Umum
Lihat Profil    Jadikan teman    Kirim Pesan
Sseorang yang mencintai tanah airnya, melebihi cintanya kepada diri sendiri.. ______________________________ Ir. Soekarno adalah tokoh yang menjadi inspirasi dalam pandangan dan pemikiran untuk Bangsa, ______________________________ Dr. Moch. Hatta adalah tokoh yang menjadi inspirasi dalam kejujuran, ______________________________ Kumbokarno adalah tokoh wayang yang menjadi inspirasi dalam pengabdian kepada tanah air... ______________________________ Syair dibawah ini yang menjaga cintaku kepada tanah air, ______________________________ Semua leluhurku bisa hidup karena dihidupi ibu perti...
Korban Lumpur Sidoarjo (Lusi) Vs Kenaikan Gaji Menteri
Boy Rachmad
|  27 Oktober 2009  |  01:49
361
11
2 dari 2 Kompasianer menilai Aktual.

lumpur lapindo situbondo

rumah yang hilang terbenam lumpur Lapindo (Gambar dikutip dari Google Gambar, Sumber :http://bungakehidupan.wordpress.com/)

Pileg 2009, usai sudah.. dan sang legislatif terpilih sudah menduduki kursinya yang empuk dan nyaman, yang kadang bisa membuat tertidur hingga lupa untuk mewakili suara rakyat. Namun kursi yang empuk ternyata juga bukan dambaan, kita bisa lihat dalam hari-hari ke depan, apakah dalam setiap Sidang DPR, kursi itu akan terisi atau kah menjadi kursi kosong tak bermakna, kalau saja kursi itu bisa bicara, mungkin ia akan menagih janji-janji kampanye sang legislatif.

PilPres 2009, juga usai sudah.. dan sang presiden dan wakil presiden terpilih telah lega dengan dilantiknya mereka pada tanggal 20 Oktober 2009 yang baru lalu. Hilang sudah kecemasan, terbukti dengan telah dilantiknya mereka dan restu dari MK yang menggagalkan gugatan Pilpres dari kompetitor kandidat Capres dan Cawapres. Hilang juga sudah issue-issue tentang kecurangan Pemilu dan segala cemooh miring babak belur kinerja KPU. Yang diharap sekarang tinggal menagih janji-janji kampanye mereka sebagaimana dengan lantang melalui mikrophone mereka umbar. Kita berharap mikrophone itu bisa bicara seandainya mereka melanggar janji kampanye.

Mereka yang harap-harap cemas, menanti panggilan dari Cikeas kini juga sudah bisa tersenyum sumringah dengan telah dipanggil, diwawancarai dan akhirnya dilantik sebagai Menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Ada kebanggan terpancar dari wajah mereka… ini loh saya, menteri yang dipilih langsung oleh Presiden SBY. Lihatlah wajah sumringah mereka ketika berdiri berphoto bersama. Kita harap mereka bisa tetap sumringah sampai akhir masa jabatan. Tentunya sumringah yang kita harapkan adalah sumringah karena berhasil mengemban amanat negara untuk membantu presiden mensejahterakan rakyat dan membawa kemajuan bagi negeri ini… Jangan lagi sumringah mereka karena telah berhasil numpang mejeng di kabinet selama 5 tahun dan ujungnya kekayaannya bertambah tak terkira nilainya hasil dari korupsi…

Tetapi yang jelas, sumringah pertama mereka ternyata cepat sekali terwujud. Yaitu sumringah karena sebentar lagi gaji dan tunjangan jabatan akan dinaikan. Dan yang jelas, mereka sudah akan nikmati Toyota Crown seharga Rp. 1,8 Milyar yang dipinjamkan negara kepada mereka… asal jangan lupa mengembalikannya nanti berikut rumah dinas yang ditempati…

Itulah semua pertunjukan di level atas, beribu janji mereka ucapkan… beribu program mereka ciptakan.. beribu rencana mereka buat…

Namun sayang, yang tertinggal dari masa lalu terlupakan oleh mereka… mereka sibuk memikirkan bagaimana caranya gaji dan tunjangan jabatan bisa dinaikkan… tetapi mereka lupa, para korban Lumpur Lapindo di Sidoarjo masih meregang derita.. menanti penuh harap janji terucap untuk selesaikan masalah… tapi yang terdengar oleh mereka adalah hiruk pikuk minta kenaikan gaji.. bukan hiruk pikuk bagaimana menyelesaikan kasus mereka, korban lumpur Lapindo di Sidoarjo..

Akankah nasib mereka (para korban lumpur Lapindo) juga akan terlupakan dan hilang dari peredaran… seperti nasib rumah, sawah, ladang, ternak dan tanaman mereka yang hilang terbenam lumpur…


Tags: Lumpur Sidoarjo, Korban Lumpur Lapindo, Lusi

Sebarkan Tulisan:
Tanggapan Tulisan
27 Oktober 2009 04:39
0

Kang Boy, wah …………. ditengah krisis seperti ini kok yaaa mobil dinas mentri pake yang 1,8 milyar yah? Apa gak ada yaa mobil sedan seharga 400-500 juta, bahkan kalau mau menunjukkan solidaritas dimasa krisis global ini maka rame-rame pake kijang baru aja he….he…… :-) . Kalau rasa empati ini tumbuh maka masyarakat yang tadinya sebel-pun akan berkurang rasa kesalnya, namun kalau jurang pemisah semakin menganga lebar …………. wah ………… hanya rasa sebal yang makin menebal lah yang tinggal he….he….. Salam

27 Oktober 2009 | 21:18
0

Entahlah Mas… saat kasus Century dikatakan kondisi perbankan/keuangan kita sedang dalam krisis… sehingga cepat-cepat dikeluarkan bantuan kucuran dan sampai Rp. 6,7 triyun.. yang nyata-nyata, sebenarnya dana nasabah itu dirampok oleh bankirnya sendiri…

Tapi giliran soal rakyat kecil… ampun dech… mungkin diantara korban Lumpur itu sudah ada yang meninggal tanpa pernah sempat emndapatkan ganti rugi…

27 Oktober 2009 05:42
0

belum kerja kok udah naek gaji?
kok lama2 saya berpikir kehidupan di Indonesia ini tidak jauh berbeda dengan kehidupan di perancis sebelum adanya revolusi perancis. pajak tagihan membumbung dimana2, tapi kehidupan rakyat tak terperhatikan.. hanya pejabat yang makin kaya.
pekerja kecil dan masyarakat kecil seperti kita lah yang paling sesak mendengar berita itu…

27 Oktober 2009 | 21:20
0

Entah apa yang jadi dasar pemikirannya,,, sudah ada tunjangan jabatan Rp. 100 juta juga masih belum cukup … masih ingin dapat naik gaji… kerja saja belum…

27 Oktober 2009 05:50
0

Mahal bener mobilnya? Kasih aja yang murah meriah. Enak bener jadi menteri ya fasilitasnya banyak soal performing? hehehehe bagaikan langit dan bumi.

Wait and see dulu ach siapa tau menteri-menteri sekarang benar-benar mau berbakti kepada bangsa, negara dan rakyat Indonesia dengan benar.

Mmmmmmmm Indonesia….. Indonesia kapan kamu melangkah maju mendahului negara lain?

27 Oktober 2009 | 21:20
0

Entah kapan itu terjadi… keburu mati kalee…

27 Oktober 2009 07:04
0

dulu di bilang lumpur lapindo, pelan” di ubah opini masyarakat menjadi lumpur sidoarjo sehingga di anggap bencana nasional dan pemerintah yg harus bertanggung jawab…. bagaimana dgn pt lapindo??? ya lepas tangan

27 Oktober 2009 | 21:21
0

entahlah bagaimana itu bisa terjadi demikian… mereka-mereka pintar bersilat lidah dan bikin tifu-tifu…

27 Oktober 2009 20:51
0

Kang Boy…… sesuai dengan PETUNJUK….kalau korbannya lebih dari 10 orang dikategorikan bencana…Kalau bencana yang nanggung APBN. Agar PETUNJUK itu gak berubah…makanya di parati Gurem ada golongan pro pemerintah yang dikomandani Gurem klimis dan yang oposisi dikomandani Gurem brewok. Yang menang kan gurem klimis……..masih aman kemungkinan disantuni APBN……hehehheeheheh……….

27 Oktober 2009 | 21:22
0

ini musti dikasih nilai 100… kok ya bisa sama jalan pemikirannya dengan saya…

30 Oktober 2009 06:41
0

Hallo Mas Boy…. mudah-2an Mas Boy dan generasi muda tidak lelah untuk terus mengkritisi pemerintah…. saya sebagai orang tua hanya mensupport dari belakang…. karena tulang tulang ini sudah tua…. heee…heee…heee…

Tulis Tanggapan Anda
Guest User
Copyright 2008 - 2009