Back to Kompasiana
Artikel

Umum

Pipiet Senja

Seniman, Teroris Tukang Teror Agar Menjadi Penulis, Pembincang Karya Bilik Sastra VOI RRI. Motivator, Konsultan selengkapnya

Ratu Sejagat: Syuuuur!

OPINI | 13 December 2009 | 00:21 Dibaca: 1664   Komentar: 43   4

Melihat tayangan langsung pemilihan Ratu Sejagat di Ibukota Afrika Selatan semalam, sambil ngebut novel Para Pencari Keadilan, tak urung mulut ini sering berdecak mengagumi kecantikan para peserta.

Patutlah, para gadis jelita itu terpilih sebagai utusan negaranya. Memang cantik-cantik dan molek-molek dengan ukuran tubuh; rrruuuuaaaaarrrr biarrrra!

Jadi ingat Qori yang mengaku mewakili Aceh (ditolak masyarakat NAD!), gadis yang begitu yakin bakal meraih gelar Ratu Sejagat, minimal melebihi para seniornya, demikian sesumbarnya di koran-koran nasional beberapa bulan yang lalu.

“Mana tuh anak?” gumamku sambil memelototi televisi.

Sosok-sosok seksi dengan gaun malam yang menampakkan lekuk-lekuk tubuh terus berseliweran, berlenggak-lenggok…. Namun, entah mata ini yang rabun atau memang terlewati, hingga acara berakhir, tak sekalipun kulihat sosok jelita yang sempat menjadi kontroversial dan sumber unjuk rasa sebagian masyarakat asalnya itu.

Malah pendamping Tantowi Yahya, ketua YPI (?) yang terus jua tampak dengan gaunnya, belahan dadanya (ampuuun!) terlihat dipamer sedemikian rupa, sehingga sekelebatan ada sebagian warna cokelat puting (maaf) tersorot kamera. Entah pula sengaja atau tidak.

Aneh, memang penting, ya, pake gaun seronok begitu? Seolah-olah tak ingin kalah dengan penampilan para peserta Ratu Sejagat 2009.

Ini hanya sekadar catatan pagi seorang ibu, seorang nenek kampungan yang masih menganggap bahwa pemilihan semacam itu cuma buang-buang duit belaka!

Dan masih terpatri di otak kampunganku ini satu pertanyaan: ajang Puteri Indonesia, pentingkah?!

@gambar diunduh dari googling

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Melukis Malam di Bawah Lansekap Cakrawala …

Dhanang Dhave | | 21 October 2014 | 13:50

Kisah Setahun Jadi Kompasianer of the Year …

Yusran Darmawan | | 21 October 2014 | 11:59

[ONLINE VOTING] Ayo, Dukung Kompasianer …

Kompasiana | | 16 October 2014 | 14:46

Merencanakan Anggaran untuk Pesta Pernikahan …

Cahyadi Takariawan | | 21 October 2014 | 10:02

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Sttt… Bos Kompasiana Beraksi di …

Dodi Mawardi | 5 jam lalu

Film Lucy Sebaiknya Dilarang! …

Ahmad Imam Satriya | 8 jam lalu

20 Oktober yang Lucu, Unik dan Haru …

Alan Budiman | 9 jam lalu

Tangisan Salim Said & Jokowi’s …

Iwan Permadi | 11 jam lalu

Off to Jogja! …

Kilian Reil | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Saat Angin Kencang, Ini Teknik Menyetir …

Sultan As-sidiq | 7 jam lalu

Golkar Jeli Memilih Komisi di DPR …

Hendra Budiman | 8 jam lalu

Rekor MURI Jokowi …

Agus Oloan | 8 jam lalu

Cerpenku: Perempuan Berkerudung Jingga …

Dewi Sumardi | 8 jam lalu

Kecurangan Pihak Bank dan Airline Dalam …

Octavia Eka | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: