Kompasiana
Jumat, 10 Pebruari 2012

Umum

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Eddy Mesakh

Eddy Mesakh, mantan wartawan di lingkungan Persda Network (Kompas Gramedia), yakni Harian Tribun Batam di Batam, Kepulauan Riau dan Tribun Manado di Manado, Sulawesi Utara. Kini menjadi karyawan sebuah minimarket di Batam.

Noordin Tewas di Tengah Perang Buaya vs Cicak

OPINI | 17 September 2009 | 17:08 1224 11 Nihil

MEDIA massa tengah gencar-gencarnya mem-blow up berita mengenai pertarungan antara buaya vs cicak. Polisi yang disebut sebagai buaya berhasil menahan dua petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang disebut cicak.

Dua petinggi yang ditangkap polisi adalah Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto. Mayoritas media massa menunjukkan keberpihakannya kepada KPK. Ini terlihat dari berbagai pemberitaan yang selalu membuat semacam flash back terhadap perjalanan kasus hingga kedua petinggi lembaga antikorupsi itu dilumpuhkan.

Media massa umumnya berpandangan buaya berusaha keras menghancurkan cicak dengan segala macam cara. Satu cara gagal, cara lain langsung dilakukan, hingga akhirnya dua petinggi KPK tersebut tak berkutik.

Dan ketika hampir semua media massa cetak, elektronik, dan online sedang gencar-genacarnya mengangkat topik pemberangusan KPK, mendadak ada penggerebekan terhadap Noordin M Top di Solo, Jawa Tengah. Sang gembong teroris nomor wahid di Indonesia itu pun dinyatakan tewas.

Dua isu yang sama-sama sexy bagi media massa. Tapi tentu saja kematian Noordin lebih sexy, mengingat dia adalah buronan yang sudah sembilan tahun menjadi buruan polisi. Bukan tidak mungkin polisi sudah sejak lama mengetahui keberadaan Noordin. Maksudnya, sang gembong teroris selalu dibuntuti ke manapun dia pergi dan berada dan setiap waktu polisi bisa saja membekuknya. Namun, perlu timing yang tepat untuk membekuknya. Dan waktu yang tepat itu adalah ketika isu buaya vs cicak mencuat.

Kapolri Bambang Hendarso Danuri pada pukul 16.00 Wib, memastikan bahwa Noordin M Top tewas dalam penggerebekan di Solo. Kepastian itu berdasar sidik jari. Dan tes DNA masih dilakukan untuk lebih memastikannya. Hasil tes DNA akan diketahui setelah 30 jam ke depan, yakni pada Jumat (18/9/2009).

Kita wajib memberikan apresiasi atas keberhasilan Polri menewaskan Nordin M Top cs. Namun pertanyaan saya, apakah sebuah kebetulan waktu tewasnya bersamaan dengan mencuatnya isu Polri vs KPK? (*)


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


    CINTA PERTAMA

    Bulan Februari adalah bulan cinta dan kasih sayang. Begitu kurang lebih yang dirayakan banyak orang,


SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar RSS
KOMPAS.com
© 2008 – 2012