Back to Kompasiana
Artikel

Umum

Arief Kurniawan

anak jalan yang menuju puncak

Susahnya Menjadi Perawan ^_^

OPINI | 26 November 2009 | 13:07 Dibaca: 546   Komentar: 4   0

tidak sengaja aq melihat tayangan film the virgin yang bertemakan keperawanan yang dikomersialkan, miris aq melihatnya dan memang kenyataan seperti itu. keperawanan sangat murah harganya dapat di beli dengan nilai mata uang saja, heeeemp sungguh terlaaaaaaluuu…

di hari itu saat aq kabur dari rumah tepatnyadi th 2003. aq lari dari rumah karena banyak sekali permasalahan keluarga yang bertolak belakang dengan jiwa aq sendiri seakan tidak menerima apa yang telah di arahkan oleh k 2 orang tua.. sungguh nakal aq waktu itu namun tak pernah membantah sedikitpun apa yang di minta orang tua karena sangat hormatnya aq pada bliau..
di terminal blok M aq tinggal beberapa hari luntang lantung ksana kemari tidak tentu arah, tidak tahu apa yang harus aq lakukan..dan akhirnya aq memutuskan untuk mengamen heeeemp tapi aq ga bisa menyanyi..takut2 kalau aq bernyanyi yang ada di timpukin n di lempar kluar dari bus sama penumpang hiks… heeemp akhirna ada jalan lain aq tidak menyanyi tapi membaca puisi saja yang aq ciptakan walau ga nyambung sama sekali bodo amat lah yang penting ada orng yang mw berbelas kasih..saat mengamen aq terbawa sampai cempaka mas di perempatan aq turun.. di situ sudah tengah malam mw balik k blok M dah jarang bus yang ada yaaah mawu ga mawu tidur di pinggir jalan deh hehehe… sampai-sampai datang sesosok wanita terlihat cantik karena bias cahaya lampu malam yang menyilaukan.. pas sudah dekat waduh kaget sekaget2nya dengan sentak saya melihat “buuuuuuuuseeeet bencong” kataku dalam hati yang ketakutan..
*bencong : “de… sini ikut saya aja dari pada km disitu kedinginan dan km sedang sakit..”dia menarik tangan ku.
memang benar saat itu aq sedang tidak enak badan. dengan polosnya saya ikut, dan ternyata aq di bawa k kontarakannya..
heeeemp tempatnya ternyata banyak gadis2 abg juga yang sedang nongkrong hingga pagi menggantikan tugas ayam berkokok hehehe..
beberapa hari disana saya banyak ngobrol ma bencong dan abg2 dan ternyata abg disana itu bayaran semua..alias PSK (pekerja sex komersial) atau pelacur kecil ^_^
ngobrol ngorol ngidul aq dengan para abg tersebut..dan dengan polosnya aq bertanya sebut saja namanya bunga (nama samaran red) “bunga lo waktu itu ngelepas keprawanan lo mang berapa seh?”
“10 jt” jawan dengan ringannya..
“untuk apa 10 juta itu?” tanya aq lagi
“yaaaah buat jajan dan beli barang2..”
terdiam aq disaat mendengar jawabannya, terlalu murah dan sepele untuk melepas sebuah kehormatan. waktu itu memang aq masih kecil yah sekitar umur 17 heeemp abg juga ^_^.
dan aq berfikir bagaimana kelanjutan hidup mereka yang namanya manusia pasti harus berkembang biak dengan cara adanya pernikahan untuk penghalalan..tapi bagaimana dengan mereka yang perawannya sudah hilang? apakah masih ada yang mw menerimanya? waaaah sampai saat ini pun aq masih mempertanyakan hal itu pada diri saya dan kawan2 namun blom dapat jawaban yang tepat.
suatu saat aq jalan2 ke kota hujan (bogor) dan bertemu seorang prempuan ngobrol2 ternyata ia juga bukan seorang perawan dan ia bercerita menjual kprawanannya yaaah hanya untuk kesenangan belaka..
aq cari lagi di tempat2 dugem atau club2 yaaah sejenis tempat kehidupan malam deh…
para wanita yang sangat mudah digandeng dirangkul dan di bawa entah kemana itu sudah menjadi rahasia umum dan lagi2 aq bertanya dalam hati masih perawan ga tuh ^_^?
tapi bagaimna dengan para prempuan yang korban kekerasan plecehan sexual alias pemerkosaan? itu juga dah ga prawan lagi?
jadi sebenarnya sulit ga sih menjaga atau mencari perawan???????

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Manajemen Mudik …

Farida Chandra | | 25 July 2014 | 14:25

Quo Vadis Jakarta Baru? …

Shendy Adam | | 25 July 2014 | 14:41

Sensasi Rafting di Kali Oyo Gunungkidul …

Tri Lokon | | 25 July 2014 | 15:27

Keras, Tegas dan Tajam Suara Politik di …

Hendrik Riyanto | | 25 July 2014 | 12:45

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 12 jam lalu

Kunjungan Clinton ke Aceh, Misi Kemanusiaan …

Rafli Hasan | 15 jam lalu

Demokrasi ala SBY Jadi Perhatian Pakar Dunia …

Solehuddin Dori | 16 jam lalu

Kebijakan Obama yang Bikin Ciut Nyali Orang …

Andi Firmansyah | 17 jam lalu

Mengapa Harus Jokowi yang Terpilih? …

Ryan Perdana | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: