Seperti biasa pagi itu Robi pergi ke kantor naik bus kota. Robi sengaja mencegat bus di jalan sebelum masuk terminal supaya masih kebagian tempat duduk yang kosong. Bus kota yang biasa dinaiki Robi memang selalu penuh oleh penumpang setiap paginya. Jika naik bus kota ini pas di terminal Robi ngga bakal dapat tempat duduk kosong.
Robi memilih tempat duduk di barisan sebelah kiri dan mengambil tempat di pojok dekat jendela. tempat duduk ini adalah salah satu favorit Robi. Bukan tanpa alasan. “Biar ogut ngga perlu basa-basi ngasih tempat duduk buat ibu hamil, ibu yg gendong anak, atau nenek-nenek yang bisa saja naik di tengah jalan,” kata Robi sedikit kurang ajar. “kan ngga enak kalo tetep duduk ngga ngasih tempat buat mereka,” lanjutnya. Robi selalu berharap tidak ada golongan orang2 ini nanti di tengah jalan.
Tak berapa lama duduklah bapak separuh baya di tempat duduk sebelah Robi yang masih kosong. “bus ini ke jurusan grogol ya, mas?” tanya bapak itu kepada Robi sambil duduk di sebelah Robi.
“Iya benar Pak,” jawab Robi. “Bapak mau kemana?” tanya Robi balik kepada Bapak itu seperti ingin memastikan kalau bapak itu tidak salah naik bus.
“Mau ke daerah Tomang, mas,” jawab bapak itu.
“Oh, iya benar Pak. Bus ini lewat Tomang,” jawab Robi lega karena bapak itu tidak salah jurusan.
Mereka berdua akhirnya mengobrol satu sama lain sepanjang perjalanan bus itu. Sampai pada satu saat Robi yang memang suka iseng dan konyol berkata kepada bapak yang duduk di sebelahnya.
“Pak, menurut saya bangsa Indonesia seharusnya bangga,” ujar Robi, “karena Indonesia memiliki putra putri yang sudah tercatat di dalam sejarah.” Robi mengemukakan pendapatnya dengan yakin dan sungguh-sungguh.
“Oh begitu ya, mas,” kata bapak itu sambil terus menyimak perkataan Robi. “Kok sepertinya saya baru tau ya. Siapa saja putra putri Indonesia itu?” lanjut bapak tadi sambil balik bertanya.
Robi menjawab dengan nada meyakinkan, “Mereka adalah Mas Slamet dan Ibu Nyonya Meneer.”
“Lho Mas Slamet itu siapa ya?” kata bapak tadi sambil mengernyitkan dahi agak bingung.
“Wah masa Bapak ga tau sih? Itu lho, orang Jawa pertama yang mendarat di Bulan. Di koran2 kan disebutkan, Niels Armstrong telah berhasil mendarat di Bulan dengan Slamet,” kata Robi sambil menahan senyum.
“Ha ha ha … mas ini bisa aja,” kata bapak itu baru sadar atas kekonyolan anak muda di sebelahnya ini. “Tak kira beneran tho Mas,” lanjut bapak itu.
“Lha kalau Nyonya Meneer itu beneran khan, Mas?” tanya bapak itu lagi sadar bahwa masih ada satu hal lagi yang perlu mendapat jawaban.
“Kalo Nyonya Meneer tercatat sebagai salah satu wanita terkuat di dunia,” jawab Robi. “karena Nyonya Meneer telah berdiri sejak 1919 … he he he,” lanjut Robi dengan iseng.
“Oalah … tak kira beneran,” kata bapak tadi sambil menepuk jidatnya yang lebar merasa sudah dikerjain oleh Robi.
Bisnis kuliner menjamur dimana-mana. Bila Anda pernah menikmati hidangan atau masakan yang unik atau pernah
