
President of the World Marketing Association since 2002 and well renowned for his New Wave Marketing concept, Hermawan Kartajaya has been appointed as the "50 Gurus Who Have Shaped The Future of Marketing" by the Chartered Institute of Marketing, United Kingdom (CIM-UK,2003). He is the first Indonesian to enter the international league in marketing with his own models, including the legendary Sustainable Market-ing Enterprise model , and received an acknowledgment from Prof. Philip Kotler, the world's guru of ma...
Dibaca: 708
Komentar: 3
Nihil
Brigjen Pol Bekto Suprapto yang bergambar bersama saya ini pernah saya tulis di Kompasiana dan menarik hampir seribu click. Selain berbagai komentar positif tentang Polisi masuk ke Kompasiana. Tadi siang saya diundang beliau untuk berbicara di Seminar Publik yang dihadiri empat ratus orang di Swiss Bell Hotel Manado.
Kombes Pol Istiono,Dirlantas Polda Sulut yang pertama kali menggagas Seminar yang bertujuan ganda ini. Pertama untuk sosialisi UU Lalu Lintas yang baru. Karena itu juga ada pembicara dari Kementerian Perhubungan dan Kementrian PAN yang diajak bicara bersama Kapolda dan Dirlantas Mabes Polri Brigjen Pol Djoko Susilo. Saya sendiri? Diminta jadi gong, bicara di sesi penutup tentang Penyempurnaan Pelayanan Publik yang dikaitkan dengan Process Reenginering dan pembentukan Brand yang berkarakter.
Tapi sebelum mulai, seperti biasanya, sebagai orang Marketing saya selalu melakukan riset. Saya sempat mewawancarai beberapa orang yang saya temui dalam kapasitas “rakyat biasa”. Kesan mereka terhadap Polisi semuanya positif. “Mabuk2an jadi berkurang pak, kaki lima jadi tertib…dan tiap hari pukul enam pagi,polisi sudah berjaga jaga di jalan jalan…” Kata seorang waiter hotel.
“Pak Bekto itu tegas Pak..bahkan sangat tegas, tapi kami semua orang Manado jatuh cinta sama Polisi..karena beliau” kata seorang manajer. Hampir semua orang yang saya tanya selalu memuji Polisi, masih persis sama dengan ketika saya melakukan hal yang sama beberapa bulan lalu. Dengan demikian, berarti hasil “survei kecil” saya konsisten tentang Customer Satisfaction, dimana Masyarakat adalah Customernya.
Kombes Pol Istiono sendiri sangat bangga punya atasan seperti pak Bekto, karena memang dianjurkan untuk ber inovasi. “Tidak perlu nunggu Juklak dan Juknis , semuanya harus kreatif untuk pelayanan masyarakat ” ujarnya ketika saya tanya.
Hasilnya?
Tadi siang juga diresmikan Taman Lalu Lintas Temporer di Ajang Gokart di Mega Mall. Hasil kerjasama Polantas,Mega Mall,Manado Post dan Diknas. “Yang penting,anak2 kita bisa belajar mengenali rambu lantas..tidak perlu nunggu penyiapan tanah dari Pemda dsbnya…walaupun sifatnya sementara…”Kata Istiono.
Dirlantas Mabes Polri Brigjen Pol Djoko Susilo,yang juga bos Pak Istiono, juga termasuk orang yang suka mendorong anak buahnya untuk berinovasi macam macam. Karena itulah muncul SIM Keliling, SIM Komunitas, Drive Thru Online dsbnya yang banyak dilakukan di berbagai Polda. Kombes Pol Condro Kirono yang dulu Dirlantas Jatim sekarang Dirlantas Metro adalah salah satu yang sangat aktif untuk terus berinovasi.
Balik ke cerita “Torang Manado Cinta Polisi” , Kapolda nya memang berani mengambil inisiatif. Bukan cuma Apel pagi ditiadakan dan diganti ngepos di jalan jalan antara Polantas dan Polisi Samapta. Tapi juga di Manado ada tawaran Pengawalan Gratis untuk tiap Penguburan! Kapolda juga aktif berbaur dengan berbagai komunitas , sehingga seng diminta untuk meresmikan Tempat Ibadah.
Quick Response yang merupakan butir pertama dari empat aspek Quick Response Kapolri bahkan sampai mendapat MURI. Bahkan sebelum Kapolri memberuikan kendaraan untuk Patroli, Masyarakat Manado dengan suka rela menyumbangkan ratusan sepeda motor. Supaya Polisi yang mereka cintai bisa patroli lebih giat !
Akibatnya?
Polisi Samapta yang bertugas patroli di Sulut sangat bangga akan tugasnya! Pas dengan apa yang dicita-citakan Direktur Samapta Mabes Polri Brigjen Pol Budi Winarso.
Mimpinya?
“Masyarakat Cinta Polisi,karena Polisi Cinta Masyarakat”. Jangan sampai orang cuma takut atau malah tidak suka sama Polisi…
Yang hebat lagi, di seminar tadi juga di pamerkan hasil pemotretan Kapolda dengan obyek pemandangan Sulut yang indah! Buku kumpulan potretnya pun sudah terbit. Maklum,Pak Kapolda dulu pernah jadi Kadensus 88. Jadi suka motret barang bukti dalam operasi teroris…Itulah yang disebut “an emotional touch” dari Kapolda pada Masyarakat Lokal.
Ada banyak kesan saya tentang seminar tadi pagi di Manado, tapi ada satu pertanyaan yang unik dari peserta. “Pak Hermawan,kami semua kawatir pak Bekto pindah daerah..karena nanti gaya penggantinya akan lain…apa nasehat bapak..?” Jawab saya? “Pak,kasihan kalau pak Bekto tidak boleh pindah..nanti beliau gak bisa naik bintang…” Semua ketawa..tapi saya lanjutkan.”Jangan takut,saya sudah lebih dari lima tahun bantu Polisi diberbagai unit.Di tengah usaha mati2an Kapolri untuk penyempurnaan kedalam,ada banyak stok Brigjen Pol dan Kombes Pol yang bagus2 juga…Pasti,ada orang yang bisa nerusin inovasi pak Bekto….”
Semua tepuk tangan dan seminar ditutup !