Kompasiana
Sabtu, 04 Pebruari 2012

Umum

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Suhandi Taman Timur

Pengamat gaya hidup, transportasi, pariwisata dan politk. Tidak setuju bila politik dibilang kotor, karena yang kotor itu hanya sebagian dari politisinya.

Kemana Pendukung Prita Mulyasari Dulu?

OPINI | 28 August 2009 | 09:47 2160 24 Nihil

Sungguh miris mendengar keluhan Prita Mulyasari yang mengatakan bahwa dirinya lelah secara mental dan fisik. Ia merasa lelah dalam menjalani sidang pengadilan atas kasus pencemaran nama baik yang dituduhkan kepadanya oleh RS Omni Internasional, Alam Sutra Serpong, Tangerang. Dalam sidang ini Prita didampingi oleh pengacara kondang OC Kaligis, Syamsu Anwar dan Slamet Yuwono. Menurut pengamatan saya, keluhan Prita ini bukan disebabkan oleh padatnya acara persidangan, tapi lebih diakibatkan oleh tekanan batin yang dideritanya.

Sebagaimana diketahui bahwa pada persidangan pertama Prita telah dibebaskan oleh hakim. Tapi atas perlawanan jaksa, pengadilan tinggi memerintahkan untuk menyidangkan lagi perkara ini. Sebelumnya, atas inisiatif Bupati Tangerang, telah diupayakan perdamaian antara kedua belah pihak. Namun hasilnya mengecewakan Prita. Di satu pihak, Prita tidak mau terperangkap untuk mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada RS Omni, dan di lain pihak pengadilan tinggi menyatakan bahwa perdamaian tidak menghentikan proses persidangan. Hal lain yang menambah kerisauan Prita adalah rasa kesepian dan kesendirian yang dirasakan olehnya sekarang.

Selama proses persidangan yang pertama, Prita Mulyasari dielu-elukan oleh dukungan masa simpatisannya. Liputan media masa, para bloggers dan berbagai kalangan masarakat rame-rame memberikan empati yang besar kepada Prita. Bahkan Ibu Megawati Soekarnoputri memerlukan datang untuk memberikan dukungannya. Sekarang, dimana mereka itu semua? Pers masih mendukung dengan liputannya. Masarakat masih mengikuti jalannya sidang dengan rasa harap-harap cemas. Tapi dimana teman-teman para blogger dulu? Yang lebih menyolok adalah dimana para Capres yang dulu memberikan simpatinya? Dimana gerangan Ibu Mega? Mana Pak JK? Apakah dulu beliau-beliau ini benar-benar mendukung tanpa pamrih? Atau sekedar bagian dari kampanye? Saya sebagai pribadi dan bagian dari masarakat banyak, tetap memberikan dukungan spirit dan moril kepada Ibu Prita Mulyasari (32), ibu dari dua orang anak yang masih kecil-kecil. Bersama keluarga, rekan-rekan Prita di Bank Sinar Mas tempat Prita bekerja, kami mendoakan agar Allah SWT memberikan kekuatan dan ketabahan bagi Ibu Prita dalam menghadapi cobaan ini. Semoga Tuhan memberi petunjuk yang bijaksana kepada para hakim yang kini memimpin sidang pengadilan ini. Semoga Prita bisa memenangkan kasus ini, AminĀ !

Jakarta, 28 Agustus 2009

Suhandi Taman Timur


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User



SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar RSS
KOMPAS.com
© 2008 – 2012