Luar Biasa Indonesia!
Anda tahu? Dalam dua tahun saja rakyat republik ini telah disuguhi dua cara baru untuk memilih pasangan hidup. Kedua cara ini berasal dari dua dunia yang berbeda untuk tidak mengatakan bertolak belakang.
Siapa tidak kenal Taaruf? Mazhab prosesi pencarian pasangan ala Timur Tengah ini mulai beken di Indonesia setidaknya di kalangan non ikhwah setelah film nasional Ayat Ayat Cinta meledak di pasaran. Orang boleh heran, bagaimana mungkin sang pria langsung menerima sang wanita jadi istrinya hanya dengan melihat wajahnya saja, ketika wajah yang tertutup cadar itu dibuka. Memang visualisasi di film AAC mungkin sedikit menyimpang dari tata cara Taaruf yang sebenarnya, namun justru metode seperti itulah yang melekat di benak kahalayak Indonesia. Tak urung setelah itu muncul juga sinetron dengan judul Taaruf di TPI dengan pemeran wanita ikut ikutan bercadar dan berjilbab lebar.
Pertengahan tahun ini muncul lagi gaya baru perjodohan yang serta merta popular di republik ini. Tak ayal lagi acara Lelang Manusia yang dibesut bernama “Take Me Out Indonesia” ini langsung menyita perhatian pemirsa.
Peserta acara ini rata-rata adalah para wanita cukup usia (untuk tidak menyebutkan perawan tua). 30 wanita dihadirkan di podium laksana rombongan perempuan yang siap belanja laki-laki yang dipajang di etalase. Ada 7 pria tampan yang dilelang di acara tersebut, dan para wanita boleh tidak memilih jika tidak suka dengan cara mematikan lampu.
Taaruf yang sebenarnya masih berlangsung sampai saat ini. Dari yang saya dengar biasanya proses ini dicomblangi oleh para ustadz atau ustadzah. Selain faktor fisik, faktor kesamaan cita-cita dan pandangan hidup juga ikut mempengaruhi keputusan peserta taaruf. Banyak juga pasangan ideal yang dihasilkan oleh proses ini. Saya pernah menemukan sepasang pasutri hasil taaruf dimana keduanya bekerja di Bank Mandiri dan Bank Indonesia dan lulus dari dua universitas negeri ternama Indonesia.
Nah bagaimana dengan Take Me Out? Sebanyak yang saya ikuti faktor penampilan dan finansial lebih mempengaruhi keputusan para super woman peserta lelang. Mereka seperti mengharapkan pria yang sempurna tanpa melihat dulu kedalam diri mereka (faktor usia).
Nah bagaimana tanggapan warga Kompasiana? Apapun itu, kedua mazhab ini telah mewarnai Indonesia dua tahun belakangan ini.
Selamat berakhir pekan. Salam Kompasiana!
Bisnis kuliner menjamur dimana-mana. Bila Anda pernah menikmati hidangan atau masakan yang unik atau pernah
