

Perkenalan pertama saya dengan kompasiana dengan informasi yang diberikan oleh Daeng Battala di milist Blogger Makassar, yang memberitahukan bahwa tulisannya dimuat di halaman kompasiana. Beliau menyampaikan kebahagiaannya ternyata beliau bisa juga memasukkan tulisannya tersebut ke dalam kompasiana.
Awalnya berfikir bahwa kompasiana merupakan kumpulan orang-orang yang tulisannya berkualitas setingkat wartawan yang sudah memiliki ilmu dalam hal tulisan menulis, yah memang kompasiana dibentuk untuk mengakomodir keinginan wartawan dan karyawan kompas untuk ngeblog dan mengundang tamu tertentu mengisi tulisan dan juga mengudang umum. Dan pun saya menganggap belum biasa seperti kompasiana walaupun saya memiliki blog pribadi yang tulisannya umum.
Namun setelah membaca kompasiana membuat saya ikut tertarik masuk dalam putaran tulisan dan komentarnya yang semakin hari meningkatkan pengetahuan dan informasi yang berasal dari sumber-sumber berbeda. Dan beberapa tulisan saya pun sempat mengudara di kompasiana. Ada banyak alasan sehingga mengapa seseorang bisa betah membaca satu persatu tulisan di kompasiana.
1. Adanya beberapa tokoh ataupun artis yang menulis di kompasiana sehingga orang bisa mendapatkan referensi pemikiran dari beliau tidak hanya sekedar hasil tulisan di media cetak atau visual, namun murni tulisan dari tokoh tersebut.
2. Tema yang beranekaragam menciptakan suasana yang menarik untuk dibaca
3. Perspektif dan informasi lain yang diungkapkan oleh blogger-blogger kompasiana yang mendukung atau yang menyanggah suatu permasalahan menjadi sangat menarik dengan data dan fakta yang disajikan sangat menguji daya analisis kita untuk mencari kebenaran yang ada. Bahkan kadang hal ini tidak dimiliki oleh Koran kompas sebagai induk kompasiana ini.
4. Beberapa tulisan-tulisan dari para wartawan kompas yang memberikan pandangan lain dari berita yang hanya straight news, dengan bumbu-bumbu yang menarik hati sehingga orang akan tertawa dan terkesima dengan tulisan yang mengungkapkan sisi lain dari yang terlupakan dari sebuah kejadian, tokoh, maupun tentang tempat.
Namun akhirnya saya menarik kesimpulan bahwa tulisan saya belum memiliki greget yang tajam, ada banyak hal yang menyebabkan hal tersebut, faktor tulisan hanya berdasarkan logika berfikir belum mengemukakan data dan fakta yang ada, serta belum melihat beberapa hal utama dalam penulisan berita mainstream minimal mengacu pada prinsip 5W1H, maklum tulisan blog rata-rata masih menggunakan asumsi sang empunya blog, mau cuman gambar saja, sekedar ungkapan hati dan perasaan, atau aneka ragam cara menulis di blog. Namun di kompasiana seharusnya sudah memiliki nilai berita untuk dibaca oleh khalayak ramai.
Pesatnya tingkat pembaca yang tidak saja mengandalkan bacaan mainstream seperti surat kabar namun sudah menjejali internet tiap hari membuka satu persatu berita dari berbagai media untuk mendapatkan tambahan informasi yang lebih menarik. Sehingga kedepan ada beberapa saran saya untuk pengembangan kompasiana benar-benar menjadi citizen journalism.
Beberapa tulisan yang pendek yang tidak mencerminkan citizen journalism hanya sekedar pemberitahuan atau sekedar ungkapan perasaan bagi saya sebaiknya tidak dipublish di kompasiana.
Dan beberapa tulisan yang melanggar aturan-aturan yang tertulis di kompasiana sempat beberapa saat terbit, padahal seharusnya sudah melewati pintu admin.
Saya tidak berharap kompasiana menjadi citizen jurnalisme yang lain yang akhirnya mati suri ditinggalkan para penulisnya, entah alasan sedikit penulis dalam artian dalam mendaftar menjadi penulis di suatu situs citizen jurnalismenya sulit atau engine websitenya rumit tidak semudah yang digunakan oleh kompasiana sekarang yang mengandalkan wordpress yang sangat familiar dengan pengguna internet dan blogger.
Saya tidak berharap kompasiana akan ditinggalkan para penulisnya, namun terus bertambah dan semakin bertambah seiring dengan pertambahan usia kompasiana. Makin banyak yang muda menulis semakin baik semakin menunjukkan tingkat kompasiana bisa diteruskan untuk ke generasi-generasi selanjutnya.
Selamat ultah tahun Kompasiana, jaya selalu!!

wah cerita yang sama denganku…….Kompasiana membuat aku makin punya Otak
LANJUTKAN!!!
+1
-1
amril 
Tulisan yang bagus Arul, bangga rasanya bisa ikut menginspirasi Arul bergabung dan menulis di Kompasiana, terus menulis ya.. Kompasiana memang sebuah tempat belajar yang baik
+1
-1

Salam
Aku beri nilai menarik untuk tulisan ini.
Semoga kompasiana makin mantap !:-)
Amin.
+1
-1
Guest User