“Assalamualaikum warohmatullah … Assalamualaikum warohmatullah”
Ucapan salam dari imam itu mengakhiri sholat maghrib pada petang hari menjelang malam itu. Robi masih duduk tepekur setelah sholat untuk melakukan wirid dan doa sebagaimana yang lazim dilakukan setiap sesudah sholat. Setelah selesai wirid dan doa, selanjutnya Robi berdiri dan bergeser sedikit untuk melakukan sholat sunah rawatib.
Masjid yang agak megah itu, tampak sangat lengang di petang hari ini. Sebenarnya tidak hanya sore hari ini saja masjid ini tampak lengang, hampir setiap hari pada setiap sholat jamaah, masjid ini juga terlihat sepi. Hanya beberapa bapak saja yang terlihat sering melakukan sholat jamaah di masjid ini. Apalagi di pagi atau shubuh ataupun siang hari. Jamaah yang datang lebih sedikit. Ironis sekali jika dibandingkan dengan kemegahan dari masjid itu.
Jamaah masjidnya pun bisa ditandai, biasanya kebanyakan adalah bapak-bapak yang sudah agak lanjut usia dan hanya sedikit anak remaja dan pemuda serta anak-anak. Ada juga pengunjung masjid yang sesekali saja datang untuk beristirahat sejenak untuk melanjutkan perjalanannya. Mereka biasanya terdiri atas orang yang sedang lewat atau para pedagang keliling yang ingin beristirahat sejenak melepas lelah. Biasanya mereka datang di siang atau sore hari pas waktu ashar.
Tampak juga pak Haji, demikian orang-orang memanggilnya, di antara jamaah yang hadir di petang hari itu. Pak Haji cukup terpandang di daerah ini dan menjadi salah satu pengurus masjid ini. Seringkali pak Haji ditunjuk untuk menjadi imam di masjid itu. Keluarganya juga dikenal baik dan cukup dermawan.
Setelah selesai sholat sunah Robi beranjak pergi dan keluar dari masjid. Saat itulah Robi berpapasan dengan pak Haji yang juga sedang berjalan keluar dari masjid. Robi pun mendekati pak Haji dan menyalaminya sambil mengucapkan salam.
“Assalamualaikum, pak Haji,” sapa Robi sambil menyalami pak Haji.
“Wa alaikum salam, mas Robi,” jawab pak Haji sambil membalas uluran tangan Robi. “Wah, mas Robi sedang libur ya, biasanya kalo maghrib ngga pernah keliatan di masjid,” kata pak Haji lagi.
“Iya pak, kalo akhir pekan begini saya libur, jadi bisa sholat jamaah di masjid,” kata Robi menanggapi kata-kata pak Haji.
Sambil berjalan pulang mereka melanjutkan obrolannya.
“Mas Robi ini rajin juga ya,” kata pak haji melanjutkan pembicaraan. “Mas Robi mungkin satu di antara jamaah masjid yang masih muda. Jamaah yang lain biasanya udah agak tua.”
“Alhamdulillah pak Haji, mumpung ada kesempatan kenapa ngga dimanfaatkan untuk berbuat kebaikan .. bukan begitu pak Haji,” kata Robi menanggapi kata-kata pak Haji.
“Betul itu mas, seharusnya memang seperti itu. Tidak perlu nunggu tua dulu kalo mau insaf dan berbuat baik,” ujar pak Haji seolah mendukung pernyataan Robi sebelumnya.
“Oh iya pak haji,” kata Robi kepada pak Haji. “Sholat itu wajib kan hukumnya?” tanya Robi.
Pertanyaan yang agak aneh mungkin ya. Lha semua orang juga tau kalo sholat itu wajib kenapa ditanyakan lagi. Kali ini tampaknya keisengan Robi mulai muncul.
“pastinya mas,” kata pa haji dengan serius seolah-olah tidak sadar ada sesuatu di balik kata-kata Robi tadi.
Melihat ekspresi pak Haji yang tetap serius Robi pun melanjutkan pertanyaannya. “tapi kok masih ada yg sholatnya di langgar ya,” kata Robi sambil menunjuk ke arah mushola kecil dengan ekspresi yang juga dibuat serius.
Pak Haji sepertinya mulai memahami maksud perkataan Robi, “Oh .. sholat di Langgar sih boleh ga apa-apa, yang gak boleh itu kalo sholat di kamar mandi atau sholat ditinggalkan .. he he Mas Robi ini senang bercanda juga ya rupanya.” Keduanya pun tertawa.
“Ada lagi nih mas Robi,” kali ini giliran pak Haji yang kepikiran untuk iseng. Seolah tidak mau kalah oleh Robi, pa haji berkata, “kalo yang itu malah sholatnya dijama’ en diqoshor,” sambil menunjuk ke arah bus.
“Ha ha ha pak Haji bener juga ya .. bisa aja nih Pak Haji,” kata Robi sambil tertawa. Keduanya pun tertawa dengan lepas. Dalam hati Robi berkata, “Wah .. Pa haji gaul juga ya … he he.”
Di tikungan jalan mereka pun berpisah dengan saling mengucapkan salam.
Baca juga
Bisnis kuliner menjamur dimana-mana. Bila Anda pernah menikmati hidangan atau masakan yang unik atau pernah
