
Dibaca: 1010
Komentar: 1
1 dari 1 Kompasianer menilai Menarik
Kegembiraan dan kesedihan menghinggapi saya saat mengikuti acara prosesi wisuda Universitas Diponegoro pada tanggal 27 Januari 2010 lalu. Bahagia karena akhirnya sesaat lagi saya meraih gelar S.I.Kom setelah selama 5 tahun 3 bulan menempuh pendidikan di Fakultas FISIP Ilmu Komunikasi UNDIP. Sedih karena saya akan kembali ke Bekasi dan meninggalkan Semarang, kota yang saya cintai. Ada banyak alasan kenapa saya cinta dengan kota Semarang.
Kota Semarang memiliki luas 373,67 km² dan populasi penduduknya sekitar 1,3 juta jiwa, menjadikan Semarang kota terbesar di Jawa Tengah. Sebagai Ibu Kota Propinsi Jawa Tengah, Semarang merupakan pusat industri, perdagangan dan pemerintah di Propinsi Jawa Tengah. Walaupun sebagai pusat industri, perdagangan dan pemerintah, Semarang banyak memiliki bangunan bersejarah dan bangunan kuno. Ada bangunan bersejarah seperti Tugu Muda, di dekat Tugu Muda ada bangunan kuno Lawang Sewu dan di daerah kota lama terdapat Gereja Blenduk yang merupakan peninggalan Belanda.
Setiap kota memiliki keunikannya masing-masing, keunikan Kota Semarang terletak pada kondisi geologisnya yang jarang ditemui di kota-kota lain. Semarang terkenal dengan landscape-nya yang naik turun. Masyarakat Semarang sendiri membagi Kota Semarang menjadi dua, yaitu Semarang atas dan Semarang bawah.
Semarang bawah merupakan pusat aktivitas ekonomi Kota Semarang. Di Semarang bawah terdapat kawasan Simpang Lima yang terkenal dengan aktivitas kuliner dan belanjanya, kawasan Pandanaran yang merupakan sentra oleh-oleh khas Semarang seperti bandeng presto, lunpia dan wingko babat, pusat jajan waroeng Semawis yang terletak di daerah pecinan. Masjid Agung Semarang juga terdapat di Semarang bawah. Masjid yang diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November 2006 ini berdiri di atas lahan 10 hektare dan mampu menampung 6000 jemaah. Daya tarik utama dari masjid ini adalah adanya Menara Al Husna yang terdiri dari 19 lantai dan dilengkapi 5 teropong untuk melihat pemandangan kota Semarang.
Semarang atas terletak di daerah selatan yang merupakan dataran tinggi. Di beberapa titik di Semarang atas kita bisa melihat pemandangan kota Semarang bawah. Kawasan gombel merupakan tempat yang tepat untuk melihat pemandangan Semarang bawah karena terdapat beberapa restoran dan cafe yang memanfaatkan pemandangan kota Semarang bawah untuk disajikan kepada tamu.
Saya selalu rindu untuk dapat kembali ke kota yang memiliki slogan Kota ATLAS ini, Kondisi geografisnya, kulinernya, bangunan kuno dan Masjid Agung Semarang adalah beberapa alasan kenapa saya cinta dengan Kota Semarang.