Back to Kompasiana
Artikel

Umum

Bagaimana Mencerdaskan Bangsa

OPINI | 30 September 2009 | 09:53 Dibaca: 612   Komentar: 4   0

Mengacu kepada Pembukaan UUD 1945 disana pada aline ke-4 jelas disebutkan tentang “mencerdaskan kehidupan bangsa”.Ternyata semenjak negara ini Merdeka sekitar 64 tahun, ternyata bangsa kita masih jauh ketinggalan dari bangsa lain ini dikarenakan pemerintah kurang serius dalam menjalankan amanah undang-undang, dalam pasal 31ayat 2 jelas disebutkan Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya, kemudian pasal 3 disebutkan juga Pemerintah  mengusahakan dan  menyelenggarakan  satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.

Seharusnya menurut Undanng-undang, rakyat indonesia tidak ada lagi yang buta huruf, namun kenyataannya sangat menyedihkan bahwa fakta membuktikan bahwa masih banyak anak-anak indonesia tidak tahu baca tulis, mereka tidak bersekolah,bagaimana mungkin bangsa ini akan sejajar dengan bangsa lain kalau generasi pelurus (baca penerus) bangsa ini tidak bisa baca tulis,pemerintah hanya pandai dengan teori, seharusnya mereka harus lebih mengutamakan pendidikan.

Salah satu cara untuk mendidik bangsa ini adalah melalui GURU, pemerintah harus lebih memperioritaskan guru,mereka yang akan membantu pemerintah untuk mendidik anak-anak Indonesia sampai ke pedalaman, mereka tidak boleh dizalimi apalagi mereka yang mengabdi di pedalaman, pemerintah harus peka terhadap situasi dimana kasus pemotongan honor GTT supaya tidak terjadi lagi, kasihan mereka, gaji kecil dipotong lagi, satu hal yang lebih penting adalah pemerintah khususnya pemerintah daerah harus lebih adil dalam hal pendistribusian guru, bila perlu pemerintah harus berani melakukan mutasi guru dari kota ke desa,……..jangan justru terbalik dengan gampanganya memindahkan guru dari desa ke kota hanya karena ada orang kuat atau dibayar sejumlah uang, kalau ini tetap terjadi Indonesia akan tetap seperti ini.

Seharusnya pemerintah harus berpikir untuk mencari formula bagaimana mencari solusi dengan memamfaatkan guru yang ada sekarang bisa memenuhi paling tidak 75% setiap sekolah yang ada didaerah tersebut, jangan sampai ada lagi satu sekolah diajari oleh dua orang guru, bila perlu mutasikan sebahagian pegawai pemkab/pemko untuk bertugas di daerah terpencil daripada mereka hanya banyak diam, duduk, ngobrol, sekali orang punya urusan bukan dikerjai malah sengaja memperlama dengan alasan klasik, padahal mereka hanya menunggu saweran dulu baru bekerja.

Kalau pemerintah punya hati dan tidak setengah-setengah semua pasti terselesaikan, bukankah seorang PNS telah menandatangani pernyataan bahwa mereka siap ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia? untuk mengajar tinggkat SD tidak perlu memiliki akta IV, jadi pemerintah tidak perlu ragu, liat aja hampir seribuan lebih bimbingan belajar di Indonesia ini tenaga pengajarnya 70% adalah mahasiswa bukan kependidikan, itu artinya mengajar itu tidak dibutuhkan akta IV, artinya apa, pemerintah tidak perlu repot untuk mencari PNS dilingkungan pemda/pemko yang memiliki akta IV, mereka pasti bisa.

Hal ini yang seharusnya menjadi prioritas, bukan malah menambah program yang seharusnya belum waktunya dijalankan, liat aja program sertifikasi guru, apa yang terjadi? justru menimbulkan rasa saling iri, bagaimana tidak guru yang sudah tua dan mengabdi di pedalaman, bagaimana mereka mengikuti program itu, harusnya kalau kekurangan guru sudah terpenuhi baru program ini dilaksanakan.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Benarkah Soimah Walk Out di IMB Akibat …

Teguh Hariawan | 10 jam lalu

Kisah Nyata “Orang Vietnam Jadi …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 15 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

V2 a.k.a Voynich Virus (Part 21) …

Ando Ajo | 9 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 11 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 11 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: