Back to Kompasiana
Artikel

Umum

Linda

linda - TEMPO dan GATRA menempa saya untuk selalu jeli, kritis, menulis dengan jujur, dan selengkapnya

Berjilbab Secara Konsekwen!

OPINI | 11 October 2009 | 05:53 Dibaca: 2178   Komentar: 26   1

Maaf seribu maaf, makin hari saya makin tidak begitu suka melihat cara wanita Indonesia berjilbab. Mengapa? Lihatlah caranya berpakaian. Kepala diselimuti jilbab, namu baju muslim berbentuk ketat sesuai bentuk badan. Saya hanya ingin tahu, sesekali pakailah jilbab dengan cara itu ke negeri Arab. Ke Mekkah maupun Medinah , misalnya. Akankah dikritik oleh orang sana? Pasti ! Saya yakin, sebab saya pernah melihat beberapa kali wanita Indonesia ditegur keras oleh orang-orang di sekitar sana.

Secara pribadi saya lebih menghargai orang-orang yang berjilbab secara konsekwen. Pakailah baju, abaya longgar atau kemeja dan celana panjang yang juga longgar. Lalu dilengkapi kerudung / jilbab yang panjang menutupi dada. Atau, kalau toh ingin memakai jilbab pendek, baju ( terutama di bagian dada ) khusus tetap dibuat longgar dan tidak berbentuk.

Lihat cara berbusana Neno Warisman ? Saya hargai konsekwennya Neno memakai busana muslim longgar-longgar semacam itu. Bukan dengan kerudung yang diubet-ubet pendek di leher, lalu bercelana panjang ketat, memakai blus ketat ( seringkali juga dari bahan kaos yang ketat di tubuh), atau dengan baju muslim bertabur manik-manik yang sengaja dibuat dengan ukuran yang sempit. Suatu saat ketika saya sedang naik taksi di Solo, sopir taksi berkata, “Itu lho bu, sekarang modelnya jilbab lontong. Baju wanita ketat seperti lontong tapi kepala dikerudungi.., malah makin kelihatan sexy lho . ”

Maka, menurut saya sih, kalau toh sebagian wanita Indonesia secara konsekwen menganut berbusana muslim dengan jilbab lengkapnya, tolong dong tutuplah juga bagian bentuk dada, dan ( maaf ) bentuk pantat, ya??

Gelar Komentar Linda –> Muthofar dalam untuk Mahkota Indah Qory Sandrioriva Dipertontonkan di TV

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sumber Air Bersih di Desa Kami Semakin …

Tarjum | | 19 December 2014 | 21:08

JKN “Mimpi” bagi Masyarakat …

Yosua Panjaitan | | 20 December 2014 | 07:22

Sepinggan, The Best Airport 2014 …

Heru Legowo | | 19 December 2014 | 18:10

Salah Penggunaan, Bubuk Protein Potensi …

Novia Cristi | | 20 December 2014 | 07:13

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Hebat, Pemerintah Sanggup Beli Lumpur …

Erwin Alwazir | 6 jam lalu

Mau Lihat Orang Jepang Antri Di Pom Bensin? …

Weedy Koshino | 9 jam lalu

Talangi Lapindo, Trik Jokowi Jinakan …

Relly Jehato | 11 jam lalu

Mengapa Fuad Harus di Dor Sampai Tewas? …

Ibnu Purna | 11 jam lalu

Kenapa Steve Jobs Larang Anaknya Bermain …

Wahyu Triasmara | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: