Back to Kompasiana
Artikel

Umum

Unangmuchtar

lahir 2 Nov. di Bogor Sejak 1974 bekerja di Lembaga keuangan Bank dan non Bank. Hobby, selengkapnya

Tiga Wanita Cantik Berseteru, Marissa Haque, Ratu Atut, dan Irna Narulita

OPINI | 23 September 2009 | 01:16 Dibaca: 10793   Komentar: 161   0

Marissa Haque, siapa yang tak kenal dia. Mantan artis (atau masih kali ya..) dengan seabrek gelar kesarjanaannya, cantik, punya suami yang juga tak kalah bekennya Ikang Fauzi sang rocker yang juga pengusaha real estate.

Kalau kita sering membaca atau membuka Kompasiana, mungkin kita masih ingat bagaimana awal-awalnya Mbak Icha memperkenalkan dirinya, khususnya mengenai jenjang-jenjang pendidikan yang ia lalui, semua saya rasa tuntas dijelaskan oleh Mbak Icha, dan untuk masalah ini kita ikut bangga. Setidak-tidaknya amanat Ibu Kartini sungguh telah dilaksanakan dengan baik, atau perintah Allah SWT untuk mau terus belajar dan belajar, benar-benar benar-benar harus diberi acungan jempol untuk Icha dan keluarga (Ayat yang pertama turun adalah perintah Allah kepada kita untuk belajar, yaitu surat Iqra, yang artinya bacalah).

Artikel lain yang sering ditulis mbak Icha adalah mengenai Ratu Atut, khususnya yang berhubungan dengan dugaan ijazah (S1) aspal dari Ratu Atut sebagai Gubernur Banten, semua juga tuntas, tas…tas… tas dibahas lengkap dengan lampiran guntingan-guntingan surat kabar dan foto-foto saat proses pengungkapan dugaan ijazah aspal itu di Pengadilan. Saking yakinnya dengan dugaan ijazah aspal ini, saya sempat membaca berita sebuah surat kabar yang berjudul “Marissa lebih baik masuk bui, daripada harus membayar denda Rp. 500,- juta”. Sekali lagi kita harus mengacungkan jempol atas keberanian dan keyakinan kebenaran yang tertanam di sanubari isteri Ikang Fauzi ini.

Ratu Atut si Gubernur Banten sejauh ini (maaf kalau saya tidak salah) tidak pernah memberi tanggapan di blog kompasiana tentang tudingan dari Marissa Haque. Yang saya ingat ada satu komentar yang mengingatkan mbak Icha “Untuk berhati-hati, karena sebagian masyarakat Banten juga mendukung ratu Atut, dan mereka masih suka menggunakan ilmu-ilmu mistik untuk mencedrai orang-orang yang tidak di sukainya”. Nampaknya Marissa tidak terpengaruh dengan komentar ini, dengan segala keyakinannya dia jalan terus, mengebrak dan menggebrak, melabrak dan melabrak.

Masih menulis tentang Banten, beberapa tulisan dari Marissa menyoroti soal Korupsi Bupati pandeglang Banten yaitu Bupati Ahmad Dimyati Natakusumah. Terakhir Marissa menulis di
http://marissahaque.kompasiana.com/2009/09/21/kasus-suap-rp-200-milyar-dua-kali-lebih-besar-dari-besar-presiden-sby-menjelang-di-peti-es-kan-marissa-haque/

Dalam tulisannya yang cukup berani dan melampirkan guntingan surat kabar Kompas tanggal 17 april 2009, Marissa kembali menggugat aparat hukum untuk segera bertindak dan tidak mempeti es kan kasus ini. Kesan peti es ini ditangkap oleh Marissa, karena si oknum dan isterinya Irna Narulita dengan mudah masih dapat melenggang menjadi anggota dewan periode 2009-2014.

Irna Narulita, isteri bupati pandeglang diluar dugaan menanggapi dengan tidak kalah sengitnya tudingan Marissa, seperti tertulis dalam komentarnya berikut :

Mbak Icha maaf ya saya tersinggung berat dengan seluruh tulisan anda dimedia kompasiana.com ini. Bukankah kita sama-sama di satu wadah partai sekarang di PPP? apa anda tidak takut lagi dipecat oleh ketua Umum Partai? Anda ini apa sih sebenarnya maunya?

Saya hanya berpikir anda ini tidak tahu diri. Dikasih hati minta jantung. Sudah diterima PPP malah mengungkit semua luka kita.

Saya akan laporkan semua ini kepada Ketum PPP Surya Dharma Ali. Saya tidak terima suami saya dijelek-jelekin di media maya ini. Apakah anda merasa suami anda lebih keren dan lebih pintar dari suami saya? Kalian berdua adalah produk gagal, camkan itu!

Nah lu, ramai kan. Irna Narulita merasa tersinggung dengan tulisan Marissa, mbak Icha di bilang tidak tahu diri, dikasih hati masih minta jantung… koq jadi larinya ke soal yang si suami yang lebih keren… wah….wah…. artinya suasana sudah mulai memanas. Bisa-bisa saling tuntut nih mereka nantinya, jangan-jangan kasus Prita Mulyasari bisa merambat ke Kompasiana nich….. aduh…duh…duh….

Kalau sampai terjadi tuntut menuntut memang jadi seru, tetapi semua pihak tentunya sudah siap di kondisikan seperti itu. Artinya Ratu Atut, Irna Narulita dan suami, dan tentunya Mbak Icha dan juga suami serta keluarga besarnya juga siap saling sanggah dan membeberkan bukti-bukti yang mereka miliki. Disini memang diperlukan lembaga pengadilan yang tidak memihak, jujur, bersih dan adil dalam proses pengadilan nantinya (kalau sampai terjadi lho…)

Buat Marissa dan Ikang, kalau memang yakin bahwa apa-apa yang ditulis benar, tidak usah pernah merasa takut, jalan terus. Tapi kalau itu semua berita bohong, hati-hati. Karena salah satu dosa besar menurut Rasulullah adalah :”perkataan palsu dan kesaksian palsu”.

Kita harus yakin, bahwa KEBENARAN TIDAK PERNAH MEMIHAK, genderang perang sudah ditabuh dan kita harus siap menerima sesuatu yang orang tidak suka atau suka dengan bunyi tabuhan kita.

Kalau kebenaran dunia tidak kita dapat, kebenaran Tuhan adalah nikmat.

Wassalam.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | | 25 October 2014 | 14:51

Kompasiana Nangkring Special di Balikpapan …

Bambang Herlandi | | 25 October 2014 | 13:44

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 17 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 17 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 18 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 21 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Ngomong:”Mulutmu …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

MEA 2015; Bahaya Besar bagi Indonesia …

Choerunnisa Rumaria | 8 jam lalu

Bersenang-Senang dengan Buku …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

Kematian Pengidap HIV/AIDS di Kota Depok …

Syaiful W. Harahap | 9 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: