Back to Kompasiana
Artikel

Umum

Fatkhul Muin

Sepuluh tahun lalu berkecimpung memburu dan menulis berita namun saat ini berwiraswasta dan mengembangkan ekonomi selengkapnya

Selamat Ulang Tahun Anak- Anakku

HL | 15 November 2009 | 08:17 Dibaca: 1993   Komentar: 5   2

Ibunya anak-anak memotongkan kue ulang tahun, Selamat Ulang Tahun Nak !

Ibunya anak-anak memotongkan kue ulang tahun, Selamat Ulang Tahun Nak !

Hari Minggu tanggal 15 Nopember ini ketiga anakku ku Ulang Tahuni . Mestinya Hari ulang mereka berbeda-beda, anakku yang pertama Nailil Husna mestinya berulang tahunke 14 pada tanggal 25 Oktober , yang kedua Falihatul Ibrizah berulang tahun yang ke 9 pada tanggal 21 Oktober dan anakku yang ketiga Mohammad Athiril Ardans berulang tahun yang ke 4 pada tanggal 21 Nopember yang akan datang. Lalu mengapa pestanya pada hari ini ?

Begini ceritanya , pada awalnya dengan hari ulang tahun anak-anak saya , saya cuek saja . Sehingga ketika anak pertama saya ulang tahun , sayapun hanya mengucapkan Selamat Ulang Tahun lewat telepon. Karena pada saat ini anak saya mondok dan bersekolah Madrasah Tsanawiyah di Lamongan Jawa Timur di tempat Omnya. Begitu pula anak saya yang kedua ketika hari ulang tahunnya tiba sayapun hanya mengucapkan selamat ulang tahun sambil memberinya ciuman. Giliran anak ketiga saya yang masih duduk di bangku TK , entah diberitahu siapa saya tidak tahu bilang pada ibunya . “ Bu kalau saya nanti ulang tahun harus dibuatkan roti ulang tahun dan mengundang teman-temannya satu kelas “, katanya. Waduw !!! kata ibunya

Mendengar itu ibunyapun bilang pada saya dan juga buliknya . Buliknya yang sehari-hari kerjanya mengajar kebetulan dekat dengan toko roti yang menjual roti ulang tahun , bertanya ulang tahunnya kapan dan dia sangup memesankan roti . Tanpa menyebut tanggalnya istriku menjawab ulang tahun anakku pada hari Minggu , dan diapun langsung memesankan satu kue ulang tahun dengan tulisan ketiga anakku Nana, Iza dan Ardans. Namun karena tidak menyebutkan tanggalnya hari Sabtu sore buliknya anak-anakku datang membawa roti ulang tahun yang di pesannya. Istriku kaget lho kok hari Minggu ini , mestinya hari Minggu tanggal 21 Nopember yang akan datang “. “ Wah gimana mbak salah informasi sih “ , katanya . “ Tak apalah daripada nunggu satu minggu , nanti keburu rotinya basi besok hari Minggu kita Ulang Tahuni Anak kita gimana “, kata saya . “ Setuju deh kalau begitu, nanti tak pesan nasi kuning dan kue-kue lainnya untuk anak-nak “ , kata istri saya . “ Tapi sayang mbak , saya hari Minggu besok mengajarnya full , pagi ngajar seperti biasa , sorenya dilanjutkan les untuk anak-anak kelas tiga “, kata buliknya anak-anak. Setelah sepakat akhirnya kami bagi-bagi tugas , ibunya ke tetangga sebelah memesan nasi kuning sebanyak 50 bungkus, saya bersih-bersih rumah dan anak saya yang nomor dua saya suruh buat undangan sekaligus ngantar undangan ke teman-temannya.

Hari Minggu pagi seperti biasanya anak saya berangkat ke sekolah diantar kakaknya , tidak lupa saya titip surat padanya untuk diberikan pada ibu guru yang isinya mohon seusai sekolah teman-teman ardans diajak kerumah saya dalam rangka pesta ulang tahun . Jam delapan seperti biasa saya berangkat ke kantor bukan untuk kerja seperti biasanya , tapi memberi pelatihan teman-teman tentang ilmu computer yang memang dilaksanakan pada hari Minggu. Setelah member pelatihan kurang lebih dua setengah jam saya di SMS istri saya bahwa anak-anak telah siap , dan sayapun pamit pada rekan-rekan dan meninggalkan satu lembar tugas yang harus dikerjakan. Sampai di rumah ruang tengah rumahku sudah penuh dengan anak-anak kecil yang bernyanyi.nyanyi dipandu dengan ibu gurunya. Kulihat kedua anakku gembira sekali wajahnya ceria berseri-seri , apalagi ketika acara tiup lilin dan potong kue , kue dipotong diberikan ibunya lalu sun kiri kanan. Namun sayang saya tak kebagian moment itu , karena saya hari itu bertugas sebagai dokumentator alias amatir potografer , yang bertugas jepret sini dan jepret sana.

Setelah kurang lebih satu setengah jam berjalan acarapun usai, anakku dengan senyum gembira bersalam-salamam dengan teman-temannya , tak lupa teman-temannyapun diberi sekedar oleh-oleh untuk dibawa pulang. Begitu pula anakku juga menerima sekedar kado dari teman-temannya yang datang pada pesta ulang tahun sederhana ini. Melihat kesemuanya saya pun terharu karena pada hari ini bisa melaksanakan permintaannya , apalagi anak saya yang terkecil yang telah tahu apa artinya member dan menyayangi. Yang pernah ia alami ketika dia menerima undangan dari salah satu temannya yang berulang tahun.

Anakku hanya inilah yang bisa Ibu dan Bapak berikan kepadamu

Selamat Ulang Tahun Anak-Anakku Semoga kelak menjadi anak yang berguna bagi

Agama, Nusa , Bangsa

Demak, 15 Nopember 2009

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Bajaj” Kini Tak Hanya Bajaj, …

Hazmi Srondol | | 19 September 2014 | 20:47

Ekonomi Kemaritiman Jokowi-JK, Peluang bagi …

Munir A.s | | 19 September 2014 | 20:48

Bedah Buku “38 Wanita Indonesia Bisa“ di …

Gaganawati | | 19 September 2014 | 20:22

Kiat Manjakan Istri agar Bangga pada …

Mas Ukik | | 19 September 2014 | 20:36

Rekomendasikan Nominasi “Kompasiana …

Kompasiana | | 10 September 2014 | 07:02


TRENDING ARTICLES

Tidak Rasional Mengakui Jokowi-Jk Menang …

Muhibbuddin Abdulmu... | 7 jam lalu

Malaysian Airlines Berang dan Ancam Tuntut …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu

Awal Manis Piala AFF 2014: Timnas Gasak …

Achmad Suwefi | 12 jam lalu

Jangan Bikin Stress Suami, Apalagi Suami …

Ifani | 12 jam lalu

Ahok, Sang Problem Solving …

Win Winarto | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: