
Dibaca: 357
Komentar: 2
1 dari 1 Kompasianer menilai Menarik
Butir-bitir air mata nya kulihat masih mengalir,pipinya pun masih basah, kubiarkan saja malaikat kecil itu di depan pintu karna kupaksa masuk pun tidak akan mau,ia sedang menunggu ayah nya pulang kerja.
Assalamu alaikum,suara laki-laki yang tidak asing lagi,ayahnya pulang,
Kulihat ia langung memeluk sang ayah,matanya memang sudah tidak menangis lagi,tp aku tau air mata di pipinya sengaja tidak di hapusnya,karna ia ingin ayahnya tahu bahwa ia tadi sempat menangis.
Nay kenapa, kamu menangis ya sayang?Tanya sang ayah sambil menatap dan tersenyum..
Nay menoleh ke arahku,tidak menjawab,
Itu kang nay minta es krim,tapi tidak ku belikan kan nay sedang pilek
Oh..senyum ayah nay, suamiku,
Tapi ayah nay mau mau es krim..,ya tapi nanti kalaw nay sudah ga pilek lg ya sayang.
Wajah nay semakin d tekuk lalu,ia berlari kearah kamarnya,aku tau pasti dia sedang menangis sambil memandang foto ibunya,sedih batin ku kalaw melihat nay harus nenangis
Meski nay bukanlah anak kandungku tapi aku sangat sayang malikat kecil itu,sejak kecil aku sudah mengenalnya karna selain nay anak didik ku yang lucu,pinter & menggemaskan,almarhum ibunya pun adalah teman baik ku,
Aku masih ingat 1 thn yang lalu ketika tanti,ibunya nay meninggal,
Tariakan nay begitu pilu,tangisnya tidak henti,kenapa ibu ga bangun2 tante?Tanya nay padaku,ibuuuu bangun….,kami para pelayat tak kuasa menahan air mata,nay meronta2 dari pelukan ayahnya,aku ambil nay dari pelukan kang andi yang sekarang adalah suamiku,aku berhasil menenangkannya,kupeluk erat kubiarkan ia menatap keranda yang membawa jenazah ibunya ke pemakaman,
Air matanya membasahi jilbabku,Matanya berkaca2…lamunan kosong kulihat dari pancaran matanya yang lembut..,ibuuu nay ikut……….,sedih, air mata ku pun tak kuasa ku bendung menetes hingga kesedihan itu masih terasa sampai detik ini.
kecupan manis ayah nay tiba2 mendarat d keninggku,,aku tarsentak dalam lamunan ….,yang sabar ya sayang,bisik suamiku
aku tersenyum,
Ya kang,aku hanya masih mencari celah untuk dapat menaklukan hati nay,tidak untuk melupakan tanti ibunya,tapi aku ingin nay menerima kenyataan aku ini sekarang bundanya yg akan slalu ada untuk nya.
Suamiku hanya tersenyum….aku pecaya Sayang,kamu baru 1 bln menjadi istriku..perlahan nay akan menerimamu sepenuhnya,aku yakin.
Ku pilih kau menjadi istriku,karna kamu sangat sayang dan dekat sama nay,nay sedih aku tau kamu pun bisa merasakan kesedihannya, sebelum kamu menjadi istriku kamu lah yang sering merawat dan menjadi sehabat buat nay setelah kepergian tanti,tapi aku lebih yakin ketika aku melihat kamu sholat malam di rs pada saat nay sakit keras,aku mendengar kamu mendoakan nay dan isriku tanti,aku tau kamu menyayangi nay melebihi dirimu sendiri sayang,terimakasih ya kamu mau menjadi istriku dan merawat nay dengan iklas.
I love u …………………My Wife
