Back to Kompasiana
Artikel

Umum

Hadisang

lahir di sanglor gunungkidul yogyakarta, 18 desember 1970,mantan pencari rumput dan kayu bakar, saat ini selengkapnya

Pramugari Argo Dwipangga Bisa Melayani Penumpang

OPINI | 04 February 2010 | 06:57 Dibaca: 1760   Komentar: 6   1

bagi pelanggan kereta api eksekutif jurusan jakarta solo atau sebaliknya, yang jadwal pemberangkatannya dua kali pagi dan malam hari. jika pagi dari stasiun gambir akan dilayani dengan kereta argo dwipangga dan jika malam hari akan dilayani kereta argo lawu, dan jika dari stasiun solo balapan akan sebaliknya.

dengan harga ticket yang terus beranjak naik dan fasilitas dikurangi, namun pengguna jasa kereta api tidak berkurang tapi justru terus bertambah. meski kenyamanan dan keamanan juga belum sepenuhnya menjamin. dengan sering di umumkannya peringatan-peringatan tentang keamanan didalam kereta api.

selain pengumuman tentang keamanan, pihak pt kereta api juga memberitahukan tentang adanya jasa pramugari kereta yang siap melayani penumpang dengan sepuas-puasnya. diberitahukan kepada penumpang bahwasannya jika para penumpang memerlukan makanan atau minuman yang dijual didalam kereta api ( restorasi ), maka pramugari/pramugara kereta api akan segera melayani dengan menyodorkan buku menu makanan dan minuman.

dan sepengetahuan saya yang setiap sebulan sekali pulang pergi solo jakarta menggunakan kereta api ini, penumpang dalam satu gerbong yang memesan makanan atau minuman hanya seperempat
nya saja. saya lihat mereka kebanyakan membawa bekal makanan sendiri. soalnya harga makanan dan minuman didalam kereta api jauh diatas standart harga normal.contoh teh manis satu gelas plastik saja lima ribu rupiah. nasi goreng sembilan belas ribu. padahal rasanya masih jauh lebih enak
dipedagang kaki lima.

itulah sekilas tentang pelayanan jasa kereta api indonesia yang semakin lama semakin tidak karuan harga dan pelayanannya.

Hadisang

Terimakasih Kompasiana

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Andai Masyarakat Tangerang Selatan Sadar, …

Ngesti Setyo Moerni | | 28 November 2014 | 17:27

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Kampret Jebul: Rumah …

Kampretos | | 28 November 2014 | 15:50

Saran untuk Ahok Cegah Petaka Akibat 100 …

Tjiptadinata Effend... | | 28 November 2014 | 15:30

Tulis Ceritamu Membangun Percaya Diri Lewat …

Kompasiana | | 24 November 2014 | 14:07


TRENDING ARTICLES

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 4 jam lalu

Hampir Saja Saya Termakan Rayuan Banci …

Muslihudin El Hasan... | 6 jam lalu

Lagu Anak Kita yang Merupakan Plagiat …

Gustaaf Kusno | 8 jam lalu

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman dalam …

Tubagus Encep | 8 jam lalu

Ahok Narsis di Puncak Keseruan Acara …

Seneng Utami | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Cinta Sejati …

Adhikara Poesoro | 8 jam lalu

Mengenal Air Asam Tambang …

Denny | 8 jam lalu

Afta dan Uji Kompetensi Apoteker …

Fauziah Amin | 8 jam lalu

Demo BBM vs Berpikir Kreatif …

Rumahkayu | 8 jam lalu

Revolusi dari Desa (Paradigma Baru …

Ikhlash Hasan | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: