Kompasiana
Jumat, 10 Pebruari 2012

Umum

Jadikan Teman | Kirim Pesan

Jusuf Kalla

Nama :Drs H Muhammad Jusuf Kalla Lahir :Watampone, 15 Mei 1942 Agama :Islam Jabatan Kenegaraan: Wakil Presiden RI (2004-2009) Menko KESRA Kabinet Gotong Royong (2001-2004) MENPERINDAG Kabinet Persatuan Nasional (1999-2000) Pendidikan : Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanudin Makasar, 1967 The European Institute of Business Administration Fountainebleu, Prancis (1977) Organisasi 2010 - Sekarang : Chairman Centrist Asia Pacific Democrats International (CAPDI) 2009 - Sekarang : Ketua Umum PMI 2000 - sekarang : Anggota Dewan Penasehat ISEI Pusat 1985 - 1998 : Ketua Umum...

GOLKAR : Menjadi Ketiak atau Mengepakkan Sayap…

OPINI | 07 October 2009 | 10:46 3476 40 Nihil

Munas VIII Partai Golkar yang dilaksanakan di pekanbaru saat ini adalah merupakan moment yang akan menentukan arah partai Golkar di masa yang akan datang.  Selaku Ketua Umum Golkar saya memang berharap agar Golkar menjadi  partai oposisi. Karena untuk menjadi bermanfaat bagi masyarakat tidak harus memposisikan Golkar sebagai partai peminta-minta.

Bahwasanya kemudian ada bahasa yang mengatakan bahwa tidak selayaknya saya meminta Golkar agar menjadi Oposisi melawan pemerintah karena saya masih WAPRES, itu sebenarnya tidak ada hubungannya, karena saya berbicara selaku ketua Umum Partai. Selain itu ini hanya saran bagi Partai, bagaiamanapun saya saat ini saya sudah menjadi Demisioner, jadi tidak punya hak lagi untuk menahkodai Golkar. Itu hanya saran dan semua tergantung pada Ketua Umum yang terpilih nanti.

Bagaimana pun Parpol selalu punya 2 pilihan. Memegang kekuasaan atau mengontrol kekuasaan (oposisi) Tidak ada pilihan lain. Tidak ada pilihan ketiga. Memang Golkar tidak biasa di luar kekuasan. Tapi Golkar lebih tidak terbiasa lagi meminta-minta kekuasaan, Kekuasaan sendiri adalah hal yang baik. Apabila kita ingin maju dengan program kita, harus memegang kekuasaan. Tapi bila tidak, maka kita harus mengontrol kekuasaan. Dan hanyalah dengan cara itu akan tercapai sistem demokrasi yang baik, check and balances,”

Nomor satu (pemenang pemilu) kita harus tegak, Dengan menjadi nomor dua pun, kita harus kepala tegak. Hanya dengan cara begitu kita akan dapat nomor satu lagi,Bagaimanapun Ada 3 alasan mengapa orang memilih partai tertentu. Yakni  partai itu bermanfaat untuk bangsanya, kemudian masalah internal partai, masalah eksternal partai dan terakhir  performance daripada partai itu.

Dan sekarang pilihan bagi Golkar hanya dua, MENJADI KETIAK ATAU MENGEPAKKAN SAYAP…


 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User



SUBSCRIBE AND FOLLOW KOMPASIANA:

About Kompasiana | Terms & Conditions | Tutorial | FAQ | Contact Us | Kompasiana Toolbar RSS
KOMPAS.com
© 2008 – 2012