Back to Kompasiana
Artikel

Umum

Asrim

Lahir di Makassar, Ijazah Dokter dari UNHAS Makassar, dapat Master di Amsterdam, Ahli Epidemiology di selengkapnya

Antara Cicak dan Buaya

OPINI | 15 September 2009 | 10:47 Dibaca: 1310   Komentar: 3   0

Diantara kedua reptil tersebut masih ada reptil lain yang cukup dikenal yaitu Buaya dan Komodo, penulis yakin pembaca sekalian sudah kenal dekat dengan keempat binatang melata jenis reptil berkaki empat tersebut diatas, adanya kecenderungan memakai keempat reptil tersebut sebagai simbol maupun sebagai gelaran memang sudah melekat dalam masyarakat kita sejak dulu kala. Keempatnya punya persamaan dan perbedaan. Perbedaan yang menyolok adalah ukuran tubuh dimana yang terkecil ukuran tubuhnya adalah Cicak atau cecak, soalnya kalau ukurannya diperbesar dengan sendirinya akan berubah nama menjadi tokek.

Walaupun kecil dan kelihatan agak pucat dan penakut namun sekarang ini ada kelompok yang menggunakan cicak sebagai simbol dan menyatakan diri sebagai kelompok Cicak. Selanjutnya Buaya ukuran tubuh terbesar dimiliki oleh buaya walaupun pada kenyataannya buaya  punya ukuran tubuh yang bervariasi dari yang terkecil sampai terbesar dan yang terbesar konon bisa sampai lebih dari 3 meter panjangnya. buaya sudah dikenal sebagai predator yang bisa menyerang sesama mahluk hidup berlainan jenis selanjutnya Kadal, kadal adalah binatang melata yang cukup istimewa karena bisa memanjat pohon, menggali tanah dan sering mencuri telur, mencuri ayam, maupun mencuri ikan.

Selain ukuran tubuh yang agak berbeda domain keempat binatang melata ini  agak berbeda  pula; misalnya; Cicak lebih banyak berada pada perumahan, pepohonan, Kadal berada pada tepian sungai maupun tepi hutan yang agak dekat ke kolam ikan maupun perkampungan berhubung dengan kebutuhannya sebagian tersedia diperkampungan itu, Komodo tempatnya lebih khas karena adanya ditempat tertentu saja misalnya kebun binatang, pulau komodo dan pulau sekitarnya sebagai habitat mereka. Buaya kebanyakan bermain di rawa-rawa dan sungai baik dihilir maupun di muara, tapi yang terbanyak konon adalah dimuara sungai. Apakah keempatnya bisa saling menyerang ? penulis pernah lihat di sebuah program TV buaya menyerang kadal ini mungkin disebabkan oleh perilaku kadal yang sering mencuri telur buaya, selain dari itu belum pernah melihat tayangan perang antara komodo dan buaya apalagi dengan cicak atau antara cicak dan buaya. Mungkin sulit melihat terjadinya perang antara ke tiganya karena masing-masing berada pada tempat dan habitat yang berbeda.

Saking akrabnya kita dengan keempatnya maka ada beberapa istilah yang dihubungka dengan mereka, bahkan ada yang membuatnya menjadi lagu; contohnya;

jika seseorang menuturkan sesuatu kepada orang lain dan tiba-tiba ada suara cicak maka dia akan berkata; informasi saya pasti benar karena cicakpun ikut mengiyakan.

Kalau seseorang teman me”ngerjai” teman lain atau orang lain biasanya dipakai istilah di kadalin.

Seorang kawan saya yang bekas pimpro tapi telah berubah status menjadi auditor suatu hari bertugas memeriksa pimpro baru teman tersebut mengingatkan pimpro yang baru jangan coba mengadalin Komodo..he..he

Istilah untuk buaya sudah terlalu banyak baik dalam pepatah petitih, maupun lagu misalnya; terang bulan terang dikali, buaya muncul disangka mati.

Istilah lainnya adalah; buaya darat, lelaki buaya, dll

Bentuk lain yang sering kita lihat adalah memakai bentuk-bentuk reptile sebagai perhiasan maupun dekorasi; Mungkin pembaca punya pengalaman lain dengan keempat reptil tersebut ?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | | 22 September 2014 | 14:36

Analisis Ancaman ISIS di Australia …

Prayitno Ramelan | | 22 September 2014 | 13:47

Software Engineer/Programmer Dibayar Murah? …

Syariatifaris | | 22 September 2014 | 10:16

Revolusi Teknologi Perbankan: Dari ATM ke …

Harris Maulana | | 22 September 2014 | 11:19

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Cak Lontong Kini Sudah Tidak Lucu Lagi …

Arief Firhanusa | 8 jam lalu

Asyiknya Acara Pernikahan di Jakarta (Bukan …

Irwan Rinaldi | 9 jam lalu

Matematika Itu Hasil atau Proses? …

Pical Gadi | 10 jam lalu

Usia 30 Batas Terbaik untuk Menjomblo? …

Ariyani Na | 10 jam lalu

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Menerobos Batas Kelam …

Akhmad Fauzi | 8 jam lalu

Nangkring Cantik: I am Beautifull …

Elisa Koraag | 8 jam lalu

Wanita dalam Sebuah Keluarga …

Aulia Fitrotul | 8 jam lalu

Mama, Pak Melmi Masuk TV …

Cay Cay | 8 jam lalu

Teman Datang saat Butuh Saja? …

Ois Meyta Rahayu | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: