Umum
Lihat Profil    Jadikan teman    Kirim Pesan
Pengamat gaya hidup, transportasi, pariwisata dan politk. Tidak setuju bila politik dibilang kotor, karena yang kotor itu hanya sebagian dari politisinya.
Kemana Pendukung Prita Mulyasari Dulu?
Suhandi Taman Timur
|  28 Agustus 2009  |  09:47
2143
24
Nihil.

Sungguh miris mendengar keluhan Prita Mulyasari yang mengatakan bahwa dirinya lelah secara mental dan fisik. Ia merasa lelah dalam menjalani sidang pengadilan atas kasus pencemaran nama baik yang dituduhkan kepadanya oleh RS Omni Internasional, Alam Sutra Serpong, Tangerang. Dalam sidang ini Prita didampingi oleh pengacara kondang OC Kaligis, Syamsu Anwar dan Slamet Yuwono. Menurut pengamatan saya, keluhan Prita ini bukan disebabkan oleh padatnya acara persidangan, tapi lebih diakibatkan oleh tekanan batin yang dideritanya.

Sebagaimana diketahui bahwa pada persidangan pertama Prita telah dibebaskan oleh hakim. Tapi atas perlawanan jaksa, pengadilan tinggi memerintahkan untuk menyidangkan lagi perkara ini. Sebelumnya, atas inisiatif Bupati Tangerang, telah diupayakan perdamaian antara kedua belah pihak. Namun hasilnya mengecewakan Prita. Di satu pihak, Prita tidak mau terperangkap untuk mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada RS Omni, dan di lain pihak pengadilan tinggi menyatakan bahwa perdamaian tidak menghentikan proses persidangan. Hal lain yang menambah kerisauan Prita adalah rasa kesepian dan kesendirian yang dirasakan olehnya sekarang.

Selama proses persidangan yang pertama, Prita Mulyasari dielu-elukan oleh dukungan masa simpatisannya. Liputan media masa, para bloggers dan berbagai kalangan masarakat rame-rame memberikan empati yang besar kepada Prita. Bahkan Ibu Megawati Soekarnoputri memerlukan datang untuk memberikan dukungannya. Sekarang, dimana mereka itu semua? Pers masih mendukung dengan liputannya. Masarakat masih mengikuti jalannya sidang dengan rasa harap-harap cemas. Tapi dimana teman-teman para blogger dulu? Yang lebih menyolok adalah dimana para Capres yang dulu memberikan simpatinya? Dimana gerangan Ibu Mega? Mana Pak JK? Apakah dulu beliau-beliau ini benar-benar mendukung tanpa pamrih? Atau sekedar bagian dari kampanye? Saya sebagai pribadi dan bagian dari masarakat banyak, tetap memberikan dukungan spirit dan moril kepada Ibu Prita Mulyasari (32), ibu dari dua orang anak yang masih kecil-kecil. Bersama keluarga, rekan-rekan Prita di Bank Sinar Mas tempat Prita bekerja, kami mendoakan agar Allah SWT memberikan kekuatan dan ketabahan bagi Ibu Prita dalam menghadapi cobaan ini. Semoga Tuhan memberi petunjuk yang bijaksana kepada para hakim yang kini memimpin sidang pengadilan ini. Semoga Prita bisa memenangkan kasus ini, AminĀ !

Jakarta, 28 Agustus 2009

Suhandi Taman Timur


Sebarkan Tulisan:
Tanggapan Tulisan
loe
28 Agustus 2009 09:57
0

Para capres yang dulu, memang ngak murni mendukungnya. Mega sama JK sama saja. Waktu kampanye aja ribut, sekarang setelah ngak ada manfaatnya di tinggalin. Semoga ibu Prita tetap kuat dan tabah. Trim postingannya, mengingatkan kita semua.

agung
28 Agustus 2009 10:04
0

:) mungkin ini juga karena ibu prita sendiri. dulu sih aku juga simpatik sama ibu prita, tapi semenjak dia menyatakan diri sebagai pendukung salah satu capres wanita pada saat akan pemilihan presiden yang lalu aku jadi kurang respect lagi sama ibu prita, diluar masalah yang dihadapinya dengan pihak rs.

embete
28 Agustus 2009 10:07
0

Judge by the press ……bisa untung bisa buntung.

Iyoung
28 Agustus 2009 10:09
0

Namanya juga kampanye, semua dimanfaatkan. sesudahnya, habis manis sepah dibuang.

onnie
28 Agustus 2009 10:10
0

terima kasih pak suhandi telah mengingatkan untuk terus mendukung bu prita. Alhamdulillah…sampai saat ini kami sekeluarga masih mendukung bu prita walaupun hanya lewat doa. dan kami masih terus mengikuti perkembangan kasus beliau.

Juarsah
28 Agustus 2009 10:12
0

Saya mendo’akan ibu Prita agar diberikan kekuatan dan kesabaran oleh Allah SWt, dan saya meminta kepada teman2 Blogger agar selalu memberikan dukungan kepada beliau. Dan juga mendo’akan agar Majelis Hakim akan memberikan pertimbangan hukum yang seadil-adilnya.

fitri1980
28 Agustus 2009 10:13
0

sampe yg terpilih di pemilu kemarin juga lupa….. kasihan

wawiek
28 Agustus 2009 10:16
0

gak usah berharap pada pendukung,kita ihat apakah dukungan hukum oleh hakim terkikis oleh tekanan atau tidak,hakim yang punya pada penegakan hukum pasti akan melahirkan putusan yang tidak jauh beda dengan sebelumnya.

wawiek
28 Agustus 2009 10:20
0

gak usah berharap pada pendukung,kita lihat saj apakah dukungan hukum oleh hakim terkikis oleh tekanan atau tidak,hakim yang punya komitmen pada penegakan hukum dan keadilan,pasti akan melahirkan putusan yang tidak jauh beda ddengan sebelumnya.

suga
28 Agustus 2009 10:28
0

kami tetap mendukung lewat doa dan selalu mengikuti perkembangan. Hal seperti itu tidak menutup kemungkinan akan menimpa kita klo sampe Omni menang. Tempo hari kami senang ada upaya perdamaian. tapi kami juga terkejut dengan adanya lanjutan sidang. Kenapa jaksa berbuat demikian??? melakukan verset??ada apa dengan jaksa???? Pak suhandi tolong beritakan terus perkembangannya.

28 Agustus 2009 10:29
0

Katanya, salah satu syarat perdamaian yang diajukan oleh RS Omni International adalah bahwa Prita harus minta maaf secara tertulis di koran. Lho… koq damai tapi syaratnya memberatkan pihak lain.

Demikian juga para pendukung Prita yang awalnya sangat antusias, tidak terlihat pada saat sidang kemarin kecuali keluarga dan teman2 sekerjanya.

Lalu… masih pantaskah kita untuk pergi berobat kesana ?

Jangan2, rencana mencari kesembuhan berakhir di pengadilan juga !!!

venus
28 Agustus 2009 10:53
0

Ayo….. kita terus dukung Ibu Prita. Bloger terus tumbuhakan dukungannya.

deep
28 Agustus 2009 10:56
0

kita tunggu keputusan hakim yg rasional,skrg baru awal prita masuk dan ambil darah,masih banyak lagi yg akan diungkapkan dari rumah sakit omninya dan dari kejaksaannya,dari rs nya masyarakat akan berpikir untuk berobat disana karena bukan hanya prita tapi juga bayi kembar yang berakibat cacat pada matanya dan dari kejaksaan gengsi korps kejaksaan sedang dipertahankan,tapi semua orang tahu dengan adanya cek up gratis apa itu bukan sesuatu yg membuat kejaksaan menjadi berhutang budi?…….dibrosurnya ada kata2 ayo rame2……..kita tunggu apa alasan kejaksaan dgn brosur ini?…..ops lupa saya ga boleh nulis banyak2 ntar kena UU IT kaya prita.kalopun kena minta tolong redaksi kompasiana bantu ya….nanti pasti ta” gendong ha ha ha ha………..

bambang
28 Agustus 2009 11:05
0

Tetep semangat untuk prita, ayo para blogers tetap semangat mendukung prita, ramaikan lagi dukungannya..
semoga masalah ini segera selesai n prita bisa segera bebas berkarya,dan mengurusi berkeluarga.

salam kompasiana

28 Agustus 2009 11:08
0

tanya ama pak beye berbudi dong. kan beliau yang ngotot mau menjebloskan prita kepenjara lagi, melalui cecunguk busuknya di kejaksaan. katanya benar atau salah prita tetap menghina.

kalo yang kemaren udah kalah pilpres, kok masih diharepin dan dijelek-jelekin lagi. wakeup pilpres udah kelar….

sumber :http://www.kompas.com/read/xml/2009/08/27/12535653/jaksa.prita.salah.atau.benar.tetap.menghina

andang
28 Agustus 2009 11:18
0

saya yakin rs omni makin dijauhi oleh masyarakat

loe
28 Agustus 2009 11:30
0

Amril, kalau si mega datang lagi ke prita setelah masa kampanye selesai baru itu pemimpin. bukannya mega satu-satunya orang yang datang ke rumah Prita?

Mr. Big
28 Agustus 2009 11:40
0

kik kik kik, dunia ini penuh sandiwara……
dan ternyata para bloger juga terserang penyakit “panas panas tahi ayam” kik kik kik
ayo bloger mania, tunjukan bahwa anda tidak menganut paham panas-2 tahi ayam, jangan ditiru kelakuan pimpinan kita baik yang terpilih maupun yang tersingkir….aku titip doa saja, karena aku terlalu jauh kalau ke tangerang..he he he

28 Agustus 2009 11:56
0

jauhi saja RS yang bermasalah, jangan kita berobat kesana…, dan.., kita tidak akan menemui masalah. kasus seperti bu prita.., banyak menarik simpati dari masyarakat bahkan dari Calon - calon Presiden, pada waktu itu. salahnya prita…, dia mendukung salah satu capres secara terbuka.
dan ini yang di sebut blundernya prita. hingga prita mati langkah sekarang ini.

Prasetio
28 Agustus 2009 12:46
0

Mudah-mudahan Hakim, Jaksa, dan para Pengacara, dapat menyelesaikan permasalahan ini dengan se-adil-adilnya bagi kedua belah pihak.

Keputusan Hakim melalui pengadilan, hendaknya tidak di-pengaruhi oleh mass-media, dan opini publik yang cenderung selalu berat sebelah, dan emosional.

edi
28 Agustus 2009 13:22
0

Saya tetap dukung Prita, lewat doa semoga tabah sampai akhir. Kita doakan saja semoga Hakim Tinggi dan rs Omni (kalau mereka curang), diberi kecelakaan yang membuat mereka tobat.
Saya yakin di dunia ini uang/ kekuasaan bukan segalanya. Bagi yang mengorbankan nurani untuk kebanggaan dunia, insya Allah akan celaka dunia akhirat…!!

28 Agustus 2009 13:45
0

@prasetio,
kasus ini sudah selesai. tapi pak beye berbudi yang ngotot, naik banding atas kasus ini. di pengadilan negeri, prita sudah dibebaskan. tetapi ditingkat banding di pengadilan tinggi, jerih paya si be ye ini tidak sia-sia. hakim pengadilan tinggi menerima banding, dan kasus dibuka kembali.

jadi yang aneh itu presiden lu si beye… ngapain juga ngotot banding, berapa banyak sih setoran dari rs biang kerok omni…. sampe segitu ngototnya…. ampe-ampe dia bilang, bener atau salah prita tetap menghina dan mesti gue tuntut. busyet, kalo udah tau bener kok masih dianggep menghina, dan kenapa pulak mesti dituntut. sombongnya…. lagi… si be ye ini.

note:
kalo di kompas.com, tolong si be ye berbudi dibacanya kejaksaan yah = karena kejaksaan institusi dibawah kendali si be ye, maka semua tergantung ama si be ye bukan????
sumber :

http://www.kompas.com/read/xml/2009/07/27/21573778/jaksa.masih.ngotot.teruskan.kasus.prita
http://www.kompas.com/read/xml/2009/08/27/12535653/jaksa.prita.salah.atau.benar.tetap.menghina

cuck andi
28 Agustus 2009 16:18
0

Ibu Prita,
Merasa lelah fisik bahkan mental adalah wajar bagi seorang manusia yang lagi dirundung persoalan besar yang belum tahu akan berakhir seperti apa. Apalagi oleh seorang ibu yang masih memiliki balita. Sangatlah berat. Tetapi teruslah berjuang jangan putus asa. Mencapai keadilan sejati memang memerlukan pengorbanan. Sepanjang ibu dalam kebenaran tetaplah yakin bahwa “Allah selalu bersama orang-orang yang teraniaya, dan doa orang teraniaya selalu dikabulkan olehNya”. Jadi berdoa dan meminta tolonglah padanya, serahkan semua persoalan padanya, biarkan Dia yang memutuskan, karena segala keputusanNya adalah selalu yang terbaik buat mahluknya. Disamping itu teruslah berusaha melalui jalur hukum yang benar bersama pengacara ibu.
Mengenai dukungan yang tidak muncul lagi selama persidangan. Tidak usah dihiraukan! Yakin saja bahwa dukungan tidak harus menampakkan fisik, dapat dengan jalan yang lebih baik, yaitu DOA.

chacha
29 Agustus 2009 22:20
0

HARUSNYA MALAYSIA MALU….

KOK NEGARA MAJU MENCURI DISANA SINI
YANG PASTINYA PUNYA INDONESIA

DAN MEMANGGIL IDONESIA DENGAN SEBUTAN IDON KALO GITU MALYSIA KITA JUGA PANGGIL MALINGSIAL.

SIAPA YANG BILANG INDONESIA MENCARI REZEKI DITANAH PENCURI MALAH INDONESIA DAPAT BUNTINGAN,BONYOK-BONYOK,ALHASIL MATI DISANA.

NEGRI APA KAYA GITU……

KALAU DUNIA BISA MELIHAT BETAPA MEMALUKAN…

KALIAN BUKAN DISEBUT SAJA SEBAGAI PENCURI TAPI JUGA SEBAGAI PERAMPOK!!!!

LIHAT VIDIO BAGAIMNA KEPOLISIAN MALINGSIAL MENGHANTAM WARGA INDONESIA.NEGARA ISLAMKAH ITU.BAGAIMANA GEMBONG-GEMBONG TERORIS DARI SANA BERSARANG DISINI,YANG MENGAKU UNTUK BERJIHAD???
APAKAH ISLAM TIDAK MENGAJARKAN KASIH???
BERARTI KALIAN TELAH MENDUAKAN TUHAN KALIAN DAN MENAJISKAN DIRI.

BAGAIMANA RAJA KELANTANGNYA SENDIRI MENGANIAYA ISTRINYA SENDIRI KARENA MEMPUNYAI KELAINAN SEKS.

SUNGGUH MEMALUKAN….

BUKAN MENGAJAK UNTUK BERPERANG TAPI UNTUK MENYURUH MALINGSIAL SADAR DIRI.

KALIAN MENGATAKAN SIAP UNTUK PERANG…
TAPI YANG KAMI MINTA BUKANLAH UNTUK BERPERANG KARENA SANGAT MEMALUKAN KAMI YANG BERAGAMA YANG MASIH MERASAKAN KASIH BUKAN KARENA KAMI TAKUT.KAMI TERDIRI SARI ORANG BATAK,JAWA,MADURA,DAYAK,PAPUA,BETAWI DLL.KALIAN CUMA PUNYA SEDIKIT ORANG YANG BISA SEKALI HEMPAS LANGSUNG KECEMPLUNG DILAUT.

KALIAN KIRA KAMI TIDAK BISA BERSATU DAN AKAN KURANG PERSATUAN.TAPI DENGAN LAGU KEBANGSAAN KAMI INDONESIA RAYA KAMI PASTI BERSATU.

ASAL KALIAN TAHU MALINGSIAL,SELURUH INDONESIA KENTUT BISA MEMBUNUH ORANG-ORANG DI MALYSIA ATAU MALINGSIAL.

jika semua INDONESIA mengumpulkan bulu ketek bisa ngebanjirin malaysia.hahahahahaahahhahahaha

SEKALI LAGI MALU DONG MALINGSIAL PUNYA MUKA GA SIH???

HAHAHAAHHA

Tulis Tanggapan Anda
Guest User
Copyright 2008 - 2010