Back to Kompasiana
Artikel

Umum

Pipiet Senja

Seniman, Teroris Tukang Teror Agar Menjadi Penulis, Pembincang Karya Bilik Sastra VOI RRI. Motivator, Konsultan selengkapnya

Ratu Sejagat: Syuuuur!

OPINI | 13 December 2009 | 00:21 Dibaca: 1672   Komentar: 43   4

Melihat tayangan langsung pemilihan Ratu Sejagat di Ibukota Afrika Selatan semalam, sambil ngebut novel Para Pencari Keadilan, tak urung mulut ini sering berdecak mengagumi kecantikan para peserta.

Patutlah, para gadis jelita itu terpilih sebagai utusan negaranya. Memang cantik-cantik dan molek-molek dengan ukuran tubuh; rrruuuuaaaaarrrr biarrrra!

Jadi ingat Qori yang mengaku mewakili Aceh (ditolak masyarakat NAD!), gadis yang begitu yakin bakal meraih gelar Ratu Sejagat, minimal melebihi para seniornya, demikian sesumbarnya di koran-koran nasional beberapa bulan yang lalu.

“Mana tuh anak?” gumamku sambil memelototi televisi.

Sosok-sosok seksi dengan gaun malam yang menampakkan lekuk-lekuk tubuh terus berseliweran, berlenggak-lenggok…. Namun, entah mata ini yang rabun atau memang terlewati, hingga acara berakhir, tak sekalipun kulihat sosok jelita yang sempat menjadi kontroversial dan sumber unjuk rasa sebagian masyarakat asalnya itu.

Malah pendamping Tantowi Yahya, ketua YPI (?) yang terus jua tampak dengan gaunnya, belahan dadanya (ampuuun!) terlihat dipamer sedemikian rupa, sehingga sekelebatan ada sebagian warna cokelat puting (maaf) tersorot kamera. Entah pula sengaja atau tidak.

Aneh, memang penting, ya, pake gaun seronok begitu? Seolah-olah tak ingin kalah dengan penampilan para peserta Ratu Sejagat 2009.

Ini hanya sekadar catatan pagi seorang ibu, seorang nenek kampungan yang masih menganggap bahwa pemilihan semacam itu cuma buang-buang duit belaka!

Dan masih terpatri di otak kampunganku ini satu pertanyaan: ajang Puteri Indonesia, pentingkah?!

@gambar diunduh dari googling

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Kuldesak Tambora’ di Bentara …

Gapey Sandy | | 19 April 2015 | 07:47

Film “Guru Bangsa …

Hazmi Srondol | | 19 April 2015 | 00:38

[ACEH] Jelajah Non Tunai bersama Bank …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:27

18 Jam Terkurung Longsor, 43 Petani Berhasil …

Syukri Muhammad Syu... | | 18 April 2015 | 22:05

Kompasiana Nangkring bareng PGN: Kotaku Kota …

Kompasiana | | 11 April 2015 | 00:58


TRENDING ARTICLES

Pasca Dibekukan, Kompetisi ISL Bakal …

Himam Miladi | 10 jam lalu

Di Balik Sengketa Izin Reklamasi Pantai …

Daniel H.t. | 11 jam lalu

Rencana Pembunuhan Jokowi, Krisis Demokrasi …

Christian Kelvianto | 11 jam lalu

PSSI Dibekukan, Kemenangan Sepak bola …

Radhea Heqamudisa | 16 jam lalu

Membully Gibran, Jokowi Haters Blunder Besar …

Hanny Setiawan | 18 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: