika membayar tol saja, namun juga dijumpai saat belanja di beberapa supermarket. Kalaupun ada, hampir tak pernah mendapatkan uang pecahan Rp. 1.000 dalam lembaran yang masih baru, yang tidak kucel maksudnya.
Ternyata, fenomena itu dibenarkan oleh pihak pengelola jalan tol, yang mengungkapkan adanya kelangkaan persediaan uang receh di Jakarta. Bahkan puncak kelangkaan uang receh terjadi kemarin, Kamis, tanggal 20 Agustus 2009.
Akibat kelangkaan itu, beberapa pintu tol terpaksa harus ditutup karena tak memiliki persediaan receh untuk kembalian.
Perihal kelangkaan recehan Rp. 500 dan Rp. 1.000 tersebut, Direktur Operasi PT. CMNP (Citra Marga Nusaphala Persada) pengelola sejumlah ruas jalan tol Jakarta, mengatakan bahwa hal ini baru pertama kalinya terjadi. Belum pernah PT CMNP harus menutup pintu tol seperti sekarang karena kekurangan uang receh.
Sebanyak enam gerbang tol di ruas tol Cawang-Priok harus ditutup sejak Kamis pagi. Akibat dari penutupan sejumlah pintu tol tersebut, telah mengakibatkan kemacetan panjang di jalan-jalan arteri sekitar tol.
Sebenarnya, para petugas di masing-masing pintu tol sudah berupaya menukarkan recehan ke berbagai tempat, di antaranya ke SPBU dan pasar swalayan. “Namun, tetap saja kurang persediaan uang recehnya. Jumlah recehan yang biasanya diantarkan pihak bank ke pintu-pintu tol untuk ditukar juga tak sebanyak biasanya. Kami juga tidak tahu. Sejak dua-tiga hari belakangan, persediaan recehan pecahan Rp. 500 dan Rp. 1.000 langka. Tanya saja ke pengelola tol lainnya kalau tidak percaya. Dan, hari ini puncaknya “.
“Insya Allah, tidak ada (penutupan lagi). Kami sudah meminta pihak perbankan untuk menyediakan lebih banyak uang receh”, tambahnya. Namun, pihaknya mengimbau agar masyarakat untuk menyiapkan uang pas jika akan bepergian melalui tol.
Hal tersebut dimaksudkan untuk berjaga-jaga, sebab sampai hari ini, belum bisa dipastikan kapan uang receh akan normal lagi peredarannya.
Ah, ternyata kelangkaan uang recehan bukanlah kabar yang lebay saja. Juga bukan hanya gosip atau isu atau rumor saja. Namun benar-benar telah terjadi.
Semoga ini bukan pertanda bahwa di Indonesia tidak lagi dibutuhkan uang recahan, sebab harga-harga dan transaksinya tak lagi membutuhkan uang recehan. Namun merupakan pertanda bahwa sebentar lagi, seluruh rakyat Indonesia akan semakin makmur dan meningkat pendapatannya, sehingga tidak memerlukan uang recehan lagi.
Benarkah begitu ?. Sudah makmur dan sejahterakah kehidupan anda ?.
Wallahualambishshawab.
*
Referensi Sumber Berita & Artikel Terkait :
*