Umum
Lihat Profil    Jadikan teman    Kirim Pesan
Saya seorang perantau, pekerja keras dan pembayar pajak yang setia untuk negara. Sering memikirkan untuk apa saya bernegara, untuk siapa saya bernegara dan kenapa saya harus bernegara. Juga kadang berpikir "apakah suatu bencana yang maha dahsyat akan terjadi jika tidak ada negara??"
PKS, HTI, JT, Salafy dan FPI Lomba Lari, Siapa Pemenangnya?
Fadli Zulfadli
|  26 September 2009  |  22:17
1949
120
Belum ada nilai.

Pasca Reformasi 1998 berbagai macam aliran dan kelompok Islam mewarnai kehidupan kaum muslimin di Indonesia, terutama di kalangan muslim terpelajar yang berbasis di kampus-kampus, perkotaan dan kota-kota pelajar seperti Bandung dan Yogyakarta. Mereka sendiri menyebut kelompok-kelompok ini dengan istilah firqah, manhaj, tandzim, jamaah dan atau haraqah.

Diantara firqah-firqah yang cukup banyak pengikutnya di Indonesia itu adalah Ikhwanul Muslimun (aka. Partai Keadilan Sejahtera), gerakan Salafy (dengan berbagai pecahaannya), Hizbut Tahrir Indonesia dan yang terakhir adalah Jamaah Tabligh. Saya sendiri pernah mengikuti keempat aliran tersebut sebelum akhirnya keluar dan lebih memilih kembali ke akar tradisional saya yaitu Muhammadiyah.

Firqah pertama yang saya kenal adalah Jamaah Tabligh. Pada saat itu saya masih SMA yaitu sekitar tahun 1999. Saya dikenalkan dengan ajaran ini oleh salah seorang guru SMA saya yang setiap pelajaran olahraga rutin mengkampanyekan dan mendakwahkan ajaran Jamaah Tabligh. Beliau mengambil simpati dengan membedakan perlakuan terhadap siswa-siswa yang terlambat mengikuti pelajaran olahraga. Lazimnya mata pelajaran olahraga dimulai sekitar jam 3 sore. Bagi siswa yang terlambat datang dengan alasan shalat ashar, guru tersebut justru memuji-muji dan tak segan mengakatakan pada siswa yang tepat waktu untuk menjadikan siswa yang terlambat karena shalat sebagai contoh. Selanjutnya beliau mulai mendakwahkan tentang indahnya khuruj (tabligh khuruj fii sabiilillah) yaitu salah satu amalan Jamaah Tabligh dan mengajak para siswa ikut dengannya.

Saya mengenal PKS dan HTI pada waktu yang nyaris bersamaan pada saat saya kuliah di Yogyakarta. Saya terpesona dengan konsep jihad membela Palestina yang khas PKS dan konsep menolak demokrasi barat dan pro khilafah ala HTI. PKS sangat unik dengan gerakan kebudayaannya. Mulai dengan penggunaan kata-kata antum, anti, ukhti dan akhi dalam pergaulan. Penggunaan istilah-istilah seperti afwan dan ikhwan. Sampai kepada budaya nasyid dan liqa nya.

Tahun 2004 saya berpaling kepada Salafi setelah sebuah insiden yang aneh. Teman salafi saya begitu jijiknya melihat saya sampai-sampai beliau tidak mau menjawab salam saya dan ogah untuk duduk berdekat dekatan dengan saya dengan alasan saya adalah seorang ahlul bid’ah. Sikap kerasnya tersebut yang membuat saya penasaran dan bertanya-tanya apakah memang benar saya sekotor itu di mata dia. Tidak kurang tokoh-tokoh panutan saya seperti Sayyid Qutb dan Hasan al Banna yang saya kenal di Jamaah Tarbiyah (PKS) habis dicela dan ditelanjanginya. Klaim bahwa Salafi adalah satu-satunya golongan yang selamat dari 73 golongan langsung saya telan mentah-mentah.

Tiga bulan mengikuti Salafi saya hampir 180 derajat berubah. Saya sangat membenci PKS dan firqah-firqah yang lain. Ingin rasanya mencabuti dan merobek-robek bendera PKS atau HTI yang saya temui di lingkungan kampus. Bahkan jika ada dai Jamaah Tabligh yang coba-coba khuruj di masjid dekat kost-kostan saya, ingin rasanya membubarkan kegiatan mereka. Nuansa sejuk yang dulu saya peroleh dalam liqa-liqa Tarbiyah berganti dengan rasa gerah. Nyaris dalam setiap kajian isinya tidak lebih dari urusan cela mencela dan tahdzir mentahdzir. Bahkan saya nyaris tidak tahu siapa-siapa itu yang dicela dan ditahdzir.

Di Salafi saya mengenal tokoh-tokoh (ustadz-ustadz) di Indonesia dan di Timur Tengah sana yang ditahdzir (ummat diperingatkan untuk tidak mengikutinya). Saya tidak tahu siapa mereka-mereka itu, yang penting saya ikuti saja. Mereka sempat mengeluarkan daftar ustadz-ustadz yang mereka anggap kredibel sepanjang Aceh sampai Papua. Saya dengar-dengar ustadz-ustadz itu adalah murid-murid dari seorang ulama bernama Syaikh Muqbil di Yaman. Belakangan saya tahu ternyata nyaris sebagian besar tokoh-tokoh yang ditahdzir tersebut mengaku Salafi pula.

Saya mulai antipati dan alergi ketika kata-kata tercela seperti kecoak-kecoak dan anjing neraka muncul dalam forum kajian yang mulia. Saya mulai curiga kenapa teman salafi saya yang kajian di depan Fakultas MIPA dan yang kajian di Masjid Pogung mulai tidak bertegur sapa. Ada apa? Belakangan saya tahu bahwa mereka tidak sepemahaman. Teman saya yang di MIPA mengaku Salafi Asy Syariah dan menuduh yang di Pogung adalah antek-antek At Turats. Apalagi ini? Yang pasti saya tambah alergi.

Akhirnya dengan keikhlasan hati saya memutuskan untuk keluar saja dari firqah-firqah baru ini. Saya kembali saja ke akar tradisional saya yang damai. Saya pikir lebih baik saya meluangkan waktu saya untuk mengurusi Amal Usaha Muhammadiyah, bergerak di bidang pendidikan dan pemberdayaan ekonomi ummat. Terus terang saya juga tidak terlalu puas dengan kondisi Muhammadiyah sekarang yang gerakannya tidak sekinclong pada masa-masa awal berdirinya.

Tapi biarlah, saya akan berdiri saja disini. Melihat PKS, HTI, JT, Salafy dan FPI berlomba lari. Saya penasaran, siapa nanti yang akan jadi pemenang. Kadang saya memimpikan suatu gerakan Islam modern yang tertata rapi seperti PKS, memiliki konsep canggih bagaikan HTI, tetap berlandaskan aqidah yang lurus laksana Salafi dengan tetap mengedepankan cara-cara yang santun seperti Jamaah Tabligh dan tidak hanya mengurusi agama seperti halnya Muhammadiyah serta tidak meninggalkan karakter ke Indonesiaannya selayaknya Nahdhatul Ulama.

Kapankah itu bisa terwujud. Entahlah.

 


Sebarkan Tulisan:
Tanggapan Tulisan
elfian zupikar
26 September 2009 22:47
0

Biasalah Mas Fadz, orang salah selalu menyalahkan. Orang jelek selalu menjelek-jelekkan. Orang baik selalu berkata dan berbuat baik, kepada siapa saja, baik seakidah maupun tidak. Rahmatan lil’alamin akan menjadi omong kosong jika perkataan, hati dengan perbuatan tidak sejalan.

ana
26 September 2009 22:47
0

:), sungguh menyentuh tulisannya,

namun ana tertarik dengan alasan ana hilang simpati karena ucapan anjing neraka, tahukah anta siapa yang pertama kali mencetuskan kata itu ?

menurut ana PKS gak canggih kok biasa saja, HTI gak canggih juga, biasa aja, Muhammadiyah punya akar tradisional ? gak ah, muhammadiyah gak sperti yang apa yg tertulis dalam sejarah KH. Ahmad dahlan. mana ada yang sempurna yang dapat memuaskan segala keinginan?

aku justru ingin sekali mendekati salafi, namun aku belum sanggup bersama mereka.

salam ikhwa,

26 September 2009 22:58
0

@ana

aku justru ingin sekali mendekati salafi, namun aku belum sanggup bersama mereka.

Jujur ada hal-hal yang membuat saya jatuh cinta pada salafi. Saya terpesona pada hakikat dakwah salafiyah, namun orang-orang yang mengaku salafiyyun itu telah membuat saya gerah.
Saya juga menemukan kalangan yang baik-baik diantara mereka, yang telah mampu berdakwah dengan bil hikmah, seperti yang Buya Hamka pernah lakukan …

Soal Muhammadiyah, saya secara kultural adalah Muhammadiyah gaya Sumatera Barat, agak sedikit berbeda dengan gerakan KH. Ahmad Dahlan.
Gerakan pembaharuan yang dirintis Haji Rasul, ayahanda Buya Hamka memutuskan untuk bergabung dengan gerakan KH. Ahmad Dahlan di Jogja karena merasa ada sedikit kesamaan.

Di Sumatera Barat kami telah kenyang dengan pengalaman berbagai macam aliran dan mazhab. Disana pernah berkembang Syiah Karmatiyah. Bahkan penyebar Islam pertama di ranah kami adalah seorang penganut syiah, yaitu Syekh Burhanuddin.
Mazhab ini kemudian dibasmi oleh tokoh-tokoh Islam mazhab Hanbali (Tuanku Imam Bondjol dkk) dengan cara memerangi dan membakar nagari-nagari penganut aliran ini.
Kemudian kami kenal mazhab Syafii dan pada saat bersamaan menjamur pula tareqat-tareqat sufi semacam syattari dan naqsyabandi.
Awal abad 20 barulah muncul gerakan pemurnian agama yang dibawa angkatan Haji Rasul.
Sungguh kami telah kenyang dengan bermacam macam corak itu.

@iping
26 September 2009 23:09
0

mas, ikutilah yang menenangkan hati …

ana
26 September 2009 23:16
0

@fadz

yah problema ummat, ana pun jatuh cinta ke salafi, karena hakikat dakwahnya, walaupun nampak kekurangannya, namun ana masih berharap pada hakikatnya, seperti yang ana katakan sebelumnya , mana ada manusia sempurna ? ya ana maklum saja karena situasi memang keadaan yang semrawut penuh dengan konflik dan hasutan2 rekayasa musuh.

oh iya emang saat ini ada tiga kubu yang ana kenal disalafi, kubu udstas, jafar umar thalib, kubu udztas jazid dan kubu udztas luqman abduh. kalo ana, walaupun bingung, ana tawaqquf atas perselisihan mereka, layaknya ketika menghadapi perselisihan ali bin abi thalib dan muawiyah. mencoba bersikap netral. jadi konflik adalah keniscayaan walaupun itu menimpa generasi terbaik kita.

Haspa
26 September 2009 23:19
0

@ana…
PKS,HTI tidak canggih biasa2 saja, Muhammadiyah punya akar tradisional? nggak ah,….tapi bagi ana yang canggih dan punya akar tradisional adalah wahabbiyah org najd(arab saudi) ….bagi saya ada betulnya mmg canggih dan sesuai akar budaya arab bagi Wahabbiyah tapi tidak bagi Indo dan asia tenggara…
Berani ngaku salafy tapi tidak pernah hidup pada zaman kaum salaf…hanya berani ngaku2 kaum salaf untuk membenarkan hujjahnya….aetahu saya kaum salaf itu kehidupan sangat sederhana laksana kaum sufi’….

Haspa
26 September 2009 23:29
0

berlaku netral antara perselisihan Ali dan muwiyyah,…ha..ha..ha.. bagaiman mimbar mesjid di gunakan untuk mengutuk dan melaknat Ali….ini bentuk propaganda untuk membenarkan aksi muwiyyah..pada hal muwiyyah tidak sebesar apapun jasanya seperti 7 sahabat yang dijamin syurga …. kalau saya sih berlaku netral terhadap perselisihan Ali r.a dgn U.mukminin Aisyah r.a begitu juga Thalhah dan al-Zubair

Siwi
26 September 2009 23:39
0

Begitulah fenomena yg tjd,ana sdri pernah punya pengalaman spt itu,dan hati ini cenderung ke salaf walaupun akhirnya dibuat bingung karena kurangnya ilmu..Menurut ana bukan salah manhajnya yang tdk sempurna tapi qt sbg manusia dg segala keterbatasannya sehingga belum mampu melaksanakan dg baik dan sempurna,wallahu a’lam wa musta’an.Hanya Rasululloh yg tiada cela dan ia selalu jadi tauladan qt

ana
26 September 2009 23:45
0

@HASPA

ana tidak tahu mau berkata apa lagi kepada ente, ente memaki2 dengan sebutan wahabi itulah akhlak sufi yang sebenarnya, makian yang berasal dari dendam salaf (pendahulu) kalian para sufi yang pada hakikatnya adalah beraasal ajaran syiah.

ente gak perlu taqiyah bahwa ente bukan syiah, nampak dari makian ente terhadap sahabat Rasulullah dalam debat yang lalu.

yah menghadapi sikap hasad HASPA inilah yang menimbulkan banyak fitnah kepada para salafiyyun.

salaf itu kehidupannya sngat sederhana laksana sufi, itu memang benar, namun kehidupan sufi yang berkata tidak perlu berdiri, ruku dan sujud jika sudah mencapai ma’rifat, yang bertawasul kepada penghuni kubur, berdzikir dengan tasbih, berdzikir dengan lafadz baru sperti huwa dan ah ah, membuka aurat didepan non muhrim, membangun kubah di atas kuburan, membayangkan wajah mursyid ketika berdoa dan berdzikir
, semua itu bukan kehidupan Rasulullah para sahabat beliau.

memang ahlak sufi yang membawa dendam spt HASPA inilah sering bikin kuping dan hati menjadi panas, ibarat syaitan yang datang menggoda manusia. jadi ana ma’lum kenapa salaf sangat tidak menyukai orang spt HASPA ini, di nasehati agar jgn berbuat bid’ah malah nyolot dan balik menyerang dengan fitnah yang kekejiannya tidak pernah ada sebelumnya.

astagafirullah al adzim.

ana
26 September 2009 23:48
0

@HASPA

tidak henti2 nya dirimu memfitnah, bisa sebutkan siapa yang mengutuk sepupu dan menantu Rasulullah ali bin abi thalib ? inikah akhlak sufi yang dibanggakan itu ? Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

ana
26 September 2009 23:53
0

HASPA inilah salah satu biang kerok perpecahan antara ummat, layaknya abdullah bin saba, kesana kemari menghambur fitnah.

26 September 2009 23:56
0

@ Haspa

Saya belum pernah mendengar ada kajian Salafi yang mengutuk dan melaknat Ali. Menurut yang saya terima kalangan Ahlussunnah sama-sama menghormati para Khalifah yang empat itu dengan sebutan Radhiyallahu Anhu …
Syukur kalau Anda bilang anda berlaku netral terhadap perselisihan Ali RA dgn Ummul Mukminin Aisyah RA

@ Ana

HASPA memang ada kecendrungan pro terhadap sufisme atau salah satu tareqat sufi, namun tidak baik jika menuduh dia Syiah jika dia tidak mengaku Syiah, apalagi menuduh nuduh dia Taqiyah. Kalau sdr HASPA Syiah tentulah dia akan menyebut Ali alaihis salam dan kalau dia sufi sejati tentulah dia menggunakan kata Ali Karramallahu Wajhah.

Kalau sdr Ana juga merasa ada yang kurang dengan cara berdakwahnya Salafi/Wahabbi, kenapa tidak Anda saja yang memulai berdakwah atau menyampaikan pendapat dengan santun dan bil hikmah. Untuk urusan yang satu ini Anda tidak harus kalah dengan pengikut Jamaah Tabligh.

NB : Jangan bawa hadis soal Zindiq yaaah :) peace

Haspa
27 September 2009 00:02
0

@ana…
saya pun harus berkata apa lagi…
lucu yah baru kali ini ada yg mengatakan wahabi itulah akhlak sufi sebenarnya,;;;mmg pintar memutar kata untuk untuk meguatkan hujjah,….. kemudian menuduh sufi tak perlu berdiri, rurku, sujud jika sudah mencapai mak’rifat…jadi kalau begitu sama lah dgn wahabi karena anda mengatakan wahabi itu akhlak sufi sebenarnya….tapi menurut saya aliran sufi/tarekat juga berbagai dan apa yang anda tuduhkan itu mungkin percampuran kepercayaan seperti kejawen……..

begitulah org seperti anda kalau ada yg meragukan muwiyyah cepat2 di tuduh Syiah……ha…ha…. lebih baik aku di tuduh syiah dgn mencintai ahli bait rasulullah daripada jadi salafy(kononnya) tapi menghalalkan tindakan Muwiyyah yang nota benanya anak sang munafi Abu Sofyan…..

tiada siapapun yang bisa mengatakan dirinya ahlu salaf…itu hanya mengambil/berlindung atas nama ulama salaf…..Ulama salaf adalah ulama generasi pertama bukan generasi tanduk syaitan yang menyebarkan fitnah, sesat menyesatkan, kafir-mengkafirkan bahkan menumpahkan darah yg taj sepahaman dgnnya…..

Haspa
27 September 2009 00:25
0

@Fadz…
Betul tidak ada ulama wahabi(maaf sya tidak katakan salafy karena salafy tdk=wahabi) yg mengutuk saudara sepupu dan menantunya tetapi tidak ada juga mereka mencela sikap Muwiyyah yg tak mau membait Ali r.a yg waktu situasi genting diperlukan dukungan untuk memulihkan keamanan tapi malahan berperang dgn Ali dgn tipu dayanya, menetapkan pengganti dgn anaknya bukan melalui syorah dan paling menyiyikkan melaknat Ali di setiap mimbar mesjid sama juga jijiknya kaum syiah mengkafirkan Abu bakar, Umar dan Aisyah…;;;

2pac shakur
27 September 2009 00:25
0

Stop mas haspa n ana. Alangkah baiknya kita hentikan perdebatan ini, saya kagum ama penulis artikel mas fadz yg netral n bijak. Dan tdk gampang tertarik ma ILUSI NEGARA ISLAM.

Bagaimanapun ada hadis yg menjelaskan bahwa islam akan trbagi menjadi 73 firqoh. Smuanya masuk sorga kecuali 1 firqoh.

Ni hadis kebalikannya hadis yg sudah terkenal. Jadi yakini yg kita yakini smoga kita trmasuk dalam 72 firqoh yg selamat. AMEN

Maaf lahir batin. Mumpung msh bau2 lebaran. Piss

2pac shakur
27 September 2009 00:38
0

Demi terjalinnya wahdatul mislimin (kesatuan umat islam). Taassub ata fanatisme memang kadang diharuskan tp kalo sampai mencederai dg kata-kata hujatan apakah akan memberi faidah?? nobodys perfect xcept Our beloved prophet pbuh.

Ingat ucapan imam malik ra: SEMUA UCAPAN/IJTIHAD MANUSIA DIANTARA SALAH DAN BENAR KECUALI ORG YG DI DLM KUBURAN INI (imam malik ra memberi isarat ke makam Rasulullah) .

ana
27 September 2009 01:09
0

@HASPA

penyakit hasad kamu itu bahaya sekali, sangat menular, semoga Allah menjauhkanku dari hasad yang ada padamu.

mari kita timbang, tahu dari mana ajaran wihdatul wujud ? syaik siti jenar atau al hallaj ?
ente bilang itu mungkin campuran dengan kejawen ? mana yang ente maksudnya campuran kejawen ? kalau berdebat jangan pake kata mungkin, bagaimana bisa kata mungkin diterima sebagai kebenaran ?

membangun kubah masjid ? ente salah, kubah masjid banyak dibangun di arab sebelum masuknya islam ke indonesia, bertawasul kepada orang mati ? elo salah, abu jahal pun bertawasul kepada orang sholeh yang sudah meninggal, dan jg di addiriyah para pemuha kubur sudah ada disana, itulah yang di tumpas oleh penguasa ad dir’iyah…yang engkau bilang ditumpahkan darahnya, padahal yang terjadi kubah kuburan yang dibongkar, then para pemuja kuburan melawan, yang artinya melawan penguasa, bodoh lah kalau melawan penguasa, sudah berbuat syirik mlawan penguasa pula.

membayangkan wajah mursyid ketika dzikir ? ente salah lagi, orang kejawen tidak pernah membayangkan manusia, mereka membayangkan roh leluhur dan dan mahluk halus seperti nyi roro kidul. berdzikir dengan tasbih ? elo salah, tasbih bukan dari ajaran kejawen, kejawen tidak mengenal tasbih. berdzikir dengan lafadz huwa-huwa dan ah ah…? elo salah juga kejawen tidak mengenal lafadz huwa (DIA) dan ah ah yang singkatan dari Allah, kejawen nyebut Allah dengan Gusti pangeran. dan semua itu berbagai amalan tarekat sufi. jadi mana tuduhan saya yang hanya berdasar dugaan itu ?

skarang ente menuliskan meragukan muawiyah, padahal ente sebelumnya menghujat muawiyah radiyallahu anhu, tdk ada atupun aswaja yang menghina sahabat Rasulullah, sebab Rasulullah telah melarang untuk menghina sahabat beliau. siapa lagi yang menghina sahabat Rasulullah selain syiah ?

ooo kalau anak orang kafir maka anaknya tidak layak di mulyakan? inikah ahlak sufi yang konon lemah lembut itu ?

dimana yang mengaku ahlu salaf ? yang ada salafiy, yang artinya pengikut salaf. yang berupaya mencontoh para salaf, seperti Abu Bakar asshiddiq yang lemah lembut, seperti Umar bin khattab yang keras dan tegas, utsman bin affan yang pemalu dan ali bin abi thalib yang penyabar… ana bilang berupaya…supaya tidak takabur mengklaim dapat menyamai mereka.

generasi tanduk syaitan ? siapa yang di maksud generasi syaitan ? wah hal-hal yang mutasyabih dijadikan hujjah untuk memfitnah, jadi ente tuh yang menfitnah.

tuduhan sesat ? apakah bertawasul kepada penghuni kubur tidak sesat ? apakah membayang kan wajah mursyid ketika dzikir dan berdoa tidak sesat ? apakah berdzikir dengan lafadz bid’ah tidak sesat ?

mengkafirkan ? mana tulisan ana yang mengkafirkan ummat islam ? mana ucapan ulama yang mengkafirkan ummat islam? sembarangan aja nih HASPA menuduh, inikah ahlak yang ente dengung2 kan itu ? innalillahi wa inna ilaihi rojiun.

siapa yang ana tumpahkan darahnya ? ulama mana yang menumpahkan darah kaum muslimin ?
bisa sebut namanya ?

oh yang memberontak terhaap penguasa ad dir’iyah maksud ente ? keliatan HASPA ini orang tidak tahu sejarah dan ajaran Islam, bahwa Abu bakar asshiddiq memerangi orang yang tak membayar dzakat, ali bin abi thalib memerangi khawarij. ya sah-sah saja menumpas pemberontak yang hendak mengacau keamanan.

HASPA, ente bisanya memfitnah tanpa bukti.

ana
27 September 2009 01:17
0

@2 pac shakur

ana menyakini hadits yang pertama bahwa ummat islam akan terpecah mengjadi 73 golongan dan hanya satu yang slamat, ana meyakini hadits itu karena Allah mengharamkan ummat islam terpecah belah menjadi bergolong-golongan.

umar
27 September 2009 01:18
0

Coba masuk NII mas…tapi !

2pac shakur
27 September 2009 01:25
0

Saya pernah baca riwayat yg sbaliknya di kitab “Alwahdatul muslimin” karya syed mhmmd assyatiri. N emang yg 72 dineraka ada bnyk versinya jg tp sanadnya bnyakan dhaif

ana
27 September 2009 01:31
0

quote dari tulisan haspa :

“Betul tidak ada ulama wahabi(maaf sya tidak katakan salafy karena salafy tdk=wahabi) yg mengutuk saudara sepupu dan menantunya tetapi tidak ada juga mereka mencela sikap Muwiyyah yg tak mau membait Ali r.a yg waktu situasi genting diperlukan dukungan untuk memulihkan keamanan tapi malahan berperang dgn Ali dgn tipu dayanya”

tanggapan ana :

tidak ada yang mengutuk ali bin abi thalib radiyallahu anhu kan ?

ooo jadi HASPA wajib mencela muawiyah radiyallahu anhu, ck ck ck, bertobatlah dari hasad jelek kamu itu, kamu sudah kena hasutan itu.

oooooo… jadi kalau orang tidak sepaham dengan HASPA untuk mencela muawiyah radiyallahu anhu, maka engkau mencela dengan celaan wahabi ? ini kah ahlak yang baik dari sufi toh..? emangnya salah kalau tidak mencela muawiyah ? HASPA - HASPA, semakin banyak engkau menulis semakin banyak nampak kebodohan mu, engkau memalukan orang bugis tuh !!!

ana
27 September 2009 01:36
0

@2pac shakur, bisa tunjukkan letak perawi yang dhaif itu ? syaikh albani rahimahullah haditsnya hasan. tentu saya percaya dengan syaikh albani yang ahli hadits dong. lagipula matannya bersuaian dengan syariat Allah untuk berpegang teguh pada tali agama Allah dan jangan bercerai berai. sedankan hadits kedua itu, matannya saja menyalahi pokok ajaran islam untuk bersatu.

@HASPA :

kalau ente masih yakin untuk mencela muawiyah radiyallahu anhu ?

“Janganlah kalian mencela sahabatku. Karena demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, kalau salah seorang di antara kalian menafkahkan emas sebesar gunung Uhud, maka nilainya tidak akan mencapai satu mud (segenggam tangan) salah seorang mereka, dan tidak juga separuhnya.” (HR. Bukhari).

ana
27 September 2009 01:41
0

@2pac shakur

“Ingat ucapan imam malik ra: SEMUA UCAPAN/IJTIHAD MANUSIA DIANTARA SALAH DAN BENAR KECUALI ORG YG DI DLM KUBURAN INI (imam malik ra memberi isarat ke makam Rasulullah) .”

itu bukan ucapan imam malik, tapi ucapan imam Ahmad bin Hanbal.

ana
27 September 2009 01:49
0

quote dari HASPA :

“@ana…
saya pun harus berkata apa lagi…
lucu yah baru kali ini ada yg mengatakan wahabi itulah akhlak sufi sebenarnya,;;;mmg pintar memutar kata untuk untuk meguatkan hujjah,….. kemudian menuduh sufi tak perlu berdiri, rurku, sujud jika sudah mencapai mak’rifat…jadi kalau begitu sama lah dgn wahabi karena anda mengatakan wahabi itu akhlak sufi sebenarnya….tapi menurut saya aliran sufi/tarekat juga berbagai dan apa yang anda tuduhkan itu mungkin percampuran kepercayaan seperti kejawen……..”

tanggapan ana :

wah si HASPA ini kurang teliti membaca, karena sikap hasadnya kepada ana, jadilah tulisannya ngaco spt ini…tenang daeng tenang daeng, jangan emosi melulu tuh di kepala sehingga membutakan mata dan hati anda untuk membaca dan berpikir dengan jernih. hihihihihi…sungguh memalukan ahlak kamu HASPA.

27 September 2009 03:24
0

Saudara-saudaraku seiman @Ana dan @Haspa…

Saya mohon maaf… beribu-ribu maaf… saya mengundang, mari kita bincang bersama
di email saya:
boy.rachmad@gmail.com
atau di HP saya no > +62-81-11-55-66-88

Hati saya gundah gulana melihat perdebatan yang tiada habisnya dihadapan publik dan
terbaca oleh semua orang… bagi yang awam tentu akan melihat…beginikah rupa muslim?

Saya selalu mengikuti artikel-artikel dengan pokok bahasan agama dan saya juga mengikuti
komentar-komentar dari saudaraku berdua…

Saya telusuri sedari awal perbedaan pendapat diantara saudaraku berdua… dan saya
melihat, awalnya adalah karena susunan kata dan tanda baca yang memberi penafisiran
berbeda… bila mau luangkan waktu sedikit.. cobalah diperiksa, maka akan ditemukan
letak akar masalahnya yaitu susunan kata dan tanda baca yang memberi penafisiran
berbeda…

Saya paham apa yang menjadi “pokok perbedaan pendapat” (awalnya sebenarnya
bukan perbedaan pendapat)…

Karenanya, saya mengundang masing-masing untuk menulis ke email saya.. apa sebenarnya
yang ingin dikatakan dalam komentar… sebab dalam penulisan komentar, bila terburu-buru
kadang susunan kata menjadi tidak teratur sehingga menimbulkan salah penafsiran dari
orang lain yang membaca…

Mohon pengertian saudaraku seiman berdua.. untuk tumpahkan apa yang menjadi uneg-uneg
di email saya saja.. biar kita coba selesaikan bersama, tanpa harus orang lain menjadi
“bingung” …

Atas pengertian dan kesediaan saudaraku seiman berdua.. saya ucapkan banyak terima kasih

Wassalam,
Boy Rachmad

2pac shakur
27 September 2009 07:05
0

Hmm layaknya imam-imam muslimin setelahnya dalam hal ini imam ibn hambal meriwayatkan itu dari guru beliau al imam syafi-i dari imam malik.

setau saya imam malik ra yg di juluki :IMAM DARUL HIJRAH adalah pencetus fiqh ahlul madinah. Oleh karenanya kutipan imam malik diatas lebih real diucapkan beliau dihadapan murid2nya karena beliau hidup dan mati didaerah madinah. Dan merupakan pencetus madhab ke 2 stlah imam abu hanifah. Sementara imam ibn hambal adlh imam mujtahid ke 4 stlah imam syafi-i. Dan imam ibn hanbal hidup n mati di daerah iraq.

Mohon cross chek dikitab2 malikiyyah dan hanabilah seperti bidayatul mujtahid muwatta , Kasful qana mughni ibn qudamah.dll

@boy rahmad . Respect n smoga mas ana dan haspa mengikuti anjuran beliau. Thnks

Haspa
27 September 2009 07:05
0

@ana # 23…
Saya yg kurang teliti membaca atau anda pikun terhadap komentar anda pada #8 (ente memaki2 dengan sebutan wahabi itulah akhlak sufi yang sebenarnya)….

quote dari @ana # 21…
@HASPA :

kalau ente masih yakin untuk mencela muawiyah radiyallahu anhu ?

“Janganlah kalian mencela sahabatku. Karena demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, kalau salah seorang di antara kalian menafkahkan emas sebesar gunung Uhud, maka nilainya tidak akan mencapai satu mud (segenggam tangan) salah seorang mereka, dan tidak juga separuhnya.” (HR. Bukhari).

tanggapan Haspa:
ana bagaimana kedudukan hadist diatas dgn tindakan Muawiyyah dgn keturunannya dlm K.Umayyah yang mencela,mencaci-maki dan melaknat Ali diatas mimbar mesjid? dan perbuatan tersebut baru dihentikan pada era Umar Abd.Azis……
kalau saya tersilap dan tidak memperhatikan hadist tersebut, bagaiman dgn Muwiyyah sendiri yg hidup zaman Rasulullah yg begitu mencintai ahlu baitnya….tetapi mengingkari semuanya itu…

engkau menghina akhlak saya dan mengatakan seperti abdullah bin saba’, memalukan org bugis,dan akhlak yg memalukan…akhlak kamu bagaimana?…tapi itu semua tidak membuat saya merasa di zholimi karena itu berasal dari nafsu amarah kamu yg terlalu fanatik terhadap pahaman yg di bawah ibnu wahab

saya hanya berpegang tegu pada firman Allah Swt…
“Katakan (wahai Muhammad), biarlah orang berbuat sesuai dengan keadaannya masing2,karena tuhanmu lebih tahu siapa yanglebih lurus (jalan yg ditempuhinya)” Al-Isra 84

“Jangan engkau merasa bersih, Dia(Allah) lebih tahu siapa yang lebih bertaqwa” An-Najm 32

Bahkan Rasulullah bersabda
” Tiada seorang pun diantara kamu masuk syurga lantaran amal ibadahnya” para sahabat bertanya:Engkau juga wahai Rasulullah? Nabi menjawab:” saya juga tidak, kecuali Allah Swt melimpahkan kepadaku kurnia dan rahmat kasih sayang-Nya” (Hadizt riwayat Muslim)

Engkau menyamakan semua sufi seprti pemuja kuburan, tidak perlu berdiri, rukuk, sujud jika sudah mencapai makrifat, berarti anda juga kurang membaca tentang ibadah para sufi’…seperti S.Qadir Jalani, Al-Qazali dll….

Haspa
27 September 2009 07:12
0

@ Boy rachmad…
Terima kasih atas nasehatnya……begitulah seharusnya
Dalam perbedaan kita tak seharusnya mendikte bahwa pemahaman hanya milik sebuah golongan dan yang lain tidak betul bahkan yang mempunyai akhlak yg baik juga harus pakai standar dia…
Mohon maaf zhohir bathin

Andre
27 September 2009 07:13
0

Wahai saudaraku ana & haspa,

Shalli alan nabi…..shalli alan Nabi…

Dedhy Kasamuddin
27 September 2009 10:20
0

Saya adalah seorang Salafy..!!!

Salam kenal,
Dedhy Kasamuddin

Haspa
27 September 2009 11:02
0

@Dedhy..
Salam kenal bung, maaf anda suka mengcopy-paste tulisan di blog anda yg selalu di promosikan…seperti tulisan Bung Ichwan mengenai Polis diraja malaysia dan ada juga yg lain

ana
27 September 2009 12:12
0

@HASPA

saya kutipkan dari yang asli tulisan ana yah :

“ana tidak tahu mau berkata apa lagi kepada ente, ente memaki2 dengan sebutan wahabi itulah akhlak sufi yang sebenarnya, makian yang berasal dari dendam salaf (pendahulu) kalian para sufi yang pada hakikatnya adalah beraasal ajaran syiah. ”

tulisan diatas artinya adalah :

ente memaki2,
memaki2 dengan sebutan apa ?

ente memaki2 dengan sebutan wahabi.

artinya ente memaki2 dengan menuliskan wahabi kepada manusia2

memaki2 dengan menuliskan wahabi itu ahlak siapa ?

memaki2 dengan menuliskan/ dengan sebutan wahabi adalah ahlaknya si HASPA

HASPA siapa ? HASPA si sufi.

nah apa kurang jelas tuh? wah bukannya tobat ente HASPA, hasad kok di piara.

ana
27 September 2009 12:18
0

@HASPA
“ana bagaimana kedudukan hadist diatas dgn tindakan Muawiyyah dgn keturunannya dlm K.Umayyah yang mencela,mencaci-maki dan melaknat Ali diatas mimbar mesjid? dan perbuatan tersebut baru dihentikan pada era Umar Abd.Azis……”

wah, gak pernah tuh Muawiyah radiyallahu anhu memaki2 Ali bin abi thalib, gue gak pernah dengar tuh. ente pernah dengar Muawiyah memaki Ali bin abi thalib radiyallahu anhu?

ahlak seorang muslim yang baik seharusnya tidak memfitnah pendahulunya, dan juga tidak mengghibahinya tanpa alasan yang benar.

ana
27 September 2009 12:29
0

@HASPA

menuliskan nama syaikh Abdul Qadir jaelani dan Abu Hamid Al Gazali ente gak benar, gimana mau tahu riwayat hidupnya. udah baca buku putih syaikh Abdul Qadir jaelani ? bahwa beliau membantah mengajarkan tarekat sufi ?

Dan tidakkah ente membaca riwayat Abu Hamid Al Gazali yang bertobat dari kesalahannya ?

sekarang kalau sufi memang ajaran islam? dimana ada hadits atau ayat yang melegalkan penamaan ajaran tasawuf ini ? dan amalan2 bid’ah dzikir yg sudah saya tuliskan ? kalau ente tidak bisa mengemukakan bukti ente sudah membela ajaran bid’ah.

27 September 2009 12:30
0

@ana..
memang kau tidak pernah mendengarnya karena engkau bukan hidup di era Muwiyyah….
Makanya jangan hanya baca buku yg pro wahabi saja…masih banyak buku yg berimbang….kalau Muawiyyah tidak memaki Ali kenapa sampai bisa loss control mimbar mesjid di gunakan untuk mencaci maki ALi dan hanya berhenti pada era Umar Abd.Azis……
dimulut kamu yg ada fitnah tetap sendiri memfitnah org tak perlu berdiri, rukuk, sujud..dasar mulut comberan wahabi…

27 September 2009 12:36
0

ha..ha..ha… Syaikh Abdul Qadir Jalani tidak mengajarkan tarekat sufi..baru aku dengar dan tentu siapalagi kalau bukan propaganda wahabi….
cek..ce..ce..Abu Hamid Al Gazali bertobat dari kesalahn? wakakaka…..bagaimana tg buku Ibnu Taimiyah dan Ibnu wahab bertobat…? anda mmg hebat memutar fakta bukan terbalik yg ulama2 wahabi yang banyak bertobat…..

pernah kau melihat saya melakukan amalan bida’ah berdzikir….? ini pun boleh saya bilang fitnah. ..dan engau itu membela ajaran sesat-menyesatkan….

ana
27 September 2009 12:47
0

@HASPA

tulisan ente nih dibawah :


saya hanya berpegang tegu pada firman Allah Swt…
Katakan (wahai Muhammad), biarlah orang berbuat sesuai dengan keadaannya masing2,karena tuhanmu lebih tahu siapa yanglebih lurus (jalan yg ditempuhinya)” Al-Isra 84

“Jangan engkau merasa bersih, Dia(Allah) lebih tahu siapa yang lebih bertaqwa” An-Najm 32

tanggapan ana :

ana tidak berpegang teguh pada ayat diatas karena ana sering lupa ayat diatas. namanya juga manusia biasa yang tidak bersih dari salah dan khilaf.

namun jika ente merasa bersih dan merasa berpegang teguh maka ente berpegang teguhlah….dan jangan merasa bersih dan jangan merasa selalu berpegang teguh lah.

ente itu dzalim, telah memaki sahabat Rasulullah, dan orang2 yang menegakkan ajaran islam spt syeich muhammad bin abdul wahhab.

ana marah ? gak tahu apa tuh marah, ana cuma gerah dengan kelakuan ente yang memaki2 sahabat Rasulullah dan memaki sekaligus memfitnah ulama yang menegakkan ajaran Tauhid dengan hadits mutasyabih, hadits tanduk syaitan.

ana
27 September 2009 12:51
0

ana menilai tasawuf sesat ya karena memang banyak ajaran tasawuf yang bid’ah. islam gak butuh ajaran tasawuf karena islam sudah sempurna.

sekarang jika ente mengerti sufi/tasawuf yang sebenarnya ente jelasin disini bahwa sufi yang sebenarnya itu gimana ? kalau sufi itu baik maka itulah islam kalau sufi jelek itu bukan islam yang benar,
bagaimana pemahaman islam yang benar?
tentu pemahaman islam yang sesuai dengan Al Qur’an dan sunnah Rasul yang benar, bagaimana pemahaman islam yang benar sesuai dengan Al Qur’an dan sunnah Rasul yang benar itu ?
jawabnya pemahaman islam sebagaimana Rasulullah dan para sahabatnya memahaminya.

Rasulullah dan para sahabat beliau itu siapa ? Rasululullah dan para sahabat itu adalah yang terdahulu (pendahulu) ummat islam,

istilah pendahulu dalam bahasa arab itu apa ? jawabnya adalah salaf.
jadi salaf itu siapa ? salaf kaum muslimin adalah Rasululullah dan para sahabat beliau.
lalu apa itu salafiy ? salafiy adalah golongan yang berupaya mengikuti para salaf.

sufi ? dari mana datangnya ajaran sufi ini ? apakah Rasulullah dan para sahabat beliau mengajarkan tasawuf ?

ana
27 September 2009 12:57
0

@HASPA :

ente pernah dengar Muawiyah memaki ali bin abi thalib ? kalau ente bilang pernah dengar muawiyah memaki ali bin abi thalib berarti ente bohong, walaupun jika itu, ada riwayat yang shahih, maka ente mengghibah tanpa alasan yang dibenarkan. gak tahu kan ente bahwa Ali bin abi thalib radiyallahu anhu telah berdamai denga muamiyah stelah mereka bermusyawarah ?

kenapa ente yang sewot memaki muawiyah radiyallahu anhu, Ali bin abi thalib tidak sampai memaki muawiyah, mereka bersahabat, ente siapa kok brani2nya memaki sahabat Rasulullah dan sahabat Ali bin abi thalib ?

ahlak yang baik adalah tidak mengghibahi/memfitnah pendahulu kita. anda stuju ini ?

ana
27 September 2009 13:01
0

@HASPA

pernah kau melihat saya melakukan amalan bida’ah berdzikir….? ini pun boleh saya bilang fitnah. ..dan engau itu membela ajaran sesat-menyesatkan….

ana melihatnya dan ana kenal mereka, mreka tetangga ana.

nah sekarng ente jawab, pernahkan ente mendengar muawiyah memaki Ali bin abi thalib ?

ana
27 September 2009 13:08
0

@all

“dimulut kamu yg ada fitnah tetap sendiri memfitnah org tak perlu berdiri, rukuk, sujud..dasar mulut comberan wahabi…”

inilah makian HASPA sudah ada kata comberan ada juga wahabi, padahal wahabi siapa yah ?

27 September 2009 13:13
0

Amalan bida’ah dzikir? yang mana bida’ahnya……
Menurut Al-Hafidh ibn Hajar Al-Asqalani (kecuali kalau kaum Wahabi menyesatkanya)dalam Al-Fath Al-Bari mengatakan”yang dimaksud dzikir adalah mengucapkan kata2 yang di suruh memperbanyak pengucapannya. Hal ini seperti al-baqiyat ash-shalihat (amal sholeh yang kekal manfaatnya) seperti subhanallah wal-hamdulillah wa laa ilaha illallah Wa llahu Akbar,membaca hauqalah, basamalah, istigfar, hasbalah demikian juga doa’ untuk kebaikan dunia dan akherat.

Firman Allah swt ttg berdzikir..
“Berdzikirlah(ingatlah) kepadaku, niscaya Aku akan ingat padamu” (Al-Baqarah 152)

“…Yakni orang2 yang berdzikir kepada Allah di waktu berdiri, duduk, dan berbaring ( Ali Imran 191)

“..yaitu orang2 yg beriman, hati mereka aman tentram dengan berdzikir kepada Allah, ingat dengan dzikir kepada Allah, hati menjadi aman dan tentram” ( Ar-ro’d 28)

Dalam hadist Qudsi (mungkin ana mendoifkan) dari Abu Hurairah, rasullah bersabda, Allah berfirman “Aku ini menurut prasangka hamba-Ku, dan Aku menyertainya dimana saja ia berdzikir kepada-Ku jika ia mengingatKu dalam hati maka Aku mengingatnya dalam hatiKu,Jika ia mengingatKu dikelayak ramai maka AKu mengingatnya di depan khalayak lebih baik, apabila ia mendakat sejengkal padaKu maka Aku mendekatnya lebi sehasta………”(HR. Bukhori,Muslim, Tarmudzi, Nasa’i, ibnu majah dan Baihaqi)…

dimana bida’ahnya amalan dzikir….? kecuali ana mendoifkan hadist2 dan mengingkari ayat2 al-quran

27 September 2009 13:16
0

@ana…
apa hubungannya saya dgn tetangga kamu,….Islam tidak memerlukan tasawuf maka islam juga tidak sesat tanpa Ibnu wahab……

ana
27 September 2009 13:17
0

@HASPA,

ooo ente sufi yah… wah ngaku dah si haspa sufi, sebagai sufi amalan apa yang sufi lakukan ente lakukan ?

shalat 5 kali sehari, puasa , membayar zakat, berhaji, bersedekah, ber infaq ? tidak memfitnah ? tidak menggibah, hidup sederhana ? itu mah ajaran islam yang asli, tidak perlu orang tasawuf datang berkata itu ajaran tasawuf.

tapi kalau ente bilang memaki sahabat Rasulullah dan bertawasul kepada penghuni kuburan ajaran islam, nah itu persoalan besar, membela orang yang mengamalkannya, memusuhi orang2 yang menumpasnya, nah itu bukan ajaran islam.

ana
27 September 2009 13:19
0

@HASPA
sekarang ente memfintah lagi nih, siapa itu ibnu wahab ? kesesatan apa yang dilakukannya ?
menumpas sufi di ad dir’iyah ? hahahaha….

ana
27 September 2009 13:23
0

islam tidak sesat tanpa ibnu wahhab ? ya iya lah…siapa juga blang islam sesat tanpa ibnu wahab. siapa itu ibu wahab apa yang telah dilakukannya ? menumpas sufi di ad dir’iyah ? hahahaah…makin memalukan saja HASad Pada Ana (HASPA) ini :)

nah kalo dikatakan Muhammad bin abdul wahhab menumpas kesesatan sufi di ad dir’iyah itu memang ada riwayatnya :). alhamdulillah, arab jadi kembali bersinar terang jauh dari ibadah bid’ah.

ana
27 September 2009 13:29
0

ahahahaa, semakin nampak ketidak mengertian HASPA?

siapa yang membid’ah kan dzikir ? hahahaah lucu benar si HASPA….

dzikir itu ibadah, dan karena dzikir adalah ibadah, maka berdzikir harus mengikuti tuntunan, kalo tidak itu namanya bid’ah, dan bid’ah itu sesat dan sesat tempat nya di neraka. :)

haspa belajar defini bid’ah dulu deh sono. daripada situ mencak2 tidak karuan menghambur fitnah. hahaahhaa.

quote dari tulisan HASPA :

Amalan bida’ah dzikir? yang mana bida’ahnya……
Menurut Al-Hafidh ibn Hajar Al-Asqalani (kecuali kalau kaum Wahabi menyesatkanya)dalam Al-Fath Al-Bari mengatakan”yang dimaksud dzikir adalah mengucapkan kata2 yang di suruh memperbanyak pengucapannya. Hal ini seperti al-baqiyat ash-shalihat (amal sholeh yang kekal manfaatnya) seperti subhanallah wal-hamdulillah wa laa ilaha illallah Wa llahu Akbar,membaca hauqalah, basamalah, istigfar, hasbalah demikian juga doa’ untuk kebaikan dunia dan akherat.

Firman Allah swt ttg berdzikir..
“Berdzikirlah(ingatlah) kepadaku, niscaya Aku akan ingat padamu” (Al-Baqarah 152)

“…Yakni orang2 yang berdzikir kepada Allah di waktu berdiri, duduk, dan berbaring ( Ali Imran 191)

“..yaitu orang2 yg beriman, hati mereka aman tentram dengan berdzikir kepada Allah, ingat dengan dzikir kepada Allah, hati menjadi aman dan tentram” ( Ar-ro’d 28)

Dalam hadist Qudsi (mungkin ana mendoifkan) dari Abu Hurairah, rasullah bersabda, Allah berfirman “Aku ini menurut prasangka hamba-Ku, dan Aku menyertainya dimana saja ia berdzikir kepada-Ku jika ia mengingatKu dalam hati maka Aku mengingatnya dalam hatiKu,Jika ia mengingatKu dikelayak ramai maka AKu mengingatnya di depan khalayak lebih baik, apabila ia mendakat sejengkal padaKu maka Aku mendekatnya lebi sehasta………”(HR. Bukhori,Muslim, Tarmudzi, Nasa’i, ibnu majah dan Baihaqi)…

dimana bida’ahnya amalan dzikir….? kecuali ana mendoifkan hadist2 dan mengingkari ayat2 al-quran

ana
27 September 2009 13:41
0

@HASPA

ente emosi wajar2 lah, namun jangan sampai buta hati spt itu, banyak tantangan ana yang ente gak bisa jawab. dan semua tantangan pertanyaan ente sudah ana jawab.

1. sufi sesat karena amalan bid’ah
2. sufi di tumpas di najd dan hijaz karena kesesatan sufi, yang bertawasul kepada penghuni kubur.

jike ente punya pembelaan ttg sufi bahwa amalan mreka adalah bukan bid’ah bawakan dong dalil. jangan menyerang dengan fitnah, itu semakin menampakkan ketidak mampuan ente dalam diskusi dan debat yang sehat.

27 September 2009 13:49
0

@ana,,
memangnya ibnu wahab saja menegakkan ajaran Islam, buktinya di Indonesia saiap yang tegakkan dan sebarkan islam kalau bukan para sufi….

sufi?dari mana ajaran sufi? dan apakah rasulullah dan sahabatnya mengajarkan tasawuf?

Sufi berasal dari perkataan ahlul shuffah yang mana mereka tidak merasa memiliki keluarga dan harta selain Allah Swt yang tinggal di depan mesjid nabawi…dari situlah ajaran sufi dgn kesederhanaannya……termasuk Abu hurairah sebagai ahlulnya…..
apakah nabi mengajarkan Tasawuf…..cari buku deh tentang bagaimana Ali bertanya amalan apa yang paling banyak pahalanya kemudian rasulullah mengajarkan kalaimat tauhid itu……..
kehidupan rasulullah juga mencerminkan seorang sufi ….

rieke
27 September 2009 13:54
0

@ana..ajaran islam itu katanya jadi 73 terus yg diterima
cuma 1,ini ajaran yg mana..??
kasih tau dong…ntar kalo ke surga bisa bareng2..

ana
27 September 2009 14:04
0

@HASPA

siapa itu ibnu wahab ? apa yang dilakukannya ? dan siapa pula yang mengatakan hanya ibnu wahab saja yang menegakkan ajaran islam ? dan kalau bisa susun bahasa yang bagus dong, biar orang bisa mengerti.

bisa sebutkan nama yang menyebarkan islam di indonesia ? OK, kita sebut Syaikh Yusuf orang sedaerah ente, amalan apa yang diajarkannya ?

Abu khurairah ahlulnya ? apa arti ahlulnya ini ? kalau hidup sederhana itu ajaran islam yang asli, bukan ajaran sufi. Abu khurairah tidak bertawasul kepada penghuni kubur.

Kalimat tauhid ? itu pokok ajaran agama islam, kalimat Tauhid La ilaha illallah, tidak ada Tuhan yang berhak di ibadahi selain Allah. itu mencakup, tidak boleh berdoa kepada mahluk, tidak boleh meyakini bahwa orang yang mati didalam kubur dapat mendatangkan manfaat dan mudhorat.

ana kutip tulisan ente yah :)

“apakah nabi mengajarkan Tasawuf…..cari buku deh tentang bagaimana Ali bertanya amalan apa yang paling banyak pahalanya kemudian rasulullah mengajarkan kalaimat tauhid itu……..
kehidupan rasulullah juga mencerminkan seorang sufi ….”

apa tidak sebaliknya ? yaitu sufi menampakkan keislaman dengan belajar kalimat Tauhid ?
itu ajaran islam yang asli yang pokok.

dan konsekuensinya jangan mengharap berkah dari wali-wali Allah dengan mengunjungi kuburannya, itu perbuatan syirik. perbuatan itulah yang di tumpas oleh Muhammad bin abdul wahab di ad dir’iyah.

lalu ibnu wahab yang ente sebutkan siapa ? apa yang dilakukannya ?

27 September 2009 14:07
0

siapa emosi….mungkin si ana..aja….kenapa saya harus emosi tanpa org seperti kamu(golongan wahabi) sya juga bisa sholat, puasa, ….naik haji…intinya saya jadi muslim bukan karena wahabiyah bahkan terpecah belahnya ummat di Nusantara ini salah satu penyebabnya karena pahaman wahabbiyah tidak cocok dan cocoknya hanya di Arab sana.
ha…ha….
sufi sesat karena bida’ahnya….itu otak ana doang dgn konconya….tidak semua amalan sufi adalah bida’ah……kalau sesat dan bida’ah takkan Indonesia bisa menjadi islam karena jasa para kaum sufi…..bukan karena wahabiyyah……..
di Arab sana dia berhasil karena bantuan inggris dan ibnu saud…….kesesatan sufi menurut ana tumpas di najd karena itu sudah di takdir bahkan dalam hadist tanduk syaitan sudah dikatakan….tapi tumpas di luar karena rata2 ulama Indonesia dan Malaysia yang belajar dari Madinah tetap tidak mensesatkan amalan tasawuf…..

27 September 2009 14:14
0

oke deh ana menang …… memang kalau debat jagonya yg mengatakan pengikut salafy…..
Bagi saya walaupun ada sebagian amalan sufi yg di katakan bida’ah sy tetap menghormati dia….walaupun bukan pengikut kaum sufi tapi saya salut terhadap mereka,tanpa sesat-menyesatkan, dgn kehebatan akhlak mereka berhasil menundukkan Nusantara menjadi Islam terbesar..bahkan penyebaran Islam di Asia dan Afrika di motori kaum sufi…bukan yg ngaku2 dirinya salafy padahal belum tentu sperti kaum salaf…..
Astagafirullah…….segala ucapan yg tidak baik……

ana
27 September 2009 14:15
0

@HASPA

siapa yang menkafirkan sesama muslim ? bisa sebut namanya ? sudah banyak loh tantangan pertanyaan gue yang gak bisa elo jawab.

wah haspa kalo bertanya dengan mudah ana jawab, kalo ana bertanya kepada HASPA, bisanya dia nyuruh baca buku dan link (yang gak jelas siapa penulis dan bagaimana kredibiltasnya). ginilah jadi kalau standarnya buku doang dan internet doang. yang ngajarin orang kagak jelas.
pantesan dia gampang memfitnah.

kalo sufi mah…hehhhee….tetangga ana sufi, teman ana sufi, gue sendiri pernah ngamalin amalan tarekat sufi, sampe2 guru matematika gue yang kejawen kira gue punya ilmu batin hahahaha…jadi ana tahulah seluk beluk tasawuf.

ooo ana baru tahu dari haspa jika haspa menganggap Rasulullah mencerminkan sufi, padahal Rasulullah itu Nabi nya ummat islam, semua ajaran islam semua marfu (tersambung sanadnya) kepada beliau, gak mungkin Rasulullah belajar dari orang sufi :).

27 September 2009 14:23
0

tambah ngaur deh si ana siapa sih bilang Rasulullah belajar dari org sufi’….waah ini pernyataan tidak bertanggung jawab dari seorang menamakan dirinya pengikut salaf….
saya katakan kehidupan rasulullah mencerminkan kehidupan seorang sufi’….

27 September 2009 14:26
0

ha…ha…ha….ambil semua ana capek tangan saya mengklik…untuk layani kamu …..

ana
27 September 2009 14:27
0

@HASPA
ana kutip tulisan ente yah,

“sufi sesat karena bida’ahnya….itu otak ana doang dgn konconya….tidak semua amalan sufi adalah bida’ah……kalau sesat dan bida’ah takkan Indonesia bisa menjadi islam karena jasa para kaum sufi…..bukan karena wahabiyyah……..”

ana beri tanggapan :

“siapa bilang yang orang2 mengaku sufi itu bid’ah semuanya ?”
ana kutip lagi yah tulisan ente haspa

“di Arab sana dia berhasil karena bantuan inggris dan ibnu saud…….kesesatan sufi menurut ana tumpas di najd karena itu sudah di takdir bahkan dalam hadist tanduk syaitan sudah dikatakan….tapi tumpas di luar karena rata2 ulama Indonesia dan Malaysia yang belajar dari Madinah tetap tidak mensesatkan amalan tasawuf”

daeng haspa, ibnu saud itu siapa ? penguasa ad dir’iyah ? apakah penguasa, misalnya pemimpin kabilah tidak berhak menertibkan warganya yang melakukan bid’ah dan perbuatan syrik ?

apakah haspa menuding yang dimaksud kan dalam hadits tanduk syaitan itu adalah syaikh muhammad bin abdul wahhab ? apa yang dilakukan oleh beliau ? menumpas orang2 yang bertawasul kpaa penghuni kubur? apa salahnya menumpas perbuatan syirik itu ? adakah dalilnya melarang menumpas perbuatan syirik spt itu ? justru penguasa wajib menumpas kesyirikan untuk menegakkan kalimat tauhid.

bantuan inggris? bantuan inggris dalam hal apa ? menjatuhkan khilafah utsmaniyah yang tidak amanah itu ? sorry bro…utsmaniyah jatuh karena kemal mustafa attaturk. bukan karena syaikh muhammad bin abdul wahhab. baca sejarah dong, jangan mau di kibuli sama orang inggris yang bersekutu dgn malaysia tempat ente sekarang mencari nafkah.

ana
27 September 2009 14:30
0

@HASPA,

gak ada urusan menang dan kalah dalam diskusi dan debat, tapi bagaimana kita mau menerima kebenaran secara objectif tanpa fitnah yang tak berdasar,

kalo situ ente capek melayani saya, artinya tujuan ana sudah tercapai, ente akan berhenti memaki dan memfitnah muawiyah radiyallahu anhu dan syaikh muhammad bin abdul wahhab kan ? lihat tuh koment pertama ente di atas, provokasi tuh !. haspa engkau yang memulai engkau pula yang mau mengakhiri,
terserah ente, mumpung gue puyeng gak tahu mau ngapain :)

ana
27 September 2009 14:38
0

@HASPA

ana kutip ya tulisan ente

‘tambah ngaur deh si ana siapa sih bilang Rasulullah belajar dari org sufi’….waah ini pernyataan tidak bertanggung jawab dari seorang menamakan dirinya pengikut salaf….
saya katakan kehidupan rasulullah mencerminkan kehidupan seorang sufi’….”

dimana saya saya bilang Rasulullah belajar dari orang sufi, ana justru berkata yang sebaliknya. ana tuliskan gak mungkin Rasulullah belajar dari orang sufi, ente tuh yang tulis Rasulullah mencerminkan kehidupan orang sufi.

wah HASPA, yang baca teliti dong, dan jangan memaki aku pikun lagi yah…baca baik2 dulu, sebelum koment jangan pa’ bambangang…kata temen gue.

HASPA kalau membaca yang benar yah, hati2 dong, apalagi kalau baca buku agama, bisa2 ente puyeng dan main fitnah kesana kemari, eh ente kan sudah memfitnah kesana kemari, itu dari baca buku dan artikel di internetkan ?

kalo ana sih, tahunya kesesatan sufi, bukan dari tulisan dan informasi di internet dari pengalaman pribadi HASPA.! haspa pernah jadi pengikut firqah yang ente maki sebagai wahabi ?
kalau pernah apa yang mereka lakukan ?

27 September 2009 14:40
0

ha…ha…ha…tangan saya aja capek melayani engkau…….dan siapa yg berani jamin kalau saya berhenti tidak menyukai Muwiyyah dan Muhammad bin abdul wahab…..ha….ha…..tujuan saya juga mengatakan capek tesebut hanya mau lihat bagaimana reaksi ana …ha….ha…..ente,ana…itu bukan bahasa Indonesia itu arab…..ho…ho….ho…kalau gak tahu mau ngapain ya istigfar, berdzikir…gitu aja repot koq org salafy tidak tahu mau ngapain……..

ana
27 September 2009 14:40
0

kalo ana sih, tahunya kesesatan sufi, bukan dari tulisan dan informasi di internet dari pengalaman pribadi ana sendiri, HASPA.! haspa pernah jadi pengikut firqah yang ente maki sebagai wahabi ?
kalau pernah apa yang mereka lakukan ?

27 September 2009 14:44
0

memangnya ada tulisan saya yg mengatakan rasulullah belajar dari sufi’…itu rekaan kamu saja…memangnya kamu bisa tahu hati dan pikiran saya?….ha…ha…ana mau jadi paranormal ya? tapi normalkah ya?….ha…ha..tidak nyambung

rieke
27 September 2009 14:50
0

@ana…gue jg cape ama loe kagak mau jawab pertanyaan gue…
ntar nggak jadi bareng lho ke surga..!!

27 September 2009 14:50
0

saya juga merupakan pengalaman pribadi…dalam firqah…..kenapa rata2 mereka guruur(tertipu dgn kelebihannya)……sehingga ia tak merasa dirinya riak dgn ilmunya dan melihat org tidak betul kalau tidak sesuai dgn pahaman mereka…..
Saya bukan pengikut sufi (tapi saya menghormati) dan lebih2 bukan bahkan tak rela jadi pengikut wahabiyyah……..
jadi ketemu ya dgn pengalaman pribadi masing2…..mungkin ajaran sufi yg kamu di ajarkan adalah campur aduk dgn kepercayaan kemudian mengatakan ia amalan sufi…..

27 September 2009 14:57
0

saya lebih suka baca buku Ihya-nya Al-gazali daripada buku2 propaganda yg meyesatkan dari kaum menamakan dirinya Salafy wahabbiyah……

27 September 2009 14:58
0

ralat…
saya lebih suka baca buku Ihya-nya Al-gazali daripada buku2 propaganda yg meyesatkan pahaman org dgn perkataan bida’ah, zindik, syirik, kafir dari kaum menamakan dirinya Salafy wahabbiyah……

anwar
27 September 2009 15:06
0

Tujuan dari dakwah adalah menyebarkan kebenaran pada orang lain tanpa menyakiti dan mendzolimi.Kalau pihak yang didakwahi sudah tidak mau mendengar atau mengambil pelajaran dari ilmu,ya sebaiknya dia ditinggalkan.jangan sampai timbul saling mencaci maki yang ujung ujungnya tidak akan menambah kebaikan,malah menambah dosa.
wassalam.

ana
27 September 2009 15:53
0

@rieke

semua orang beriman masuk syurga dong :)
anda mau masuk surga ? silahkan, tapi berimanlah kepada Allah yang memilik syurga itu.

@haspa, ana tidak nuduh ente bahwa ente menuliskan bahwa rasulullah belajar dari sufi . ana cuma menulis ente keliru menuliskan jika kehidupan rasulullah mencerminkan kehidupan sufi, yang benar adalah kehidupan rasulullah adan cerminan islam yang sebenarnya.

aduh si HASPA memfitnah lagi kalo ana mau jadi paranormal…kagak nyambung jack. wah skarang si HASPA tidak mengaku sufi, yah sudah kalo begitu gak usah sewot kalo aku bilang sufi sesat, karena emang tasawuf adalah bid’ah. gak jelas asal usulnya. tapi kalau ente bilang sufi adalah bagian dari agama islam, buktikan jika Rasulullah mengajarkan tasawuf, sperti dzikir lafadz huwa-huwa, ah ah, berdzikir dgn tasbih, bertawasul kepada penghuni kubur. kalo ente bilang ajaran sufi adalah hidup sederhana, ana katakan kepada ente itu bukan dari ajaran sufi, itu ajaran agama islam untuk tidak berlebihan.

ringkasnya ente gak paham apa itu tasawuf, tapi ente mencak2 membelanya, kemudian ente bilang punya pengalaman dalam firqoh2, ana nantang ente nyebutin firqoh yang ente maksud , lalu ente menilai semuanya ghurur..(tertitpu), then…dimana letak konsistensi ente untuk menghoirmati firqoh2 itu ? atau barangkali hanya sufi yang ente hormati ? hahahaaha…

ente tidak paham apa itu tasawuf, dalam tasawuf sendiri banyak tarekatnya, ada tarekat naqsabandiyah ada tarekat halwatiah. yang ente bela yang mana ? apa yang mreka lakukan sehingga ente bela dan hormati ?

apa kalau ana gunakan kata ana dan ente, ente jadi tidak ngarti ? wah sihaspa gak fokus. terserahlah kalo ente mau kesana kemari menghambur2 fitnah terhadap muawiyah radiyallhu anhu dan muhammad bin abdul wahhab rahimahullah. bukan ana yang masuk neraka :)

iya, ana sudah paham dengan pemikiran haspa, ttg Muawiyah dan muhammad bin abdul wahhab, semuanya jelek di mata haspa, haspa yang merasa bersih gan berpegang teguh pada ayat yang telah hapsa nukilkan ntar saya nukilkan tanggapan saya lagi yah :)

wah orang2 akan simpati ke pada HASPA yang tidak mengkafirkan dan tidak menyesatkan, tapi memaki pendahulu ummat islam , sahabat Rasulullah, sahabat ali bin abi thalib, muawiyah radiyallahu anhu. dan juga memaki ulama penyebar ajaran Tauhid di najd dan hijaz.

ana
27 September 2009 15:55
0

@HASPA

tulisan ente nih dibawah :


saya hanya berpegang tegu pada firman Allah Swt…
Katakan (wahai Muhammad), biarlah orang berbuat sesuai dengan keadaannya masing2,karena tuhanmu lebih tahu siapa yanglebih lurus (jalan yg ditempuhinya)” Al-Isra 84

“Jangan engkau merasa bersih, Dia(Allah) lebih tahu siapa yang lebih bertaqwa” An-Najm 32

tanggapan ana :

ana tidak berpegang teguh pada ayat diatas karena ana sering lupa ayat diatas. namanya juga manusia biasa yang tidak bersih dari salah dan khilaf.

namun jika ente merasa bersih dan merasa berpegang teguh maka ente berpegang teguhlah….dan jangan merasa bersih dan jangan merasa selalu berpegang teguh lah.

ente itu dzalim, telah memaki sahabat Rasulullah, dan orang2 yang menegakkan ajaran islam spt syeich muhammad bin abdul wahhab.

ana marah ? gak tahu apa tuh marah, ana cuma gerah dengan kelakuan ente yang memaki2 sahabat Rasulullah dan memaki sekaligus memfitnah ulama yang menegakkan ajaran Tauhid dengan hadits mutasyabih, hadits tanduk syaitan.

ana
27 September 2009 16:23
0

yang ana ketahui ttg Muawiyah radiyallahu anhu,

1. beliau adalah sahabat Rasulullah SAW.
2. belaiau adalah khalifah Rasulullah, rasulullah mempercayakan kepada beliau wilayah damaskus.
3. dalam perang shiffin beliau yang pertama kali mengajak bermusyawarah atas dasar kitabullah.
4. beliau diserahi tampuk pimpinan khalifah setelah ali bin abi thalib merelakan jabatan khalifah dalam musyawarah.
5. Beliau berpendapat bahwa tidak membaiat ali bin abi thalib sebelum ada qishash terhadap pembunuh utsman bin affan. inilah yang mengakibatkan perpecahan.

jadi sangat keliru jika dikatakan muawiyah memusuhi ali bin abi thalib, muawiyah hanya ingin qishash ditegakkan sebelum mengangkat khalifah.

Adapun Muhammad bin abdul wahab adalah ulama yang bermadzab hambali, yang berjuang untuk mengembalikan ajaran Tauhid yang telah banyak ditinggalkan oleh orang-orang. tentu banyak penentangan maka syaikh muhammad bekerja sama dengan penguasa ad dir’iyah menegakkan Tauhid di wilayah itu.

jadi tidak ada alasan bagi orang islam untuk membenci dan memaki muawiyah dan memaki muhammad bin abdul wahhab, apalagi mengaitkannya dengan hal-hal yang mutasyabih spt riwayat tanduk syaitan.

namun jika ada kaum muslim yang membenci dan menuduh keduanya, maka hendaknya dia dapat memberikan hujjah dan bukti yang nyata. kalau tidak dia hanya tukang fitnah.

membaca tulisan HASPA, haspa ini membenci sahabat Rasulullah, juga membenci syaikh muhammad bin abdul wahhab. maka siapakah yang membenci sahabat Rasulullah dan siapa pula yang membenci ulama yang menegakkan ajaran Tauhid dan menuduhkan tuduhan keji ?

itulah kesimpulan saya ttg HASPA yang memusuhi muawiyah sahabat Rasulullah dan memusuhi muhammad bin abdul wahhab yang memperjuang ajaran islam yang paling agung, aqidah yang lurus.

rieke
27 September 2009 18:04
0

@ana..aliran mana dari 73 itu yg masuk surga..??
kok belum dijawab sih!!

Haspa
27 September 2009 18:04
0

@ana…
melihat gaya penulisan kamu memang kamu lebih memuliahkan Muawiyyah dgn panggilan lengkap r.a (radiyallahu anhu)sedangkan Ali hanya dgn bin abi thalib……
setahu saya
1.muawiyyah bukan khalifah Muhammad Saw tapi hanya pemimpin bagian damaskus(gubernur)
2.dalam perang siffing karena terdesak dan hampir kalah maka pihak mu’awiyyah melakukan tipu helah dengan mengarahkan orang-orangnya meletakkan 500 buah Quran di hujung tombak dan menjerit, “Undang-undang Tuhan! Ini akan memutuskan di antara kita!” …inikah yang dibilang pertama memintah perundingan dgn atas dasar kitabullah (menggunakan kitabullah untuk mengelakkan kekalahan agar di terima perundingannya)….kalau begitu kenapa dalam peperangan baru mau berunding bukannya sebelum Ali r.a meminta membaitnya…
Mu’awiyyah dan Amr berpikir Ali tidak akan menerima tawaran tersebut tetapi penyokongnya pasti ada menerima dan itu berhasil jebakan mu’awiyyah…
3.Ali di rugikan dgn tipu helah kaum Muawiyyah sehingga Perjanjian damai yang Ali tidak menandatanganinya, tidak mengiktiraf Ali sebagai khalifah tetapi hanya meletakkan Ali dan Muawiyah sama taraf sebagai pejuang dalam perang. bukan menyerahkan bahkan Muawiyyah menjadi khalifah setelah Husein memberikan jabatan khalifah bukan dari Ali…sejarah di putar balik dgn mengatakan beliau (muawiyyah) diserahi tampuk pimpinan khalifah setelah ali bin abi thalib merelakan jabatan khalifah dalam musyawarah…baca sejarah kembali…
4.Adakah hukum qishash bisa dilaksanakan pada khlaifah yg tidak di baitnya..inikan lucu seorang sahabat nabi mengingkan qishash dari pemerintah tidak sah di mata mereka…padahal Ali memberikan jaminan akan melakukan hukum qishas itu kalau keamanan berhasil di pulihkan, tetapi bagaiman mau di pulihkan kalau sendiri muawiyyah membangkang, seharusnya ia melatakkan permufakatan sebelum fitnah semakin besar…bukan dgn mencari mufakat dgn tipu helah…
5. sejarah juga mencatat bahwa muawiyyahah menggantikan sistem khalifah melalui bait menjadi kerajaan islam dgn mengangkat anaknya yasid sebagai putera mahkota….
6. sejarah juga mencatat di era pemerintahan kerajaan inilah(muawiyyah dgn keturunannya) , ALi r.a mendapat kutukan, caci maki, laknat dari atas mimbar mesjid dan baru berhenti di masa Umar ibnu azis.

yang setahu saya hanya seorang yg mengatakan dirinya pelurus aqidah yang mau membongkar kuburan nabi dan sahabatnya hanya karena menjadi pemujahan kuburan….

Haspa
27 September 2009 18:08
0

Ralat..
yang setahu saya hanya seorang yg mengatakan dirinya pelurus aqidah yang mau membongkar kuburan nabi dan sahabatnya hanya karena alasan menjadi pemujahan kuburan, khurafat dll.

27 September 2009 18:12
0

ana dan haspa,
perlu seorang moderator. penulis fadz, semoga bisa berperan untuk itu.

saya selalu tertarik untuk melihat perdebatan antara, salafy dan sufi. ….. tapi komentar antara haspa dan ana terlalu panjang… butuh waktu untuk memahaminya.

haspa dan ana… jangan hard feeling yah

ana
27 September 2009 18:38
0

@rieke semua orang islam masuk syurga kok kecuali yang berbuat syirik besar.

@HASPA

duh…HASPA gak ngerti apa itu artinya khalifah deh..hehehehe…gubernur itu khalifah juga loh di wilayah damaskur, kita smua lelaki juga khalifah…ah gimana ente….

gimana nih dengan hadits Rasulullah shallallahu alaihi wassalam :

“Janganlah kalian mencela sahabatku. Karena demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, kalau salah seorang di antara kalian menafkahkan emas sebesar gunung Uhud, maka nilainya tidak akan mencapai satu mud (segenggam tangan) salah seorang mereka, dan tidak juga separuhnya.” (HR. Bukhari).”

apa kah kamu masih mau mencela muawiyah radiyallahu anhu sahabat Rasulullah, orang yang Rasulullah percaya untuk menjadi khalifahnya di damaskus juga khalifah setelah ali bin abi thalib radiyallahu anhu ?

wah fitnah lagi kamu tuh, dosa besar kalau membongkar kuburan manusia, apalagi kuburan Nabi.
tidak ada yang ingin membongkar kuburan, kewajiban ummat islam adalah menguburkannya, bukan membongkarnya. ih si HASPA ini tukang fitnah banget. tuh kuburan Rasulullah sampai sekarang masih ada :). nah beginilah akibatnya kalau bacaan agamanya dari buku dan internet doang, gak pernah cek and ricek.

Haspa
27 September 2009 19:01
0

@ana…
ha..ha…ha…..
baca sejarah juga ana…jangan hanya pada kitab2 salafy/wahabiyyah….tanggapi itu pernyataan saya antara no.2 sampai no.6….jangan hanya dalil ia adalah sahabat muawiyyah sehingga semua tindakannya sesuai hukum syarat islam menurut anda….
pokoknya yo sanggah itu pernyataan saya no.2 sampai no,6 jangan hanya pernyataan tempe saja yg kamu tanggapi…

saya tukan fitnah, kamu apa kurangnya menuduh sufi pemuja kuburan….

ana
27 September 2009 19:10
0

@zal amril

gue juga kagak ngarti yang dipersoalkan si HASPA ini, datang-datang di komentar gue dimaki-maki wahabi, padahal siapa tuh yang dia maksud wahabi ? baca deh komentnya yang nomor 6 di komen no 7 dia memaki sahabat Rasulullah muawiyah radiyallahu anhu, padahal kita sebagai ummat yang menjadi pengikut harusnya menjaga lisan kita dari mencela sahabat beliau. Bahkan Allah sendiri memuji mreka dalam firman Nya :

“Kalian adalah ummat terbaik yang diturunkan Allah kepada manusia, yang memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada kemungkaran, dan beriman kepada Allah”

“Dan orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) dari kalangan Muhajirin dan Anshar, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, mereka kekal abadi di dalamnya. Itulah kesuksesan yang agung.”

dan Rasulullah melarang kita untuk mencela sahabat beliau :

“Janganlah kalian mencela sahabatku. Karena demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, kalau salah seorang di antara kalian menafkahkan emas sebesar gunung Uhud, maka nilainya tidak akan mencapai satu mud (segenggam tangan) salah seorang mereka, dan tidak juga separuhnya.” (HR. Bukhari).”

barangkali si HASPA ini merasa lebih tahu (daripada Rasulullah) siapa yang pantas di cela.
menurut saya yah, si HASPA ini cenderung syiah, karena dia juga gak mengaku sufi.

Haspa
27 September 2009 19:25
0

ha…ha…ha….tuduh lagi saya syiah, barangkali ana merasa lebih tahu(daripada Allah Swt) siapa yg di gelar syiah.

rieke
27 September 2009 19:27
0

@ana…ah loe mbulet aja jawabannya..!!
orang ditanya dari 73 aliran yg mana yg bener..
kok jawabnya semua..
katanya cuma 1 yg bener…??!!!

ana
27 September 2009 19:28
0

haspa, ente gak tahu yah kalau gue sering juga baca buku sejarah syiah ? tahu gak sumber rujukan sejarah syiah ? kebanyakan sumbernya adalah orientalis.

ente tuh yang kena hasut orientalis menjelekkan sahabat Nabi,
Haspa, ini orang nya gimana ya ? karena konflik antara muawiyah dan ali bin abi thalib radiyallahu anhu hadits Rasulullah dia abaikannya, padahal kedua sahabat tersebut sudah berdamai, kenapa ente yang ngotot menjelekkan sahabat Nabi ? lagipula itu masalah lalu yang sepantasnya tidak usah diusik2 lagi. yang penting bagi ente dan kita2 adalah bagaimana ibadah kita shahih, tidak berbuat bid’ah, mengada-ngakadan ibadah yang tidak pernah di contohkan. dan juga yang penting adalah bagaiman islam ini bersatu di atas kebenaran, bukan bersatu di atas kesalahan. nah salah satu bid’ah adalah ajaran sufi, seperti wihdatul wujud, bertawasul ke kuburan, berdzikir dengan lafadz bid’ah,

dan ente perlu ketahui, bahwa ana tahu banyak sekali tarekat sufi, misalnya yang paling besar adlah naqsabandiyah dan halwatiah, masing-masing punya perbedaan dalam menjalankan tarekatnya. emang tidak semua bertawasul kepada penghuni kubur, tapi sufi yang bertawasul ke penghuni kubur itu lah yang pernah di tumpas di najd dan di hijaz.

sekarang ente utarakan pendapat elo ttg sufi yang ente ketahui, ente cuma ngasih tahu cuma sedikit, bahwa sufi itu hidup sederhana, ente menafikan amalan2 bid’ah itu. kalau cuma hidup sederhana, itu bukan sufi, itu salah satu ajaran islam.

nih haspa orang gak punya etika dan ketaatan dengan sabda Rasulullah. merasa lebih suci daripada sahabat Rasulullah, gini lah kalau bacaannya hanya buku dan internet doang, yg gak jelas sanadnya gimana. belajar agama itu dengan bersanad daeng. bukan dengan perasan suka atau gak suka.

ana
27 September 2009 19:32
0

@HASPA

karena ente gak mengaku syiah (), makanya ana tuliskan ente cenderung syiah. hehehehe, kenapa demikian ? karena dalam ajaran pokok aswaja adalah kita memuliakan semua sahabat Rasulullah, gak mencela satupun para sahabat beliau, ente..siapa merasa lebih suci dari muawiyah ? sya copas lagi tulisan ente yah, baca yang berikutnya supaya ente gak pusing membacanya, habisnya dari kemarin elo suka baca melulu.

ana
27 September 2009 19:33
0

@HASPA

karena ente merasa lebih suci daripada sahabat Rasulullah dan memaki beliau maka ana copas tulisan ente nih dibawah :


saya hanya berpegang tegu pada firman Allah Swt…
Katakan (wahai Muhammad), biarlah orang berbuat sesuai dengan keadaannya masing2,karena tuhanmu lebih tahu siapa yanglebih lurus (jalan yg ditempuhinya)” Al-Isra 84

“Jangan engkau merasa bersih, Dia(Allah) lebih tahu siapa yang lebih bertaqwa” An-Najm 32

tanggapan ana :

ana tidak berpegang teguh pada ayat diatas karena ana sering lupa ayat diatas. namanya juga manusia biasa yang tidak bersih dari salah dan khilaf.

namun jika ente merasa bersih dan merasa berpegang teguh maka ente berpegang teguhlah….dan jangan merasa bersih dan jangan merasa selalu berpegang teguh lah.

ente itu dzalim, telah memaki sahabat Rasulullah, dan orang2 yang menegakkan ajaran islam spt syeich muhammad bin abdul wahhab.

ana marah ? gak tahu apa tuh marah, ana cuma gerah dengan kelakuan ente yang memaki2 sahabat Rasulullah dan memaki sekaligus memfitnah ulama yang menegakkan ajaran Tauhid dengan hadits mutasyabih, hadits tanduk syaitan.

ana
27 September 2009 19:35
0

tuh baca2 baik2 di atas, jangan suka salah baca melulu. dari tadi ente suka salah baca tuh !

ana
27 September 2009 19:42
0

@rieke

benar hanya satu yang benar yaitu islam, islam sebagaimana Muhammad Rasulullah dan para sahabatnya memahaminya, bukan islam menurut versi baru yang diada-adakan, seperti sufi dengan amalan2 bid’ahnya.

golongan2 lainnya itu tidak selamat akan masuk neraka, karena berdosa, karena bid’ah dan kesesatan lainnya. tapi setelah itu di ampuni lalu di masukin ke dalam surga nya Allah. gitu maksud nya rieke.

ana
27 September 2009 19:46
0

@HASPA

kalau ente merasa berpegang teguh pada ayat yang ente nukil, ente sebaiknya tidak mencela2 sahabat Rasulullah, bahkan Rasulullah pun melarang untuk mencelanya. ana kutip lagi yah tuisan dan tanggapan ana :).

@HASPA

karena ente merasa lebih suci daripada sahabat Rasulullah dan memaki beliau maka ana copas tulisan ente nih dibawah :


saya hanya berpegang tegu pada firman Allah Swt…
Katakan (wahai Muhammad), biarlah orang berbuat sesuai dengan keadaannya masing2,karena tuhanmu lebih tahu siapa yanglebih lurus (jalan yg ditempuhinya)” Al-Isra 84

“Jangan engkau merasa bersih, Dia(Allah) lebih tahu siapa yang lebih bertaqwa” An-Najm 32

tanggapan ana :

ana tidak berpegang teguh pada ayat diatas karena ana sering lupa ayat diatas. namanya juga manusia biasa yang tidak bersih dari salah dan khilaf.

namun jika ente merasa bersih dan merasa berpegang teguh maka ente berpegang teguhlah….dan jangan merasa bersih dan jangan merasa selalu berpegang teguh lah.

ente itu dzalim, telah memaki sahabat Rasulullah, dan orang2 yang menegakkan ajaran islam spt syeich muhammad bin abdul wahhab.

ana marah ? gak tahu apa tuh marah, ana cuma gerah dengan kelakuan ente yang memaki2 sahabat Rasulullah dan memaki sekaligus memfitnah ulama yang menegakkan ajaran Tauhid dengan hadits mutasyabih, hadits tanduk syaitan.

rieke
27 September 2009 19:54
0

@ana…na gitu dong,muuaantap!!
trus nama aliran islam yg mana dong..??
kan banyak itu nama-namanya…
jadi ntar gue nggak salah pilih..!!

Haspa
27 September 2009 20:04
0

@ana…
Sekalipun dikatakan bahawa Muawiyah bukan pemberontak, tidaklah bererti Muawiyah berada di pihak yang benar. Di dalam Islam, apabila wujud perbezaan pendapat antara pemimpin dan selain pemimpin, maka kebenaran terletak bersama pemimpin. Hendaklah mereka yang menyelisihi pemimpin tetap bersama pemimpin dan berbincang dengan beliau terhadap apa yang diperselisihkan. Di dalam peristiwa yang membawa kepada Perang Siffin, pemimpin saat itu ialah Amirul Mukminin Ali. Maka sikap yang lebih tepat bagi Muawiyah ialah tidak meletakkan syarat untuk membai`ah Ali, sebaliknya terus membai`ah beliau dan kemudian berbincang dengan beliau tentang cara terbaik untuk mengambil tindakan ke atas para pembunuh Amirul Mukminin Usman.

siapa tulisan banyak sumber orientalis, katanya tak boleh fitnah tapi sendiri fitnah bagaimana kalau saya bilang kamu yang banyak menjiplak dari sumber orientalis bahkan bekerjasam orientalis.

Haspa
27 September 2009 20:14
0

siapa bilang saya lebih suci dari sahabt rasulullah, tapi mending tidak menumpahkan darah muslimah dalam perang siffing kemudian pembantian cucu dan keluarga rasulullah oleh keturunan abu sofyang …..

ha..ha…ha…..betul suka putar2 kata ya…dengan mengatakan” namun jika ente merasa bersih dan merasa berpegang teguh maka ente berpegang teguhlah….dan jangan merasa bersih dan jangan merasa selalu berpegang teguh lah…

tanggapan saya;

siapa yag merasa bersih dengan tuduhan kepada sufi yg mengatakan penyembah kuburan, bida’ah dzikir, tahlilan dll

makanya saya menggunakan dalil
saya hanya berpegang tegu pada firman Allah Swt…
Katakan (wahai Muhammad), biarlah orang berbuat sesuai dengan keadaannya masing2,karena tuhanmu lebih tahu siapa yanglebih lurus (jalan yg ditempuhinya)” Al-Isra 84

“Jangan engkau merasa bersih, Dia(Allah) lebih tahu siapa yang lebih bertaqwa” An-Najm 32

memang benar kamu pandai menjiplak dalil untuk keuntungan dan sesuai dgn kepentingan kamu, seakan itu ia punya….ha….ha……begitulah bagaimana ngarang2 bahwa S.A.Qadir J tidak mengajarkan tasawuf (sufi) dan A.H Al-Gazali katanya bertobat dari ajarannya….itulah kelebihan kamu untuk mengarang hujjah padahal sebenarnya terbalik….

ana
27 September 2009 20:15
0

heheeheh HASPA baca baik2 lagi deh apa yang ana tuliskan, ente kok seringkali salah baca ?

ana gak fitnah, dalam buku sejarah islam yang dikarang oleh pihak syiah itu, daftar pustakanya banyak sekali orang non muslim. ente bisa ambil kesimpulan gak ? baca aja sering salah, gimana kalo ngambil kesimpulan ?

wah si haspa…kok salah baca melulu sih ?

soal perselisihan para sahabat Rasul, sebagai orang islam yang berahlak baik kepada pendahulu kita, yang mana Rasulullah melarang kita mencelanya , menceritakan kejelekan-kejelekannya, maka sepantasnyalah kita berkata yang baik2 ttg mereka, kalau tidak bisa berkata baik, ente diam saja ! dan ana kutipkan lagi klaim ente yang berpegang teguh itu : tapi dibawah yah, agar ente mudah membacanya

ana
27 September 2009 20:19
0


saya hanya berpegang tegu pada firman Allah Swt…
Katakan (wahai Muhammad), biarlah orang berbuat sesuai dengan keadaannya masing2,karena tuhanmu lebih tahu siapa yanglebih lurus (jalan yg ditempuhinya)” Al-Isra 84

“Jangan engkau merasa bersih, Dia(Allah) lebih tahu siapa yang lebih bertaqwa” An-Najm 32

tanggapan ana :

ana tidak berpegang teguh pada ayat diatas karena ana sering lupa ayat diatas. namanya juga manusia biasa yang tidak bersih dari salah dan khilaf.

namun jika ente merasa bersih dan merasa berpegang teguh maka ente berpegang teguhlah….dan jangan merasa bersih dan jangan merasa selalu berpegang teguh lah.

ente itu dzalim, telah memaki sahabat Rasulullah, dan orang2 yang menegakkan ajaran islam spt syeich muhammad bin abdul wahhab.

ana marah ? gak tahu apa tuh marah, ana cuma gerah dengan kelakuan ente yang memaki2 sahabat Rasulullah dan memaki sekaligus memfitnah ulama yang menegakkan ajaran Tauhid dengan hadits mutasyabih, hadits tanduk syaitan.

Haspa
27 September 2009 20:25
0

@ana…
sesuai dengan Al-Isra 84…
biarkanlah saya berbuat sesuai dengan keadaan yg saya percayai, karena kan tuhan(Allah Swt) menegaskan ia lebih tahu siapa yg lebih lurus jalan di tempuhi. .
jadi kamu mau ngalahkan Allah bahwa jalan org lain tidak lurus alias sesat hanya jalan kamu yg betul….makanya simak ayat An-Najm 32
kalau ana terus ngotot bahwa ana saja yg betul(kaum sufi sesat dgn bida’ahnya) berarti ana merasa bersih dong dan megalahkan Allah dlm mengetahui siapa lebih bertaqwa……

Haspa
27 September 2009 20:31
0

@ana..
jadi saya sering baca salah tapi kebablasan menarik kesimpulan bahwa sufi itu sesat siapa?
setiap perkara yg tak sesuai dgn ana semua katanya dari syiah, bisa2 habis dosa syiah dgn ana yg ambil alih….
Walaupun syiah banyak kesesatan menurut ulama sunni tapi belum tentu semua pendapatnya salah…..karena kebenaran bukan hak mutlak kita sebagai sunni….

ana
27 September 2009 20:32
0

ente itu bukan sufi kan ? pernah ikut tarekat sufi gak ? kalo gue pernah, makanya gue tahu kesesatannya, gue kenal dengan banyak mantan-mantan pengamal ajaran tasawuf :), ente sendiri, tahu nya sufi hanya sufi yang berperilaku sederhana, cuma itu yang ente tahu hahahaa…

sekali lagi setelah berulang2 ana katakan kepada ente, sikap sederhana itu adalah salah satu ajaran agama islam, bukan ajaran sufi. gimana nih orang gak bisa2 ngerti juga di bilangin hahahahahaa. ajaran sufi yang paling terkenal adalah dzikir bid’ah, apa itu dzikir bid’ah ? yaitu dizkir2 yang pengalamannya tidak sesuai dengan apa yang di contohkan Rasulullah. misalnya berdzikir memakai tasbih, berdzikir dengan lafadz huwa-huwa, itu salah satu contoh amalan bid’ah yang umum ditemukan di tarekat sufi.

tapi lucunya ente itu udah nggak ngaku sufi, trus malah ngotot seakan-akan ente lebih tahu sufi ketimbang ana yang sudah dua puluhan tahu lalu di tarekat sufi hahahaha…gimana neh ente. makanya ana tanya in ke ente amalan sufi mana yang ente sudah amalkan ? kok ente tahu bener ttg sufi ? kok ngotot belain sufi ?

Haspa
27 September 2009 20:41
0

dari tanggapan ana :

ana tidak berpegang teguh pada ayat diatas karena ana sering lupa ayat diatas. namanya juga manusia biasa yang tidak bersih dari salah dan khilaf.

pantasan ana merasa kebenaran hanya di pihak yg diyakininya karena sering lupa pada ayat bahwa Allah lebih megetahui siapa jalan yg lurus, merasa tidak bersih sehingga ia lebih mengetahui bahwa dialah yang paling bertaqwa, penegak aqidah yang agung yang lain tidak…..
memang kamu pikun,nyanyuk…..wahai ana yang membenarkan yg pahaman yg mengaku salafy yg paling benar kamu sebenarnya mau mengingkari ayat2 Allah dgn mengatakan ana tidak berpegang teguh( mungkin nanti ana suruh saya baca baik2 karena dia tak mungkin salah karena dia merasa di pihak sentiasa benar)…

bagaiman mau berdalih kalau tidak berpegang teguh…dgn ayat2 Allah Swt?

ana
27 September 2009 20:42
0

haaaaaa…????(terkejut ana) ? ooo jadi dengan ayat itu haspa ingin memaki2 muawiyah ? mau di biarin memaki muawiyah radiyallahu anhu yang jelas-jelas Rasulullah melarang kita untuk mencela shabat beliau ? sekali lagi ana ingetkan ente untuk berkata yang baik2 saja ttg sahabat Rasulullah dan tidak mencela nya, dan kalaupun tidak bisa berkata yang baik ente diam saja deh :).

haspa, sapa yang salah kesimpulan bahwa sufi itu sesat, ente kan bukan sufi, kalau ana mah, pernah dua puluhan tahu lalu tarekat sufi, ana kenal dengan banyak mantan sufi yang ilmu nya sakti2, bahkan ana sendiri di kira punya ilmu batin ama guru matematika ana yang kejawen hehehehe, oooo jadi ana yang pernah puluhan tahun lalu amalin tarekat sufi gak ngerti sufi yah daripada haspa yang sama sekali bukan sufi…hahahaaha lucu banget.

Haspa
27 September 2009 20:48
0

@ana….
tarekat sufi? keluarga dari ibu adlah penganut tarekat khalwatiyah..bagaimana mungkin saya tidak tahu walaupun sy tidak mengikuti,…..tunjukkan bagaimana itu dzikir bida’ah,….mungkin saja tarekat yang engkau pernah ikuti adalah tarekat yg bercampur dgn ritual2 kepercayaan sprti kejawen…
ha..ha…ha…ana merasa dirinya paling tahu kesesatan kaum sufi/tasawuf…makanya cari guru tarekat yg betul2 bersumberkan dari ajaran Islam….

ana
27 September 2009 20:49
0

si haspa menuduh ana mengingkari ayat-ayat Al Qur’an, padahal ana tidak menuliskan ana mengingkari ayat Al Qur’an, ana hanya lupa, dan ana juga memang tidak pernah merasa bersih dan lurus hahahaa. ana kan manusia biasa sering khilaf dan lupa. gue gak pernah merasa suci, dan merasa lurus, tapi kalau ana menuliskan sufi sesat karena memang demikian faktanya, ente tahu apa ttg sufi, ente kan bukan sufi . lucu nih orang . astagafirullah al adzim.

tapi kalau ada orang yang mengaku berpegang teguh seakan-akan dia ingat selalu firman Allah, tapi masih terus saja mencaci maki sahabat Rasulullah, inna lillahi wa innailahi rojiun.

haspa-haspa… ,

Haspa
27 September 2009 20:54
0

q.ana
haspa, sapa yang salah kesimpulan bahwa sufi itu sesat, ente kan bukan sufi, kalau ana mah, pernah dua puluhan tahu lalu tarekat sufi, ana kenal dengan banyak mantan sufi yang ilmu nya sakti2, bahkan ana sendiri di kira punya ilmu batin ama guru matematika ana yang kejawen hehehehe, oooo jadi ana yang pernah puluhan tahun lalu amalin tarekat sufi gak ngerti sufi yah daripada haspa yang sama sekali bukan sufi…hahahaaha lucu banget.

tanggapan saya:
pantasan rupa2nya berguru pada sufi kejawen, tak ketemu…wahahahaha sehingga semua sufi/tasawuf dianggap sesat……jangan karena kesesatan kamu yg lalu dgn ilmu macem2 sehingga engkau menvonis semua tarekat sesat……

memang sesat kalau kamu kejawen…bukan seperti ajaran S.A.Qadir jalani , Al-Gazali banyak lagi toko2 tasawuf yg lurus aqidahnya…bukan cari wali/sufi bersumberkan kejawen….
he..he..he..kasian de loh ana..rupa2nya ext. kejawen …….

Haspa
27 September 2009 20:59
0

@ana..
percuma ngomong dgn kamu masalah dzikir bida’a rupa2nya kamu ext kejawen ..buang2 energi diskusi sama kamu masalah sufi karena bukan sufi berdasarkan islam tapi bathaniyah kejawen….udah deh malas karena amalan kejawen, sufi di fitnah sebagai bida’ah…..

Haspa
27 September 2009 21:04
0

@ana..
inna lillahi wa innailahi rojiun….jangan karena kesilpan kamu yg lalu di lempiaskan kepada org lain…hantam tu yg mengkajawenkan kamu…..bukan apada ulama sufi……breaaaaaaak percuma

ana
27 September 2009 21:04
0

tarekat sufi? keluarga dari ibu adlah penganut tarekat khalwatiyah..bagaimana mungkin saya tidak tahu walaupun sy tidak mengikuti,…..tunjukkan bagaimana itu dzikir bida’ah,….mungkin saja tarekat yang engkau pernah ikuti adalah tarekat yg bercampur dgn ritual2 kepercayaan sprti kejawen…
ha..ha…ha…ana merasa dirinya paling tahu kesesatan kaum sufi/tasawuf…makanya cari guru tarekat yg betul2 bersumberkan dari ajaran Islam….

haspa, kalau ente ingin tahu gimana itu amalan2 sufi masuk dulu ke sufi, amalkan amalan mereka, ya kira2 beberapa tahunlah spt ana, tuh ente hanya pengamat dari luar kan ? gimana mau tahu kedalam-dalamnya…hihiih lucu banget nih orang…

bagaimana itu dzikir bid’ah? wah…jadi yang ana banyak tuliskan itu gak dibaca juga ? wah ini orang kurang beretika banget kali berdiskusi,

haspa, dalam berdiskusi yang baik, kita harus memperhatikan apa yang dituliskan orang, ente tuh sudah suka salah baca, gak perhatiin tulisan lawan diskusi, beginilah kalau orang sudah terpaku dengan ajaran sufi yg ente hanya tahu dari luar saja. sudah berapa kali ana tuliskan bagaimana itu dzikir bid’ah, dan ente sama sekali gak memperhatikannya, ente sibuk kali yah dgn mariska lubis ? hahahaha….

nah ente menyarankan ana mencari guru tarekat yang betul-betul bersumberkan ajaran islam,
coba kalau bener ente tahu guru tarekat sufi yang bersumberkan ajaran islam, bisakah ente nyebut nama seorang mursyid saja yang ente maksud itu, kemudian ente terangkan ana apa yang benar dari ajaran tarekat sufi yang ente katakan bersumberkan ajran islam itu :).
tapi kenapa ente sendiri tidak belajar tasawuf ? apakah ente gak ingin ? kata ente sendiri kehidupan rasulullah mencerminkan kehidupan sufi?

tolong dijawab yah :)

ana
27 September 2009 21:08
0

wah….si haspa jadi kalap sambil nuduh gua mantan kejawen, hahhahaha…jangan naik darah dong, nyantai saja, ana bilang ana bukan kejawen, guru matematika ana yang kejawen, mengira ana punya ilmu batin,…..haspa- haspa, ana sudah sering nasehati agar kalo baca hati-hati, jangan emosi, tuh ente salah baca lagi kan yang ana tuliskan, haspa-haspa…lucu deh kamu ini hahahhaha. malu tuh jadi tertawaan orang-orang :)

ana
27 September 2009 21:16
0

ya haspa tahunya kalap doang, shingg gak bisa baca tulisan dengan benar hahhahaha…

ana
27 September 2009 21:37
0

dari diskusi ana dgn haspa dapat disimpulkan :

1. HASPA mencela sahahat Rasulullah.
2. HASPA mencela syeh Muhammad bin abdul wahhab, ulama ahlussunnah yang bermadzab di riyadh.
3. Ana tidak mencela sahabat Rasulullah
4. Ana tidak mencela Muhammad bin abdul wahhab.
5. Ana pernah di tarekat sufi, mengamalkan amalan dzikir bid’ah yang tidak ada tuntunannya, dan ana sudah bertobat atas kesesatan itu.
6. HASPA bukan sufi
7. HASPA tidak tahu ttg sufi yang sebenarnya kecuali sikap hidup sederhana.
8. HASPA sering salah baca lawan diskusi
9. HASPA tidak terima kalau sufi dikatakan mengamalkan amalan bid’ah. dan merasa tahu benar dengan ajaran sufi. padahal HASPA tdk tahu apa2 ttg sufi kecuali sikap zuhud.

demian kesimpulan dari hasil diskusi dengan HASPA, sebenarnya ana masih ingin tahu dari HASPA ajaran sufi yang benar2 bersumberkan ajaran islam itu :), padahal sampai sekarang berdasarkan pengalaman pribadi ana dan juga interaksi ana dengan para mantan pengamal sufi tingkat tinggi.

mungkin yang dia maksud sufi berbeda dengan yang ana maksudkan dengan sufi :).

wassalam

Haspa
27 September 2009 21:41
0

ha….ha…ha…koq mariska di bawah2…jangan kamu mau sesatkan lagi atau benci tapi rindu dgn tulisannya……atau curi2 baca ya?…kalau saya sih biasa baca dan bahkan kadankalah main FB ama mariska…..
iyyah yah mmg saya kalap, he..he..he…tapi mmg hobby sih ana main tipu helah dalam debat seperti menipu org kalau dianya bukan perempuan dalam pernikahan agama menurut HAM….

tapi sangkaan guru matematika mungkin sebelas duabelas atau kurang lebih dgn kejawen ilmu sufinya dulu…….

rieke
27 September 2009 21:45
0

@ana..ah loe suka nglupain gue…
mana dong jawabannya..??!!
ana demen ama laki ya..kok kalo cewe yg nanya
nggak diperhatiin sih..!!

Haspa
27 September 2009 21:48
0

ha..ha…ha..mmg kamu jago kesimpulan dan itu menandakan anda tidak bepegang pada al-isra 82 dan an najm 32…..ho…ho…ana saya lebih 20 th juga mengikuti tarekat keluarga ibu (khalwatiyyah)…kamu hebat benar lebih hebat dari tuhan yang mengatakan saya tidak pernah terlibat langsung dlama tarekat sufi…..ha…ha…ha…lucu juga deh dgn kesimpulan kamu

ana
27 September 2009 22:24
0

hahahah haspa kok muncul lagi ? hehehe sekarang ente mengaku sufi lebih dua puluh tahun di tarekat khalwatiyah , nah mengenai tarekat khalawatiah saya sebutkan penyimpangan besarnya, apa itu kemusryikan pemahaman wihdatul wujud yang di munculkan oleh al hallaj dari persia.

sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Mansur_Al-Hallaj

sedangkan kesesatan khalwatiah di daerah haspa :

Ajaran Tarekat Khalwatiah Samman dapat digeneralisasikan ke dalam tiga unsur utama, yakni bai’at, dzikir, dan wahdat al-wujud. Dalam tarekat Khalwatiah Samman, baiat merupakan unsur penting karena prosesi ini menandai seseorang masuk ke dalamnya. Prosesi pembaiatan itu disebut mattarima barakka (Bugis) atau annariama barakka (Makassar) yang secara harfiah berarti menerima berkah. Baiat ini dilakukan dengan membentangkan tangan di atas tangan seorang syekh bagi perorangan maupun kelompok, kemudian syekh membacakan surat al-Fath. Menurut Samman, seseorang yang akan memasuki dunia tarekat membutuhkan seorang syekh sebagai pembimbing, sebagaimana seorang Nabi membimbing umatnya. Melalui baiat, maka ia sudah terikat sumpah dan janji untuk mengikuti dan mengamalkan setiap ajaran tarekat Khalwatiyah Samman. Dzikir merupakan unsur penting dalam tarekat, karena tanpa ini media untuk memanggil Tuhan dan melakukan penajaman spiritual tidak tersedia. Dzikir dalam Khalwatiah Samman dilakukan dengan mengucapkan lafal-lafal yang diajarkan oleh khalifah, sehingga proses ini disebut juga dengan ratib, yang berarti pujian atau doa kepada Tuhan yang dilakukan secara berulang-ulang. Di lingkungan Samman, dzikir lebih afdhal dilakukan secara jahr (keras, biasanya dinamai dengan siikkiri tellu ratu atau dzikir yang terdiri atas tigaratus kali bacaan atau lebih), meski dapat juga dengan sirr (dalam hati) terutama untuk siikkiri seppulo (dzikir sepuluh). Dalam tarekat ini, dzikir terbagi atas bagian, yakni khalwatiyah, qadiriyah, dan afnawiyah.

sumber :

http://khalwatiyah-syekh-yusuf.or.id/utama.php?module=detailberita&id=2 :)

haspa-haspa :)

ana
27 September 2009 22:34
0

hahhaha haspa ente memfitnah lagi ana menipu orang kalau ana wanita, mereka sendiri yang menyangka ana perempuan…hahahaahahaha benar benar ana tertawa membaca tulisan ente hahahahah…..padahal ana kan artinya saya dalam bahasa arab. ketidak tahuan mereka bukan salah ana lah :).

soal mariska, gue dapatin elo karena click link di halaman depan kompasiana…hahahahaa…haspa-haspa…

ana kutip tulisan ente yah :

“ha..ha…ha..mmg kamu jago kesimpulan dan itu menandakan anda tidak bepegang pada al-isra 82 dan an najm 32…..ho…ho…ana saya lebih 20 th juga mengikuti tarekat keluarga ibu (khalwatiyyah)…kamu hebat benar lebih hebat dari tuhan yang mengatakan saya tidak pernah terlibat langsung dlama tarekat sufi…..ha…ha…ha…lucu juga deh dgn kesimpulan kamu”

tanggapan ana :

tentang ente bukan sufi ? bagaima dengan tulisan ente ini :

“Saya bukan pengikut sufi (tapi saya menghormati) dan lebih2 bukan bahkan tak rela jadi pengikut wahabiyyah……..”

hahahaha…haspa orang sudah tahu siapa ente sebenarnya, ntar-ntar bilang bukan sufi eh belakangan ngaku sufi…hahahaha…ttg khalwatiah, baca tuh postingan gue di atas, sanadnya marfu ke yayasan khalwatiyah di sulsel kelahiran ente :). jadi bukan gue yang fitnah khalwatiah berpemahaman wihdatul wujud. bahkan Andi mappanyukki selaku pemimpin itu menyatakan khalwatiyah sesat :), sekang ente mau lari kemane ? :)

:). haspa kasihan nasib mu :).

ana
27 September 2009 23:14
0

@rieke,

maaf ana tidak dapat menolong sama sekali, sebab ana juga kemungkinan masuk neraka juga karena dosa-dosa ana. mudahan kami semua di ampuni semua sebelum hari kiamat datang, sehingga kami tidak perlu masuk neraka sedetikpun, semoga Allah yang Maha Pengasih dan maha Pengampun mengampuni kami yang tidak berbuat syirik kepada Nya.

soal aliran, gak usah dipikirin aliran yang mana ente mau masuki, gak boleh ada aliran2 dalam agama islam, ummat islam harus memahami islam sesuai apa yang di ajarkan oleh Muhammad Rasulullah dan seperti apa yang dipahami oleh para sahabat beliau. cuma satu madzab (aliran)
yang benar, yaitu madzab muhammad Rasulullah shallalahualaihiwassalam beserta para sahabat beliau semoga ridha Allah bagi mreka semuanya.

kalo ente mulai dengan madzab2 ente pusing nanti nya, jadi gak perlu lah mikirin yg spt itu, ana juga mulai puyeng neh liat orang2 pada puyeng juga :).

rieke
28 September 2009 00:20
0

@ana..wah lha kok malah puyeng..??
ya udah deh btw trim`s ya…
loe aje puyeng apalagi gue..nggak jadi ah..!!!

Haspa
28 September 2009 06:48
0

@ana…
namanya juga tinggal sama org tua lebih 20 tahun …kemudain mereka khalwatiyah jadinya ikut-ikutan…tapi sekarang jauh dari keluarga dan pernah ikut-ikutan firqah2 tapi yg saya dapat dr salafy adalah membida’ahkan org, menyesatkan org lain yg tdk sepaham dengan pahaman kita, tiada ketentraman hati,…jadinya aku ikut pendapat(Ahlu Sunnah) Anre gurutta KH.Abdullah Syamsuri bekas ketua pengadilan Agama Bone yg belajar di mekkah 17 tahun…..dia tidak menyesatkan tarekat sufi, hanya menasehatkan kalau ada dzikir yg tidak di mengerti lebih baik tidak diamalkan…
soal matterima barakka…saya tidak pernah lakukan walaupun Kakek salah satu Anre guru(khalifah dlm panggilan mereka)…..karena dia berpendapat yg bisa menerima/matterima barakka hanya kepada yg mau saja……..kitab2 Khalwatiyah juga menjadi koleksi bacaan saya, dan ajaran budi pekertinya menjadi amalan bukan budi pekerti y sy dapat dr firqah yg mencak2 menyesatkan kalau tidak sepaham dengannya……

itu kata kamu, tapi banyak juga ulama sperti ANre Gurutta Sanusi Baco tidak menyesatkan tarekat….kecuali kalau kau sudah menjadi ketua MUI dan pengaahuan melebihi ketua MUI mungkin kamu punya hak untuk menyesatkan aliran tarekat…..

ana
28 September 2009 08:28
0

@HASPA

heheheh, ya udah kalau udah sesat ya sesat dong :). ente aja yang gak ngerti apa itu kesesatan.
tuh ngangkat diri sebagai khalifah dan di baiat lagi :) , parah amat tuh :).
yang gue kenal di salafiy orang2 baik2 kok gak sperti yang ente fitnahkan.

jadi kalau bilang sufi sesat itu merupakan ahlak yang jelek?, sekalian saja ente bilang kalau pemuja penghuni kubur tidak sesat, dan yang mensesatkan mereka berahlak buruk.

dan jadi kalau bilang sufi sesat itu merupakan ahlak yang jelek ? sekalian saja ente bilang kalau yang menyatakan semua Nya adalah Allah gak sesat, dan yang menyesat kan mereka berahlak jelek. si HASPA udah bingung dengan tarekat nya

Haspa
28 September 2009 17:43
0

@ana..
mungkin aja dulu kau punya tarekat adalah tarekat pemuja kuburan, tapi…tarekat dari kakek tidak pernah pun memuja kuburan atau minta berokah, bahkan dia tidak mengenal arti keramat selain hanya Allah,….tak pernah saya dengar kuburan si fulan keramat…..benda ini keramat, ada mistik,…yang keramat dan mistik bagi dia hanya kalimat dzikir”Laa Ilaaha Illallah…Wallahu Akbar”
jadinya jangan di jadikan tarekat kamu yang pernah kamu anut sebagai pengukur tarekat golongan lain…”Ukur baju badan sendiri”

Kesesatan aliran sufi yang kamu anut jangan di jadikan senjata untuk mensesatkan ajaran sufi’ yang lain, karena mungkin tarekat kamu mengkeramatkan kuburan yang dianggap wali dan kemudian membuat ritual aneh2…tapi aliran sufi kakek saya tidak begitu….dan ini juga fitnah….

Yaa….walaupun saya sekarang lebih kepada NU tapi saya tetap menghormati tarekat kakek karena tidak ada ritual aneh yg ada hanya dzikir kalimat tauhid…menghormati bukan berarti mengikuti…..tidak mengikuti bukan berarti tidak bisa memetik hikmah dari ajarannya dan membaca kitabnya…..

Jangan karena ext aliran sufi kamu yang memuja kuburan dalam ritualnya sehingga semua aliran sufi dianggap sesat…”jangan karena nyamuk habis kelambu di bakar”…
Dengan atas tuduhan itu adalah fitnah bagi kaum penganut aliran sufi dan sama saja menganggap pendapat anda paling benar dan tdk menerimah pendapt org lain sebagai malepetaka….
maka itu sesuai pendapat ulama dari negera tetangga(MUHAMMAD ’UTHMAN EL-MUHAMMADY) ada benarnya…(sy kutip saja)
“Adapun ulama Wahhabi itu memfardhukan bahawa pendirian mereka adalah benar dan tak mungkin diterima kesilapan, dan pendirian yang lain daripada mereka adalah salah tak mungkin diterima betulnya” (Ini berlawanan dengan dasar Ahlissunnah yang mengajarkan pendirian kita benar tetapi boleh jadi tidak benar, pendirian anda pada kami tidak benar, tapi boleh jadi ada benarnya.)..

maka itu saya kembali kutip kembali firman Allah Swt.

“Katakan (wahai Muhammad), biarlah orang berbuat sesuai dengan keadaannya masing2,karena tuhanmu lebih tahu siapa yanglebih lurus (jalan yg ditempuhinya)” Al-Isra 84

“Jangan engkau merasa bersih, Dia(Allah) lebih tahu siapa yang lebih bertaqwa” An-Najm 32

anda tidak membenarkan berbuat sesuai dgn keadaannya masing(pahamannya) dengan tuduhan fitnah sesat dan seakan2 anda lebih tahu jalan paling lurus dari Allah Swt.

Dengan sikap anda bahwa hanya pendapat kaum salafy dgn bingkisan kata2 kami bermazhab muhammad Saw( semua tahu kalau org Islam bermazhab Muhammad tetapi tanpah mengikuti pendapat dari salah satu4 mazhab maka kita tidak tahu beramal secara baik karena mereka juga mengambil pendapat dari al-quran, hadist dan ijtihad), sama dengan mendakwa aliran andalah paling bersih dan tentunya menyalahi An-Najm 32…

Maka itu melihat sesuatu bukan dari satu sisi, kalau sy tidak menyetujui tindakan Muawiyah dan cara ibnu wahab itu bukan berarti atas kemahuan sy sendiri karena say mengikuti pendapat ulama juga mengenai peristiwa itu…..jgnlah kau paksakan aku mau menerima pendapt anda dgn hadist.yg kamu beri….semua org menganggap ajarannya bersambung dgn sanad Muhammad termasuk syiah, sunni dan pengamal ajaran sufi….

kebenaran mutlak hanya milik Allah Swt…….

rieke
28 September 2009 22:02
0

LOMBA MARATHON…
and the winner iiissssssssss…………HASPA..!!
Tepuk tangan untuk pemenang kita..plok..plok..plok..

Fadz
29 September 2009 10:03
0

@ Ana, Haspa, Rieke

Thx udah meramaikan thread ini. Saya quote kalimat bijak dari Haspa

“Ukur baju badan sendiri ”
”Jangan karena nyamuk habis kelambu di bakar”

bayu sapta hari
2 Oktober 2009 17:03
0

cape deh …..

13 November 2009 17:50
0

dulu sempat ikut kajian dengan Ustadz PKS (walau tidak menjadi kader). Di HTI sempat menjadi kader, lalu ngaji di Wahdah, kemudian sekarang ngaji di Salafy dan senantiasa berharap agar selalu Istiqomah di Manhaj yang Haq ini……

Tulis Tanggapan Anda
Guest User
Copyright 2008 - 2009